
Tia melihat ke arah Arnan yang lansung menatap layar monitor nya,ia merasa masih kesal dengan sikap Tia pada nya tadi pagi,ia mencueki kedatangan wanita itu.
"Sayang." Panggil Tia namun Arnan mencueki nya.
"Sayang lihat aku!." Ucap Tia lagi. Arnan pun menengadahkan kepala nya menatap istri nya itu.
"Maaf." Ucap Tia tersenyum dengan wajah penuh penyesalan. namun Arnan masih diam,menatap Istri nya itu dengan tatapan sangat dalam.
"Aku terlalu sensitif tadi,seharusnya aku tidak bersikap seperti itu,Maafin aku ya." Ucap Tia lagi.
"Artia Mana?." Tanya Arnan saat tak melihat putri nya bersama istrinya
"Di rumah Mama."Jawab Tia.
"Baiklah,aku memaafkan mu,tapi lain kali ,jika ada masalah cerita kan pada ku,jangan bersikap seperti itu." ucap Arnan dan Tia mengangguk tersenyum.
Tia lalu membuka kedua tangan nya meminta pelukan dari Arnan,Arnan pun lekas berdiri dan memeluk istri nya itu.
"Sayang,ayo kita keluar,Mama mengajak untuk makan siang bersama di rumah mama.," Ajak Tia.
"Baiklah." Jawab Arnan dan mematikan laptop nya sebelum ia pergi meninggalkan ruangan nya.
Tia dan Arnan berjalan keluar dari ruangan sambil bergandengan tangan,Aura yang melihat pun tidak senang,meski ia mencoba tersenyum melihat pemandangan yang tidak menyenangkan itu.
"Aura saya keluar dulu." Ucap Arnan.
"Baik Pak." Jawab Aura mengangguk kan kepala nya.
Sementara Tia hanya memandangi Aura dengan banyak tanya di pikiran nya sembari berjalan keluar dari tempat itu.
__ADS_1
•••
Di rumah Orang tua Tia.
Arnan dan Tia makan bersama Ibu dan Ayah nya Tia,menikmati makan siang sembari berbincang kecil.
"Kalian sebaiknya pergi liburan keluar negri,hitung - hitung ganti bulan madu kalian yang belum pernah kalian lakukan karena kesibukan kalian. "Ucap Ayah Tia.
"Mana Bisa Pa Artia masih kecil." Jawab Tia.
"Kalian tenang saja,Mama akan mengurusnya." Ucap Ibu Tia.
Arnan yang mendengar pun tersenyum mengiyakan,ia pun merasakan hal yang sama,kalau dia memerlukan waktu berdua dengan sang istri.
"Tuh Arnan saja mau kok." kata Ibu Tia.
"Minggu ini Ma,nanti aku akan mengurus semua nya."Ucap Arnan.
Ayah Tia dan Ibunya pun mengangguk tanda mengiyakan.
Setelah selesai makan siang.
Arnan harus kembali ke kantor,sementara Tia bersantai di rumah orang tua nya itu.
"Aura!,keruangan saya sebentar." Panggil Arnan saat baru saja memasuki ruangan nya.
"Iya Pak." jawab Aura tersenyum dan berjalan ke ruangan Arnan. mengikuti langkah kaki pria itu.
"Ada apa ya pak?." Tanya Aura saat Arnan baru saja mendaratkan tubuh nya ke tempat duduk nya.
__ADS_1
"Tolong minta Yongki untuk menguruskan dokumen yang saya butuhkan untuk ke Jepang Minggu depan."Ucap Arnan.
"Bapak mau keluar negri?." Tanya Aura terkejut.
"Aura,lakukan saja apa yang saya perintahkan,tidak perlu banyak bertanya."Ucap Arnan dengan tegas.
"Baik pak."Jawab Aura menunduk.
"Kalau begitu,saya permisi dulu pak."Pamit Aura dan Arnan hanya mengangguk kecil.
Aura keluar dari ruangan Arnan dengan wajah kecut nya.
•••
Malam hari,saat Arnan sudah pulang.
Ia dan istrinya berbaring di sofa kamar sambil berpelukan sementara putri mereka sedang tidur di tempat tidur.
"Sayang,apa kau nyakin untuk keluar negri?,di kantor pasti sibuk kan?."Tanya Tia.
"Yang di kata mama dan Papa itu benar,kita butuh waktu untuk bersama,agar tidak terjadi kesalah pahaman terus." Ujar Arnan.
"Tapi kantor mu?."Tanya Tia yang tidak ingin menganggu kerjaan Arnan di kantor.
"Jangan di pikirkan,aku akan mengawasi mereka sambil kita liburan." jawab Arnan.
"Baiklah,terima kasih sudah mau membagi waktu untuk ku."Ucap Tia dan Arnan menyambut ucapan Tia dengan senyuman manis.
Arnan lalu mengecup kening Tia sekali lalu mencium bibir nya,kedua nya pun saling beradu kasih di atas sofa yang empuk malam itu.
__ADS_1