
Di kantor Arya.
Arya memikirkan apa yang terjadi pada Tiara, sampai ia menginginkan pindah dari rumah.
Berfikir mungkin Ada perkataan ibu dan ayah nya yang menyakiti nya. tapi ia melihat Hubungan ibu dan Tiara tampak baik-baik saja saat makan malam kemarin.
"Arya" Panggil Andre.
"Em, ada apa?."
"Ini, dokumen yang kau minta."
"Oh, terima kasih."
"Kau kenapa?, Ada masalah?." Tanya Andre melihat Raut wajah Arya yang tampak begitu tidak biasa.
"Yah ( Menghela nafas ) kau tahu kan masalah Arnan dan Tia, aku memikirkan itu, Di tambah Tiara tiba-tiba meminta untuk pindah kerumah lain yang lebih jauh." Ucap Arya.
Mendengar hal itu, Andre sudah tahu alasan nya, Tiara pasti sudah tahu alasan kenapa Tia dan Arnan berpisah.
"Menurut mu, apa ada yang salah di rumah, yang tak ingin Tiara cerita kan pada mu, Istri mu kan sahabat istri ku, Apa dia mengatakan sesuatu?." Tanya Arya.
"Em, Tidak ada, Mungkin kau perlu bicara lagi dengan Tiara, kalau kalian pindah, bagaimana orang tua mu?." ucap Andre.
"Tidak tahu, Tiara tak ingin menceritakan apa pun, dia seperti menyembunyikan sesuatu dari ku." Ucap Arya. Andre pun terdiam, ia tidak tahu lagi harus berkata apa. ia sungguh tak ingin masalah baru datang karena ia memberitahu Arya, ia akan merasa sangat bersalah, kalau itu sampai terjadi. Ia ingin Arya tahu lansung dari mereka bukan dari diri nya.
•••
__ADS_1
Saat Arya sampai di rumah setelah dari kantor. Sebuah mobil memasuki halaman rumah saat Arya baru saja menaiki anak tangga di teras rumah.
Tampak Ayah nya dan Arnan turun dari mobil. Ia melihat raut wajah Adik nya tampak lesu, tentu saja, itu akan terlihat pada wajah siapa saja yang mengalami masalah rumah tangga.
"Arya, kau sudah pulang?."
"Iya, kalian dari mana?." tanya Arya. Arnan menjalan masuk tanpa mengatakan apa pun. meninggalkan ayah dan kakak nya yang masih berdiri di teras rumah.
"Papa dari rumah Arnan, Papa lihat dia begitu stres, di rumah tidak ada orang, jadi Papa ajak kesini untuk makan bersama." Tutur Pak Wijaya.
Arya mengangguk mengerti. "Iya, kita tak boleh meninggalkan nya sendiri, kita memang harus menghiburnya." Ucap Arya.
Pak Wijaya dan Arya lalu melangkah masuk ke dalam rumah.
Tiara yang sedang menyiapkan makan malam dengan bersama Bu Sofi melihat Arnan masuk ke dalam rumah. Tiara pun lekas membalikkan tubuh nya. ia sungguh tak ingin melihat Arnan.
"Iya, tidak apa sayang, pergi lah."Balas Bu Sofi tersenyum.
Arnan melihat Tiara pergi, ia menyapa ibu nya.
Sementara Arya Melihat Tiara masuk ke dalam kamar pun agak heran, karena biasa nya ia akan menyapa nya yang baru pulang bekerja.
"Arya, kau juga sudah pulang." Ucap Bu Sofi.
"Iya Ma."
"Cepat lah mandi, mama dan Tiara sudah menyiapkan makan malam untuk kita." Ucap Bu Sofi.
__ADS_1
"Iya Ma." Arya berlalu masuk ke dalam kamar, Ia masuk dan melihat Tiara duduk di tepi tempat tidur.
"Kau baik-baik saja?." Tanya Arya.
"Iya, tubuh ku sedikit tidak nyaman Mas." Jawab Tiara.
"Kau mual lagi hari ini?."
"Iya." Jawab Tiara.
"Istirahat lah, Aku akan bawakan makan malam di kamar saja." Ucap Arya.
"Iya sayang, makasih ya." Itu yang Tiara harapkan. menghindari Arnan saat ini.
Setelah mandi, Arya pun keluar untuk makan malam.
"Lah, Tiara mana?."
"Dia mual, biar dia makan di kamar saja."
"Benarkah?, Padahal tadi dia baik-baik saja." Ucap Bu Sofi.
"Tapi ya sudah, biar Mereka (pembantu) yang bawa kan untuk nya."ucap Bu Sofi lagi.
Arnan mendengar Tiara sakit pun merasa kalau Tiara sedang menghindari nya, Apa Tiara sudah tahu?, itu yang di pikirkan Arnan saat ini.
Tapi biarlah, Begini lebih baik. Batin nya lagi.
__ADS_1