
Di meja makan.
Setelah makanan di hidangkan, Tia dan Arnan pun duduk makan bersama, tidak lupa Artia ikut makan bersama pagi itu.
Bu Tiwi tiba-tiba saja batuk, Tia pun segera berdiri untuk mengambil minum yang belum tersedia di atas meja, Namun Arnan menahan nya.
"Biar aku saja." Ucap Arnan mengambil air di dapur yang lupa di bawa keluar. Tia menatap suami nya berlalu pergi, Ini sangat tidak biasa, Segelas air putih ia tuangkan untuk Bu Tiwi minum.
"Makasih Arnan." Ucap Bu Tiwi.
"Mama baik-baik saja?." Tanya Tia.
"Iya- iya, Baik saja." Balas nya.
Tia menatap Arnan yang begitu perhatian pada Ibu nya, Meski Arnan yang ia kenal dulu juga perhatian pada orang tua nya, namun sosok itu menghilang beberapa tahun belakang, Kini ia melihat kembali sosok Arnan yang ia rindukan.
"Tia, Mama dan Papa akan pergi nanti, kamu tolong belanja ya, Arnan bisa temani kan?." Tanya Bu Tiwi.
"Ma, Aku bisa sendiri." Ucap Tia.
"Tentu Ma, aku bisa." Balas Arnan.
__ADS_1
Tia cemberut di dalam hati nya, ia sungguh tidak ingin bersama Arnan untuk saat ini, tapi keadaan dan dukungan Bu Tiwi membuat Arnan berkesempatan mendekati Tia kembali untuk mendapatkan hati wanita itu.
Setelah selesai sarapan, Arnan dan Tia pun berangkat bersama ke market untuk berbelanja dengan membawa Artia ikut serta.
"Papa, Artia senang." Ucap Artia.
"Benarkah sayang?, Apa yang membuat mu senang?." Tanya Arnan sembari kedua mata fokus menatap jalan.
"Sayang Papa dan Mama."Ucap Artis dengan lucu nya.
"Mama dan Papa akan lebih sering membawamu jalan jalan lagi."ujar Arnan, Artia pun mengangguk dengan semangat nya.
Tia yang sejak tadi sejak tadi diam mendengar dan memperhatikan ayah dan anak saling berkomunikasi pun tersenyum.
"Apa kau lelah? " Tanya Arnan yang entah kapan mendadak sudah berada di samping Tia.
"Tidak."
"Aku akan bawakan." Arnan mengambil keranjang dari tangan Tia.
Tia memang sudah keberatan sejak tadi, tapi ia gengsi untuk meminta Arnan membantu nya, bahkan kata tidak itu sebagian dari gengsi nya, tapi ia ingin Arnan memaksa dan mengambil untuk membantu nya.
__ADS_1
•••
setelah berbelanja, Ponsel Tia tiba-tiba berbunyi, Ia pun mengambil ponsel di dalam tas nya dan melihat Nia yang menghubungi nya.
"Iya Nia."
"Tia, Apa kau sudah pulang?." Tanya Nia.
"Sudah, sudah beberapa hari, kau tidak datang ke rumah ku?." Tanya Tia.
"Tidak, Aku sedang sibuk membantu Tiara pindahan."Balas Nia.
"Apa?, Tiara pindah?."
"Iya, Tiara memutuskan pindah dan Arya ke tempat yang lebih jauh dari kota ini."Ucap Nia.
"Kenapa?, Apa Arya buka kantor pusat nya sudah pindah?." Tanya Tia mengerutkan kening nya.
"Apa tidak pindah karena aku?."Batin Tia.
"Aku pun tidak tahu Tia."Balas Nia yang sebenarnya sudah tahu alasan Tiara pindah.
__ADS_1
Setelah obrolan kecil itu, Tia pun menutup sambungan telefon nya dan menatap Arnan.
"Apa kamu tahu Tiara pindah?." Tanya Tia pada Arnan. Arnan yang mendengar menoleh ke arah Tia lalu dengan datar fokus kembali ke jalan.