Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
15 - Terima Kasih


__ADS_3

setelah seminggu tidak ke kantor karena Tia benar - benar kelelahan dan hanya ingin istirahat dan bersama dengan Artia.


waktu kebersamaan putrinya yang telah lama tidak ada karena kesibukan Tia membantu Arnan di kantor,tak ingin di sia - siakan Tia saat itu. Meski kesedihan harus kembali Tia rasakan,karena harus kembali ke kantor hari ini,karena akan kembali menitipkan Artia pada Arnan.


Pagi itu.


Arnan dan Tia kembali untuk ke kantor seperti biasa,hari ini Arnan meminta Tia untuk membawa Artia ke kantor karena tidak terlalu sibuk,Tia tentu saja tidak menolak nya dan mempersiapkan semua kebutuhan putrinya.


saat sampai di kantor,Tia terkejut dengan pemandangan yang lama sudah tidak pernah ia lihat,suasana kantor kembali ramai seperti pertama kali Tia datang ke kantor ini dulu.


Tia dan Arnan di sambut dengan sapaan dan senyuman para pekerja. Terlintas ingin bertanya pada Arnan,tapi di urungkan Tia hingga mereka berjalan terus sampai di ruangan mereka dan kini meja yang seharusnya menjadi punya Tia kini juga sudah di isi oleh sekertaris baru yang adalah seorang wanita.


"Selamat pagi Bu,Pak." Sapa wanita itu dengan ramah.


"Pagi."Balas Tia membalas senyuman itu.

__ADS_1


"Perkenalkan saya Aura Bu,saya sekertaris bapak Arnan."Ucap Wanita itu lagi memperkenalkan diri.


"Oh begitu,baiklah,saya ke ruangan suami saya dulu."Ucap Tia dan mengajak Arnan untuk masuk ke ruangan Arnan.


•••


Arnan masuk dan duduk di kursi kerja nya,Tia yang juga ikut masuk memandangi suami nya,seolah tatapan itu meminta penjelasan dari suami nya atas apa yang ia lihat hari ini. sementara Arnan sibuk sendiri mencari sesuatu yang sebenarnya tidak ia cari,ia menahan senyum nya karena tahu Istrinya merasa ini sebuah kejutan yang tak terduga.


"Sayang."Ucap Tia dengan senyuman tapi dengan tatapan penuh tanya.


"Baik lah baik,aku sudah merencanakan semua nya sayang."Arnan menghampiri Tia dan menyandarkan tubuh Tia di tepi meja kerja nya.


Tia yang mendengar pun tersenyum,senang dan bahagia yang tak dapat ia lukis kan dan ekspresikan. Ia hanya mengangguk dan tersenyum,menahan cairan bening yang siap tumpah membasahi pipi nya,tapi karena ini sangat spesial,dan ia tak ingin menangis hari ini. Tia mengalungkan tangan nya di leher Arnan,kedua nya saling bertatapan dan kedua bibir akan segera saling bersentuhan.


Tok

__ADS_1


Tok


Tok


Ketukan pintu membuat mereka tidak jadi berciuman,Arnan menghela nafas. "Menganggu saja."Ucap Arnan Kesal. sementara Tia hanya tersenyum dan berjalan ke arah sofa sebelum Arnan mempersilakan siapa pun yang mengetuk pintu untuk masuk.


Aura masuk setelah di beri izin,ia memberikan sebuah map yang semalam diminta Arnan untuk mengerjakan nya kemarin. dengan wajah yang menahan kesal saat Aura menganggu waktu nya,Arnan mengambil tanpa mengatakan apa pun. Aura pun pergi meninggalkan ruangan Arnan dan kembali ke meja nya.


"Sayang,apa kau yang memilih aura untuk menjadi sekertaris mu?." Tanya Tia.


"Tidak,mereka bagian interview."Jawab Arnan sembari melihat berkas yang di bawa Aura.


Arnan lalu mengalihkan pandangan nya pada Tia yang bermain dengan Artia. "Kenapa,kau cemburu?." Tanya Arnan. Tia hanya mengangkat bahu nya,ia pun tidak tahu dengan perasaan nya itu.


"Dia bukan tipe ku,kau tenang saja ,kau lebih cantik dan baik dari nya."Ucap Arnan.

__ADS_1


"Kau kan baru memperkerjakan nya,kau mana tahu."Jawab Tia,Arnan lalu mendekati Istrinya itu dan mencium pucuk kepala istrinya. "Aku mencintai mu."Ucap Arnan dan Tia tersenyum.


Kedua nya melanjutkan ciuman yang sempat tertunda karena kedatangan aura.


__ADS_2