Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
24 - Bercengkrama


__ADS_3

Saat jam makan siang.


Arnan kembali ke rumah dan melihat ada mobil yang menandakan ada tamu yang datang. Arnan lekas keluar dari mobil dan melihat itu adalah mobil orang tua nya.


"Papa,Mama." Sapa Arnan pada Pak Wijaya dan Bu Sofi.


"Arnan,Kamu kenapa tidak memberitahu mama kondisi Tia,kalau Mama tidak datang,kami tidak tahu Kalau Tia sedang sakit."Ucap Bu Sofi memarahi Arnan.


"Maaf Ma,aku kemarin terlalu khawatir,hingga lupa memberi tahu Mama."Jawab Arnan.


"Bagaimana dengan liburan kalian ke Jepang,Tia sedang sakit,sebaiknya kalian menunda nya." Ucap Pak Wijaya.


"Iya Pa,aku seperti nya akan. menunda nya sampai Tia benar - benar sembuh."Jawab Arnan.


Tia pun merasa tidak enak dan bersalah ,karena kalau ia tidak jatuh dan sakit,mereka pasti sudah bersiap - siap jalan - jalan Minggu ini keluar negri. di tengah perbincangan mereka,dari arah pintu utama,Tiara datang bersama dengan putri dan suami nya itu.


"Dedek Artia." panggil Suara munggil Aila ,ia berlari dengan langkah kecil nya dan lucu,ke arah Artia yang duduk dengan mainan nya.


"Aila datang." Sapa Bu Sofi melihat cucu pertama nya.

__ADS_1


"Mama,Papa,kalian disini juga?." Tanya Arya pada kedua orang tua nya.


"Iya,Kamu tidak ngantor?." Tanya Pak Wijaya pada Arya.


"Tidak,Tiara meminta di temani ke rumah sini,karena mendengar Tia sakit." jawab Arya.


Semua pun berkumpul di rumah Arnan dan Tia,mengobrol dan bercengkrama melewati hari yang tidak terasa sudah menjelang malam.


Aila yang sejak tadi dekat dengan Artia dan menyayangi Artia seperti adik sendiri pun Bermain hingga ia lelah dan tertidur di lantai.


Sebelum pulang,mereka pun makan bersama lebih dulu. "Tia,kalau ada apa - apa,kau bisa mengabari ku kalau Arnan sibuk." Ucap Tiara sebelum menyusul Arya yang sudah lebih dulu dan menunggu nya di depan.


"Iya,makasih ya Ra,aku senang banget hari ini kita bisa ngumpul sama - sama." Jawab Tia.


Setelah semua pulang.


Tia yang sedang berada di kamar,memanggil Arnan untuk mengambilkan nya minum,namun beberapa kali di panggil Arnan tak kunjung juga datang. "Kenapa Arnan tidak mendengar,apa dia di ruangan kerja nya." Gumam Tia.


Tia lalu beranjak berdiri dengan perlahan dan mengambil botol minuman untuk mengisi air minum di dapur dengan susah payah Tia berjalan keluar dari kamar.

__ADS_1


Saat keluar,ia melihat Arnan sedang mengunakan Tangga besi untuk menggapai Cctv di rumah nya yang berada di lantai 2.


"Sayang,kau sedang apa?." Tanya Tia dengan heran menatap ke atas.


"Mengambil memori Cctv." Jawab Arnan,karena Cctv yang tidak terpasang lansung di ponsel mengharuskan Arnan membuka melalui memori card untuk melihat kejadian rekaman yang lalu.


"Apa barang mu ada yang hilang?." Tanya Tia dengan heran.


"Tidak,hanya mau mengecek saja,melihat kamu terjatuh tadi siang." Ucap Arnan.


"Memang nya apa yang salah?." Tanya Tia lagi dengan herannya.


"Tidak,hanya mau mengecek saja."Jawab Arnan lagi.


"Hati - hati sayang,nanti kamu jatuh." ucap Tia saat Melihat Arnan akan turun.


"Iya." Jawab Arnan dan turun setelah mendapatkan apa yang ia butuh kan.


Tia lalu kembali melanjutkan langkah nya ke dapur dengan perlahan dan hati - hati. sementara Arnan menyusul Tia ke dapur.

__ADS_1


"Biar aku bantu." Ucap Arnan membantu Tia mengisi minum,ia lalu mengajak istri nya itu untuk ke kamar.


Tia dan Arnan pun duduk di sofa untuk melihat rekaman Cctv ,meski merasa konyol karena harus melihat diri nya jatuh dari tangga,tapi Tia hanya ikut saja,karena ia merasa begitu ceroboh hari ini.


__ADS_2