
Apa tidak pindah karena aku?."Batin Tia.
"Aku pun tidak tahu Tia."Balas Nia yang sebenarnya sudah tahu alasan Tiara pindah.
Setelah obrolan kecil itu, Tia pun menutup sambungan telefon nya dan menatap Arnan.
"Apa kamu tahu Tiara pindah?." Tanya Tia pada Arnan. Arnan yang mendengar menoleh ke arah Tia lalu dengan datar fokus kembali ke jalan.
"Apa Tiara pindah karena aku?." Tanya Tia penuh selidik menatap Arnan. Menginginkan jawaban yang jujur dari Arnan.
"Aku tidak tahu."Balas Arnan.
"Kalau begitu, Ayo kita ke rumah Mama."Ujar Tia.
Arnan terdiam, Ia tak menjawab ucapan Tia. Pria itu bingung harus bagaimana, Karena ia sudah mencoba melupakan Tiara dan mencoba memperbaiki hubungan nya dengan Tia. Ia pun sama hal nya dengan Tiara, merasa untuk menghindari saat ini adalah pilihan terbaik.
"Kau tak mau?."Tanya Tia.
"Aku agak sibuk hari ini."Balas Arnan.
"Kalau begitu aku akan pergi sendiri bersama Artia, turunkan kami disini."Ucap Tia dengan tegas.
Arnan menatap Tia yang penuh tatapan tegas tak ingin di bantah. tak ingin membuat Tia marah lagi, karena akan terbuang sia-sia usaha nya selama ini. Arnan pun memutar kembali mobil nya menuju ke rumah orang tua nya.
__ADS_1
"Tiara hari ini akan pindah kata Nia, Kenapa tidak ada yang memberitahu ku?." Tanya Tia.
"Hubungan kita sedang tidak baik-baik saja, mungkin itu alasan nya."Balas Arnan.
Tia begitu cemas, menghela nafas berat dan menyandarkan tubuh nya, Menyandarkan 1 tangan nya ke pintu mobil dan memijit kepala nya.
Saat mobil Arnan sampai di halaman rumah keluarga nya, Arnan tak ingin turun dari mobil.
"Ayo turun."
"Maafkan aku Tia, Aku tunggu disini saja, bawalah Artia bersama mu." Ucap Arnan.
"Kenapa?, Karena kau belum melupakan Tiara?." Tanya Tia.
Tia sejenak terdiam menatap Arnan yang tampak dengan wajah kecewa dan putus asa pada diri nya.
"Kalau kau ingin aku dan Artia kembali pada ku, Kau harus turun bersama kami."Ucap Tia.
Kedua mata Arnan membulat menatap Tia, tak percaya dengan apa yang ia dengar. Perkataan Tia seolah memberikan kode kalau ia masih di beri kesempatan itu.
Tia lalu turun dari mobil sembari mengendong Artia turun. Arnan tersenyum lalu ia pun dengan semangat turun dari mobil. Tia yang melihat Arnan turun pun tersenyum sangat tipis agar tak terlihat oleh Arnan.
Ketiga nya pun masuk ke dalam rumah. Bu Sofi dan Pak Wijaya yang melihat kedatangan arnan Dan Tia bersama pun tersenyum tak menyangka dengan apa yang mereka liat.
__ADS_1
"Nenek ...."Teriak Artis sembari berlari kecil menghampiri sang nenek.
"Hallo sayang, astaga sayang, Nenek merindukan mu."Bu Sofi memeluk sang cucu dengan hangat.
"Hi Ma, Pa."
"Iya Nak, Mama dan Papa senang melihat kalian datang bersama." Ucap Bu Sofi.
"Iya, Senang sekali."Sambung Pak Wijaya.
"Maaf aku membuat Papa dan Mama sedih akhir akhir ini."Ujar Tia.
"Tidak, tidak apa-apa. ayo duduk nak."Ajak Bu Sofi.
"Tiara mana ma?." Tanya Tia.
"Tia dan Arya sudah pindah sayang, Maaf mama tidak memberitahu kamu, karena Tiara yang meminta, karena kondisi kalian sedang tidak baik."
"Pindah kemana ma?." Tanya Tia.
"Mama juga belum tahu, cuman di daerah AB kata Arya. nanti mereka pasti akan memberitahu kita. Mama tidak mengerti apa yang sedang terjadi, ini pilihan mereka, kami tidak bisa melarang."Tutur Bu Sofi tampak sedih memikirkan kepindahan Arya dan Tiara yang begitu tiba-tiba.
Tia pun semakin merasa bersalah melihat kesedihan di wajah mertua nya. karena ia ingin menolong perasaan nya sendiri, ia menyakiti banyak perasaan orang-orang yang mencintai nya.
__ADS_1