Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
18 - Terbawa Perasaan


__ADS_3

Malam hari setelah Arnan selesai dari kerjaan nya,ia pun masuk ke kamar,menatap istrinya yang sudah tertidur di atas tempat tidur.


"Ada apa dengan nya hari ini?." Gumam Arnan,sejenak menatap Istri nya sebelum ia menuju ke samping istrinya itu untuk tidur.


Keesokan harinya.


Arnan sedang bersiap akan ke kantor Arnan terheran melihat Tia yang lagi - lagi bersikap tak biasa pada nya,istri nya itu diam sejak tadi,tak bicara saat ia menyajikan makanan nya.


"Selamat pagi."Bahkan sapaan Arnan pun di cuekin oleh Tia.


"Sayang,kau baik - baik saja kan?."Tanya Arnan.


"Tidak,tidak apa - apa." jawab Tia datar.


"Apa aku ada salah?,kata kan saja,jangan mendiami ku seperti itu."Ucap Arnan.


"Tidak sayang,aku hanya sedikit lelah." Jawab Arnan.

__ADS_1


"Aku rasa kita harus mencari pembantu untuk membantu mu Dirumah." Ucap Arnan.


"Berhentilah bicara soal pembantu,aku tahu kau menyinggung ku karena aku sekarang berbeda dari yang dulu kan,aku tahu aku sudah tidak cantik lagi,aku bau,makanya kau selalu ingin mencari pembantu kan?,cari saja kalau begitu,cari juga baby sister untuk menjaga Artia,aku sudah lelah dengan semua ini."Ucap Tia melampiaskan kekesalan nya pada Arnan.


Arnan yang tidak mengerti kenapa istri nya bisa bicara seperti itu pun terdiam. "Kau sudah salah mengerti ucapan ku." kata Arnan.


"Sudah lah,stop!,jangan bicara lagi,lakukan saja apa yang menurut mu bagus untuk keluarga ini,aku mengurus semua demi menghemat uang mu,aku mengerjakan sendiri semua ini demi keluarga kita."Teriak Tia.


Arnan yang mendengar teriakan Tia pada nya merasa sedikit kesal,tak ingin ada keributan di pagi - pagi seperti ini,Arnan lekas meninggalkan meja makan tanpa menyentuh lebih dulu makanan yang sudah di siapkan Tia,menghindari lebih baik saat ini,karena percuma bicara dengan keadaan saling emosi seperti ini.


Tia pun menangis,membawa Artia masuk ke dalam kamar,lelah yang ia rasakan membuat nya menjadi emosional dan membuat nya merasa Arnan mulai berubah bagi nya.


menangis,menceritakan apa yang terjadi hari ini,Tiara pun tampak sedih mendengar pertengkaran kedua pasangan itu.


"Tia,aku rasa kau salah mengerti maksud Arnan. maksud nya mungkin baik,kalau ia melihat kau sudah lelah mengurus semua nya sendirian,itu sebab nya dia mengusulkan mencari pembantu,dia bertanya juga karena dia menghormati mu,dia meminta izin lebih dulu pada mu,agar kau tidak marah, kau pasti sudah terbawa perasaan karena Pembicaraan kita kemarin kan?,maaf Tia jika pertemuan kemarin membuat mu jadi kepikiran." ucap Tiara.


Tiara mengerti karena ia pun merasakan dari sosok Arya yang perhatian pada nya,dan tak ingin ia terlalu lelah.

__ADS_1


"Iya,mungkin saja begitu Ra,aku yang salah karena sudah terlalu berfikir buruk tentang suami ku."jawab Tia.


"Tia,kau memang lebih baik memiliki pembantu,rumah mu besar,kau pasti lelah mengurusnya sendiri dan juga kau harus mengurus Artia,kau juga akan punya waktu luang mengurus dirimu untuk tampil cantik di depan suami agar suami kita tidak bosan, bagaimana pun kita sebagai istri harus bisa merawat diri untuk suami kita kan." ucap Tiara dengan hati - hati agar Tia tidak tersinggung.


"Iya Ra,makasih ya sudah mau mendengarkan curhatan ku yang menyebalkan ini,aku rasa kau benar,aku yang sudah terbawa perasaan,dan soal pembantu aku akan bicarakan dengan Arnan nanti." kata Tia.


"Begitu dong,nanti kita akan lebih punya waktu untuk jalan sama - sama."Balas Tiara tertawa,Tia pun tersenyum mendengarkan nya..


Maaf pembaca setia Arnan dan Tia,karena novel ini jarang up,tapi akan diusahakan selalu up setiap hari nya.


sambil nunggu up terbaru nya,Yuk mampir ke karya Author yang lain nya.byang terbaru.


judul - Cinta Ibu Pengganti


judul - Bukan Wanita Simpanan


__ADS_1



__ADS_2