Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
50 - Kesedihan Arnan


__ADS_3

Arnan masuk ke dalam rumah setelah ia pulang dari rumah orang tua nya, rumah yang biasa ia pulang di sambut dengan Wangi makanan dan Sambutan selamat datang putri nya kini menghilang begitu saja.


Ia berjalan menyusuri kamar, melihat barang-barang tia yang masih tertinggal. Ia membuka lemari dan melihat beberapa gaun pesta tergantung cantik nya di dalam. Melihat Gaun itu, Arnansedikit menyadari kalau ia bahkan sangat jarang membawa Tia datang ke acara formal, hingga membuat Arnan lama tidak melihat Tia mengenakan Gaun-gaun itu.


Arnan lalu membuka Laptop nya, Duduk dan membuka sosial media dan melihat Postingan Milik Tia, namun tidak ada postingan baru Tia saat ini, bahkan Postingan terakhir Tia beberapa Minggu yang lalu.


Ia menggulirkan postingan itu, mengscoll kebawah untuk melihat postingan postingan sebelum nya. Ia tersenyum saat melihat Postingan Tia menceritakan tentang dia, tentang mereka bertiga.


"*Hari ini Kami bertiga akan jalan-jalan ketaman."


"Selamat sayang, kau berhasil memimpin kembali perusahaan."


"Hello selamat pagi dunia."


"Sarapan untuk keluarga kecil ku."


"Artia menangis karena ingin jalan-jalan, dia terlihat sangat mengemaskan saat menangis (dengan emoticon mata 2 love* ) "


Semakin di scroll semakin manis, Hingga Arnan menyadari semakin baru postingan Tia, tak ada lagi ia memposting hal hal manis yang sederhana tentang mereka. mungkin itulah saat saat tidak ada lagi kebahagiaan di hati Tia.

__ADS_1


Beberapa tahun pernikahan mereka, Arnan menyadari banyak hal-hal mereka lalui bersama dan tidak sepenuh kosong.


Postingan Terakhir Tia Beberapa Minggu yang lalu.


"Proses yang harus di nikmati."


Tidak ada lagi postingan apa pun sampai hari ini.


Arnan kini mengerti, kalau ia memang tidak memahami Tia selama ini, membiarkan nya berjuang sendiri untuk keutuhan keluarga ini, Hingga membuat wanita itu menyerah berjuang sendirian.


Hati Arnan saat itu begitu sakit membayangkan semua terjadi karena diri nya, Ia mengepalkan kedua tangan nya, menekan rasa sakit di hati nya dan mencoba menguatkan diri nya.


••••


Di tempat lain.


Tia duduk melihat Boy tampak bermain dengan Artia di halaman rumah. Sesekali ia tersenyum saat Artia melambaikan tangan nya pada nya.


"Besok kau akan pulang, kau ingin jalan-jalan sebelum pulang?." Tanya Boy yang berjalan menghampiri Tia. Tampak Laki-laki itu penuh keringat karena kelelahan bermain dengan putri nya.

__ADS_1


Ia duduk di samping Tia dengan nafas yang terengah engah.


"Kemana?."


"Bagaimana kalau ke pantai, Aku akan bicara dengan keluarga lain, barang kali mereka mau ikut." Ucap Boy.


"Baiklah."


Tia lalu mengambil Beberapa lembar tisu untuk membantu boy menyekat keringat nya. Saat Tisu itu di arahkan Tia ke kening boy, Tangan Boy Reflek memegangi tangan wanita itu.


Kedua nya terdiam saling berpandangan, Tia pun lekas melepaskan tangan nya dari sentuhan Boy. Tia salah tingkah dan tidak nyaman.


Sementara Boy tersenyum dan mengambil Alih tissue itu menyekat sendiri keringan nya.


"Putri mu sangat aktif, aku bahkan sudah sangat lelah, tapi dia masih ingin bermain."Ucap Boy mengalihkan pembicaraan, untuk menepis ketegangan yang tercipta barusan.


"Iya, dia memang suka berlari."Balas Tia.


"Baiklah, Aku masuk dulu, mau bersih-bersih, aku keringatan." Ucap Boy. Tia tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


Melihat Laki-laki pergi dari hadapan nya, Tia menghela nafas berat. begitu gugup dan takut ketika Boy tadi menyentuh nya.


__ADS_2