Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
23 - Di Marahi


__ADS_3

Sore harinya


Arnan tak lagi kembali ke kantor setelah melihat keadaan Istri nya yang tak bisa berjalan saat ini,Arnan baru pulang membawa Artia jalan - jalan di taman membiarkan Istri nya itu untuk tidur beristirahat di kamar. Arnan mengendong Artia Ke kamar mereka dan Tia sedang duduk di atas tempat tidur karena kaki nya masih sakit,dan akan di pijit lagi besok.


"Bagaimana keadaan mu?." Tanya Arnan saat masuk.


"Sudah tidak bengkak,tapi masih sakit."Jawab Tia.


"Sayang,aku tadi ingin tanya pada mu,kenapa kamu bisa jatuh?." Tanya Arnan menatap Tia sembari ia menuruni Artia dari gendongan nya.


"Minyak telon putri kita tumpah di tangga,aku pun tidak tahu kenapa bisa sampai tumpah,mungkin pas aku bawa turun tidak sengaja tertumpah." jawab Tia menjelaskan.


"Pas aku turun membawa map kamu untuk Sekertaris kamu,aku terpeleset dan jatuh,untung saja tidak tinggi." Lanjut Tia. Arnan yang mendengar pun terkejut,karena Aura sama sekali tidak memberi tahu nya soal ini.


"Aura tidak memberi tahu ku tadi. kalau aku tahu aku akan segera pulang." Kata Arnan


"Mungkin karena kamu ada meeting,jadi nya dia buru - buru dan lupa." balas Tia.


"Aku akan memarahi nya besok,seharus nya hal seperti ini dia memberitahu ku pas dia sampai di kantor." Ucap Arnan dengan kesal.


"Sayang,ini bukan salah nya,tadi dia mau menolongku,tapi aku pikir kamu pasti perlu map itu,jadi aku suruh dia untuk segera ke kantor,jangan marahi dia,kasihan." Sela Tia.

__ADS_1


"Lain kali kamu jangan seperti itu,kalau ada apa - apa segera kabari aku." Ucap Arnan mengelus kepala Tia.


Tia yang di perlakukan seperti itu pun merasa sangat senang dan bahagia,mendapatkan perhatian dari suami nya itu.


Saat sedang berbicara,terdengar suara bunyi bel rumah berbunyi,Arnan pun lekas keluar untuk melihat siapa yang datang.


"Den Arnan." Panggil seorang wanita paru baya yang adalah Bi Ijah,salah satu pembantu dari rumah ayah dan Ibu nya.


"Bu ijah,Masuk Bi!." Seru Arnan.


Arnan lalu mengajak Bu Ijah untuk bertemu dengan Tia di kamar. "Sayang,Bu Ijah sudah datang." Ucap Arnan.


"Jatuh Bi,tapi sudah di pijit kok."Jawab Tia.


"Bi,Ayo Bi,saya tunjukan kamar Bibi." Ajak Arnan dan Bi Ijah mengiyakan dan permisi dengan Tia.


"Bi Nanti Bibi istirahat saja,besok saja mulai kerja nya,nanti makanan saya order lewat Online saja." Ucap Arnan.


" Baik Den." jawab Bi Ijah.


•••

__ADS_1


Keesokan harinya.


Arnan bersiap untuk ke kantor. " Sayang,aku tak akan lama di kantor,sebelum jam makan siang aku akan pulang." Ujar Arnan.


"Iya sayang,hati - hati di jalan ya." Balas Tia.


Di kantor.


Arnan masuk ke ruangan nya dan di sapa oleh Aura. " Selamat pagi pak." Sapa Aura namun tidak di balas oleh Arnan yang terus berjalan melewati Aura,Namun Aura menyadari ada yang berbeda namun ia mencoba biasa - biasa saja


Aura lalu mengambil map yang akan ia berikan Pada Arnan. "Pak,ini map nya." Ucap Aura.


"Aura,lain kali,kalau kamu melihat sesuatu terjadi pada istri saya,kamu harus segera melaporkan pada saya,jangan diam - diam seperti itu,kamu membiarkan Istri saya kesakitan sampai meeting kemarin selesai,kalau kamu tidak bisa bekerja dengan benar,lebih baik kamu urus surat pengunduran diri kamu." Ucap Arnan dengan Tegas.


Kedua mata Aura membesar,terkejut dengan Apa yang ia dengan. "Jangan pak!,saya sangat butuh kerjaan ini,saya semalam lupa pak,lain kali saya akan bekerja lebih baik lagi pak." Aura memohon dengan wajah yang sendu.


Arnan menghela nafas dengan berat. "Ini kesempatan terakhir kamu,kalau kamu tidak bisa bekerja dengan baik,kamu tahu kan apa yang akan saya lakukan." Ucap Arnan.


"Iya pak,saya ngerti,Terima kasih pak." Balas Aura tertunduk.


Arnan lalu mengerakan jari nya,mengisyaratkan Aura untuk segera keluar dari ruangan nya,Aura pun mengangguk dan permisi keluar,kembali ke tempat duduk nya dengan wajah kesal nya karena di marahi Arnan soal kejadian Tia yang terjatuh dan memang sengaja ia tak memberirahu Arnan,karena tak ingin melihat Arnan perhatian dengan Tia.

__ADS_1


__ADS_2