
Saat Tia pergi dari hadapan nya untuk mengambil map yang di inginkan suami nya itu,Raut wajah Aura yang tadi nya tersenyum lansung berubah jadi masam.
"Rumah nya besar sekali,andai aku bisa tinggal disini,pasti menyenangkan ,jadi nyonya di rumah ini."Gumam Aura sembari kedua mata nya mengelilingi dan melihat setiap sudut rumah.
Saat sedang melihat - lihat sambil menunggu Tia yang ke atas mengambil kan map,Aura melihat Artia sedang duduk di kursi bayi nya. Aura lalu menghampiri gadis kecil itu.
Aura melihat ada minyak untuk di gunakan Artia dan muncullah pikiran - pikiran jahat menghampiri pikiran nya.
Ia mengambil Minyak telon Artia yang di letakan di atas meja dan menaburkan minyak itu ke salah satu anak tangga,ia ingin membuat Tia jatuh dari tangga. "Rasain." Ucap Aura tersenyum jahat.
Tia pun menuruni anak tangga sembari melihat isi Map itu ,sampai akhirnya ia menginjak ank tangga yang sudah di tumpahkan minyak oleh Aura pun terjatuh dan bergelinding ke bawah.
"Auw...." Tia memegangi pinggang nya.
"Astaga Bu Tia,Ayo saya bantu Bu." Aura bersandiwara.
"Iya." Jawab Tia,namun karena rasa sakit yang luar biasa pun membuat Tia kesulitan untuk berdiri.
"Sakit ." Jerit Tia.
"Saya bawa kerumah sakit ya Bu?." Tanya Aura.
"Gak,tolong bantu aku ke kursi saja.Arnan pasti sangat membutuhkan map ini,kamu pergi saja bawakan map ini." jawab Tia.
"Iya Bu " Balas Aura dan membantu Tia ke kursi untuk duduk.
__ADS_1
"Kalau begitu saya permisi dulu ya Bu,sebentar lagi ada meeting." Ucap Aura,Tia pun mengangguk.
Aura berjalan keluar sembari tersenyum jahat karena rencana nya berhasil,membuat Tia terjatuh kesakitan.
Setelah Aura pergi,Tia lalu mengosok kaki nya dengan Minyak,kaki nya yang terkilir membuat nya benar - benar sulit berjalan,rintihan keluar dari mulut nya ketika melangkahkan kaki nya,hingga ia pun kesulitan saat harus mengendong putri nya itu.
•••
Tia duduk di sofa sembari menidurkan anak nya di dalam pelukan nya,tepukan kasih sayang dan nyanyian Tia untuk menidurkan putri nya itu.
Tia melihat jam berapa di ponsel nya ketika putri nya sudah tidur,menunjukan sudah pukul setengah 12 siang. ia pun mencoba menghubungi Arnan.
Arnan yang baru saja memasuki ruangan kerja nya setelah selesai meeting mengangkat telefon dari istrinya itu sembari masih berdiri di ambang pintu.
"Iya sayang." Arnan mengangkat telefon. Aura yang mendengar kata sayang pun tahu kalau itu dari Tia,dan membuat Aura jadi kesal.
"Baru selesai meeting,ada apa?." Tanya Balik Arnan.
"Aku terjatuh dan kaki ku terkilir,aku tak bisa berdiri karena sakit,apa kau bisa pulang?." Jelas Tia.
"Aku tidak bisa mengendong Artia untuk tidur di kamar." lanjut Tia.
"Baiklah,aku akan segera pulang,tunggu aku ya." Ucap Arnan dan Tia mengiyakan.
setelah sambungan telefon tertutup,Arnan pun lekas mengambil tas nya dan akan pulang.
__ADS_1
"Aura,saya harus pergi,kalau ada hal lain,kirim saja ke email saya." Ucap Arnan.
"Baik Pak." Jawab Aura.
"Dasar,pasti dia mau ngadu kalau dia habis terjatuh tadi." Gumam Aura dengan kesal.
•••
Saat sampai di rumah.
Arnan lekas masuk dengan seorang tukang pijat ibu - ibu yang bisa memijat ibu nya.
"Sayang,mana yang sakit?." Tanya Arnan dengan khawatir.
"Ini." Tunjuk Tia dan terlihat Kaki Tia yang membengkak akibat jatuh dari tangga.
"Aini,Artia biar aku bawa tidur ke kamar,kamu disini di pijat dulu sama Bibi." Kata Arnan.
"Makasih sayang."Jawab Tia.
"Bi,tolong di pijat kan istri saya Bu." Ucap Arnan pada Tukang pijat.
"Baik Den."Balas Bibi.
Jeritan kesakitan keluar dari mulut Tia saat di pijit oleh Tukang pijit,Arnan yang melihat pun merasa ikut Ngilu melihat keadaan istri nya.
__ADS_1
"Auw sakit....." Jerit Tia sampai mengeluarkan air mata nya. Arnan pun mencoba menyemangati nya,meski ia pun tak tega melihat kaki yang bengkak di pijit hingga kesakitan.