Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
44 - Menghubungi Arnan


__ADS_3

Saat Sampai di rumah, Bu Tiwi menceritakan kejadian tadi pada suami nya, betapa syok nya ia saat melihat Artia hampir saja Jatuh. Pak Hartono lalu melihat kearah Tia yang tampak duduk di taman halaman rumah sembari melamun.


Saat Malam hari semua berkumpul di meja makan untuk makan. Bu Tiwi mencolek suami nya, Tia pun menyadari kalau ada sesuatu yang ingin di bicarakan oleh kedua orang tua nya, namun ia tidak bertanya, hanya menunggu apa yang ingin di katakan.


"Tia, 2 hari lagi teman bisnis Papa berulang tahun, Agak jauh memang tempat acara nya di luar kota, Papa ingin mengajak kita semua untuk pergi kesana. Acara nya dekat dengan Pantai, barang kali bisa sedikit membuat mu nyaman disana." Tutur Pak Hartono.


"Baik lah Pa." Jawab Tia Ragu, namun apa salah nya untuk ikut, barang kali benar ia bisa menyegarkan pikiran nya yang sedang tidak baik saat ini.


•••


Tia yang baru saja menidurkan Artia. Bu Tiwi menghampiri Putri nya itu untuk ia ajak Bicara.


"Artia sudah tidur?." Tanya Bu Tiwi.


"Sudah Ma." Balas Tia tersenyum kecil.


Bu Tiwi lalu duduk di kursi meja Rias Tia, kini ia duduk berhadapan dengan Tia yang duduk di tepi tempat tidur.

__ADS_1


"Tia, Apa kamu sudah nyakin nak, mau bercerai dengan Arnan?."Tanya Bu Tiwi.


Tia menatap sendu ibu nya, Seolah ingin berkata Jikalau boleh ia tak ingin menjawab nya.


"Aku tidak tahu Ma." Balas Tia.


"Mama dan Papa mendukung saja apa pun keputusan mu, kamu sudah dewasa, Kami percaya kamu sudah memikirkan nya baik-baik sebelum memutuskan hal ini. cuman Mama ingin mengingatkan kamu, Bahkan terus menghindari suami mu seperti ini juga bukan solusi nya Tia, Kamu perlu mengajak nya bicara berdua, apa pun keputusan yang harus kalian terima, kalian harus ingat kalau Kalian memiliki seorang anak yang masih menjadi tanggung jawab kalian." Ucap Bu Tiwi.


"Iya Ma."bAlas Tia


"Istirahat lah, Mama keluar dulu." Kata Bu Tiwi lagi lalu berjalan meninggalkan Tia yang masih duduk diam mematung.


•••


Keesokan pagi nya.


Setelah mengumpulkan niat nya, Tia mengangkat telefon nya yang ia letakan jauh-jauh dari jangkauan nya selama ini, ia lalu menghubungi Arnan.

__ADS_1


Sudah berapa hari Arnan terus menghubungi nya, tapi tak sekali pun Tia angkat karena tidak ingin bicara dengan Arnan, setelah mendengar Nasehat ibu nya, ia pun mengambil langkah untuk menghubungi Arnan untuk pertama kali nya setelah ia pergi dari rumah.


Arnan yang tertidur di ruangan kerja nya, terbangun saat mendengar suara dering ponsel nya.


"Tia."


"Iya sayang." Arnan menjawab dengan semangat.


"Akhirnya kau menghubungi ku, aku sangat senang." Ucap Arnan lagi.


"Aku ingin bicara 4 mata tentang hubungan kita, Kita bertemu di tempat biasa dulu kita sering datangi di jam makan siang." Ucap Tia.


"Baik lah." Balas Arnan lekas setuju.


Tia pun mematikan sambungan telefon nya lebih dulu, Arnan menatap lurus kedepan, ia tahu Bertemu pasti bukan untuk kembali, tapi Yang terpenting ia bertemu dengan Tia lebih dulu.


Masih memiliki harapan besar untuk Tia kembali pada nya.

__ADS_1


__ADS_2