Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
28 - Sikap Dingin Tia


__ADS_3

Arnan masuk ke ruangan kerja nya, menaruh laptop nya di atas meja, menyandarkan tubuh nya di kursi kerja nya. Mata nya lalu melihat foto keluarga kecil nya di atas meja kerja.


"Maaf karena aku belum sepenuhnya Mampu membuang perasaanku." Batin Arnan.


Arnan menyadari kalau kadang sikap nya menyakiti Tia, Namun semua terjadi tanpa mampu Ia tahan, ia mencintai Tiara sejak dulu dan ia harus menikahi Tia karena kecelakaan malam itu. hingga membuat Tia hamil.


Tak lama Arnan duduk di ruangan kerja nya, Ia lalu kembali bangkit berdiri saat Tia datang menghampiri nya, Siap untuk mengantar Artia ke rumah orang tua Arnan untuk di titipkan selama kedua nya liburan.


Di dalam mobil, tidak ada obrolan apa pun dari Tia mampu Arnan, Artia pun tampak tertidur pulas dalam gendongan ibu nya.


Saat Mobil Arnan memasuki halaman rumah itu, tampak Tiara dan Bu Sofi sedang duduk di teras rumah, melihat Aila putri Tiara dan Arya yang tengah bermain.


Melihat ada Tiara di depan rumah, tentu saja lansung mata Tia fokus pada Arnan, Kecewa ia dapatkan saat ternyata Arnan melihat sahabat nya.


Tia turun dari mobil bersama Artia lebih dulu, setelah beberapa saat Arnan pun ikut menyusul.

__ADS_1


"Hai Tia." Sapa Tiara. Tia membalas dengan senyuman kilas lalu memandang ibu mertua nya. Tiara tersenyum, tapi menyadari ada yang berbeda dari sahabat nya itu.


"Ma, Titip Artia ya." Ucap Tia.


"Iya sayang, sini berikan cucu mama, Lagi bobo ya Cucu Oma." Bu Sofi mengambil Artia dari tangan Tia dengan hati-hati.


"Ma, kami jalan dulu ya, masih banyak yang harus kami siapkan untuk keberangkatan besok." Kata


"Ma, mereka datang." Ucap Tiara. Bu Sofi tersenyum mengangguk.


"Iya Ma, kami jalan dulu. Ra." Ucap Tia datar sembari berlalu pergi kembali ke mobil dimana Arnan berdiri di samping mobil menunggu Tia kembali.


Tiara merasa kalau ada yang salah dari Tia saat ini. " Ada apa dengan nya?." Gumam Tiara.


Tia yang sedang marah dengan keadaan, Marah dengan situasi, hingga membuat ia bersikap dingin pada Tiara. meski tak pernah Tiara mengoda Arnan atau pun menunjukkan sikap memberi harapan, tapi semua yang ia rasakan saat ini semua karena Tiara.

__ADS_1


Saat malam tiba, Tia berbaring tidur lebih dulu, ia menghindari berbicara dengan Arnan. Arnan yang baru masuk dari luar, melihat Tia sudah memejamkan mata tidur, ia pun naik ke tempat tidur memeluk Tia dengan hangat, mencium leher istri nya itu untuk mengajak nya melakukan ritual suami istri, Tia membuka mata nya, Meski ia marah, Ia tetap mau melayani Arnan karena sudah menjadi kewajiban nya.


Hingga Keesokan hari nya.


Kedua Pun bersiap untuk berangkat ke bandara, Arnan dengan supir memasukan Koper ke dalam bagasi mobil. sementara Tia duduk di dalam mobil menunggu.


Dering Telefon Tia berbunyi.


Ia melihat Tiara menghubungi nya, Ia pun dengan kesal memasukan kembali ponsel nya ke dalam tas nya, tak menghiraukan telefon dari Tiara sama sekali.


"Gak di angkat Ma." Ucap Tiara yang tengah duduk bersama ibu mertua, ia sudah menghubungi Tia 2 kali dan tidak ada yang menjawab, Ia menghubungi Tia untuk menanyakan apa kah ia sudah berangkat atau belum.


Bu Sofi lalu mengambil ponsel nya juga dan kembali menghubungi Tia, Tak ingin putra dan menantu nya terlambat ke bandara.


Tia yang kini melihat Telefon dari ibu mertua nya pun mengangkat telefon itu. Tiara yang melihat telefon dari Ibu mertua nya di angkat pun bertanya-tanya. "Apa dia sengaja tak mau mengangkat telefon dari ku." pertanyaan itu terlintas di pikiran Tiara setelah Tia bersikap dingin pada nya kemarin.

__ADS_1


Namun segera Tiara menepis pikiran itu, tidak ingin berfikir yang buruk tentang Tia, mungkin kebetulan saat ibu Sofi yang telefon ia pas memegang ponsel. pikirnya.


__ADS_2