Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
39 - Tia Pergi


__ADS_3

Arnan tertidur di dalam ruangan kerja nya, dengan isi nya yang sangat berantakan, pecahan kaca di mana-mana. bahkan tangan nya pun terluka karena tergores pecahan kaca itu.


Ia keluar dari ruangan kerja nya dan mendapati tidak ada siapa pun di rumah, termaksud pembantu yang di bawa keluarga nya kesini pun tidak ada.


Ia lekas teringat pada Tia yang meminta untuk berpisah dengan nya. Ia pun lekas ke kamar mencari Tia, namun ia hanya mendapati kamar yang kosong dan beberapa baju berserakan. Ia lekas memeriksa lemari dan tak ada lagi baju Tia di dalam nya.


Wanita itu telah pergi. Arnan pun berjalan keluar dengan perasaan hancur, Ia duduk di sofa, memegangi kepala dengan kedua tangan, menunduk.


Ia lalu tersadar saat secarik kertas ada di atas meja yang kosong di hadapan nya, ia mengambil dan membaca nya, Surat yang di tinggalkan Tia untuk nya.


"Maaf kalau aku pergi tanpa Pamit, Kita sudah salah jalan ketika kita memutuskan untuk menikah, Seharus nya itu tidak terjadi, seharus nya aku tidak hamil waktu itu, Aku bahkan berharap waktu dapat di putar kembali, supaya aku tidak pernah mencintai mu, namun meski begitu aku sangat terima kasih pada mu, meski kau tidak pernah mencintai ku, Tapi kau masih menafkahi aku lahir dan Batin, Karena mu juga ada penyemangat ku hadir ya itu Artia. Mungkin ini akan berat di awal untuk kita, tapi keputusan untuk berpisah adalah yang terbaik untuk kita Arnan, Maaf kalau aku ini egois, aku memikirkan hati ku tanpa memikirkan Artia yang akan hidup dalam keluarga yang broken home.


Jangan cari aku!, Kau juga tak akan menemukan ku dimana, Aku sedang belajar berjalan tanpa kau di samping ku, Setelah ini aku akan terbiasa tanpa mu - Tia.


Isi pesan Tia membuat Arnan meneteskan air mata, Ia kini sadar telah menyia-yiakan Tia, dan menyakiti hati nya terlalu dalam.

__ADS_1


"Maaf aku Tia." Lirih nya.


Namun tiba-tiba Pak Wijaya datang bersama Istri nya.


"Arnan." Teriak Pak Wijaya.


Arnan agak terkejut dan berdiri, Namun setelah itu Bu Sofi mendekati nya lalu melayangkan sebuah tamparan pada putra nya. Arnan menatap ibu dan ayah nya bingung, mungkin kah tamparan ini karena Tia sudah datang ke rumah dan mengadukan semua tentang nya.


"Apa yang kau lakukan pada Tia, sampai ia menangis dan membawa Artia pergi dari rumah." Tanya Pak Wijaya.


"Artia di bawa pergi?." Tanya Arnan terkejut.


"Iya, dia datang mengatakan akan berpisah dengan mu, apa yang terjadi sebenarnya, kalian berbulan madu dan kembali untuk berpisah?." Tanya Bu Sofi.


Arnan lalu duduk dan menangis. Pak Wijaya dan Bu Sofi melihat dengan heran. Untuk pertama kali nya ia melihat putra bungsu mereka sampai menangis seperti itu.

__ADS_1


"Aku salah, Aku salah sudah menyia-yia kan mereka." Ucap Arnan.


"Kau tidak berselingkuh kan?" Tanya Bu Sofi. Arnan mengelengkan kepala nya.


"Astaga, Mama tak mengerti kenapa hubungan kalian bisa berseperti ini, Mama dan Papa selalu mengajar kan kalian kasih sayang, berharap rumah tangga kalian bisa seperti Papa dan Mama sampai tua." Ucap Bu Sofi penuh kekecewaan.


Arya yang juga mendengar kabar itu datang dengan sekertaris nya Andre. Andre sudah tahu tentang alasan Tia pergi, tapi tidak dengan Arya yang berfikir ini urusan keluarga Arnan dan tidak berfikir ada nama Istri nya di dalam.


...•••...


Kalian udah baca belum karya baru Author. jangan lupa di baca ya.


butuh asupan ini hehehe


Suami Buta Pilihan keluargaku - Shanti san

__ADS_1



__ADS_2