Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
36 - Akan Kembali Pulang


__ADS_3

Malam hari nya.


Arnan kembali ke hotel dan melihat Tia duduk di sofa menatap layar televisi.


"Kau belum tidur?." Tanya Arnan.


"Kenapa memang nya?, Kau ingin aku tidur dan melupakan hari ini. melupakan perkataan mu kalau aku akan segera kembali dan aku cuman sebentar." Ucap Tia datar namun begitu tajam.


"Aku sudah kata kan, hanya untuk hari ini saja, aku akan menebus nya besok, lagi pula, kau tak boleh egois, Ini aku lakukan demi masa depan mu dan Artia."Jawab Arnan sembari membuka kemeja nya yang sudah bau alkohol.


"Egois?, Kau mengajak ku liburan karena hubungan kita kau tahu sedang tidak baik-baik saja, kau berjanji untuk tidak membawa pekerjaan saat liburan, lalu kita sampai di sini dan kau pergi dengan mereka untuk membicarakan bisnis, lalu pulang setelah bersenang-senang dengan mereka, lalu aku tak berhak marah, Jadi siapa yang lebih layak di sebut egois." Ucap Tia kini meninggikan suara nya. tatapan marah penuh kecewa ia tatap kan pada laki-laki di hadapan nya itu.


"Tolong lah, aku sedang tak ingin bertengkar." Kata Arnan.


saat ia membuka lemari untuk mengambil pakaian, ia melihat lemari itu sudah bersih, hanya tinggal handuk mereka yang tergantung di antara hanger.


Ia lalu melihat ke arah koper dan Melihat semua nya sudah Tia masukan ke dalam.

__ADS_1


"Apa ini?, Kau ingin pulang?." Tanya Arnan menatap Tia penuh heran.


"Aku sudah Menganti tanggal pulang kita besok pagi. percuma kita ada disini, aku rasa hubungan kita jauh semakin buruk dari ini." Ucap Tia.


"Kenapa kamu tak coba mengerti aku." Kata Arnan lagi. kini membuat amarah Tia semakin tak terkendali.


"Aku tak mengerti kamu, jadi kau pikir aku tak pengertian selama ini pada mu, kau sibuk dengan urusan mu, kau sibuk juga dengan pikiran mu sendiri, aku tak pernah berkata apa pun untuk menjaganya...( perkataan Tia terhenti karena dada nya terasa sesak akan sakit hati yang tertahan selama ini.) Air mata mengalir membasahi Pipi nya.


"Aku bahkan mengerti kalau kau masih mencintai Tiara." Kata Tia lagi walau pun berat sekali untuk ia ungkapkan saat ini.


Arnan duduk di tepi tempat tidur, menundukkan kepala nya dengan lemah.


Tia membuang nafas berat, lalu menjawab dengan datar.


"Mencari udara segar, tolong jangan cari aku, bersiap saja untuk pulang besok." Ucap Tia.


Tia lalu pergi dari kamar dan turun ke bawa hotel, entah mau kemana, ia pun tak tahu. untuk menenangkan diri ia duduk di taman tempat ia sempat berbincang dengan Boy. hari yang semakin malam dan Tia melihat semakin ramai nya orang.

__ADS_1


namun keramaian itu tidak ada apa-apa, ini merasa kalau kini ia hanya sendirian, hati nya begitu sunyi walau pun di sekitarnya penuh kebisingan.


Arnold yang baru pulang dari luar akan masuk ke kamar hotel melihat Tia tengah duduk sendiri dan melamun. Ia membuang nafas menatap Tia penuh kasihan, lalu ia masuk ke dalam gedung hotel. namun beberapa saat kemudian ia kembali keluar dengan sebotol minuman.


"Kau seperti nya butuh ini." Ucap Arnold membuat Tia menengadahkan kepala nya melihat siapa yang menghampiri nya.


Tia tersenyum tipis sekali, lalu mengambil minuman itu dari tangan Arnold.


"Terima kasih."


"Kau ingin berbagi?." Tanya Arnold sembari ia duduk di samping Tia berjarak 1 meter jauhnya.


Tia melihat nya Arnold dengan heran, tatapan seolah bertanya berbagi apa maksud nya.


"Berbagi makanan, minuman, atau berbagi tentang kegalauan mu." Ucap Arnold yang ingin membuat lelucon. namun tampak nya tak berhasil.


"Aku tak berbicara masalah ku dengan orang asing."Balas Tia datar.

__ADS_1


"Baik lah, kalau gitu, boleh kah kita berteman?." Tanya Arnold.


Tia menatap Arnold lalu menatap ke arah depan. Bertemu Arnold adalah salah satu kekecewaan Tia, karena melalui Arnold juga lah, Arnan bertemu tuan Bernard dan melupakan semua janji nya. Namun Tia tak mengatakan apa pun apa lagi menyalahkan Arnold. hanya saja ada kekecewaan tersendiri, ketika takdir mempertemukan mereka di sini.


__ADS_2