Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
31 - Bulan Madu


__ADS_3

Arnan dan Tiara pun datang ke tempat acara ulang tahun perusahaan Arnold. kedua nya masuk dan tampak banyak orang-orang penting mengobrol satu sama lain.


"Arnan." Arnold menghampiri, kedua nya pun saling berpelukan.


Arnold menyapa Tia dengan anggukan dibalas yang sama oleh Tia.


"Selamat ya." Ucap Arnan.


"Thanks, ayo kita mengobrol disana, ku perkenalkan sama mereka, Mari Tia." Ajak Arnold. Arnan pun mengangguk dan mengikuti.


Arnan pun tampak asik mengobrol dengan orang-orang perusahaan besar yang di kenal kan Arnold, sementara Tia Hanya duduk menahan kebosanan, karena ini bukan tempat yang cocok untuk nya.


"Sayang, aku mau kesana menyicipi kue nya." Ucap Tia pada Arnan.


"Kau bosan ya?." Tanya Arnan. Tia mengangguk.


"Baik lah, aku tidak akan lama." Balas Arnan.


Tia pun mengambil beberapa kue dan mencari meja yang kosong untuk ia duduk sendiri, ia merasa lebih enak duduk sendiri dari pada mendengar mereka berbincang.


"Tia." Sebuah suara yang tak asing bagi Tia, yang lekas menoleh, senyum nya mekar saat melihat siapa yang datang menghampiri nya.


"Boy, Kau disini." Ucap Tia.


"Iya, ini acara sepupu ku." Balas nya.


"Astaga kebetulan sekali, lama kita tidak bertemu, kau datang dengan siapa?." Kata Boy sembari tertawa kecil.


"Dengan Arnan."


"Oh iya, aku dengar kau dan Arnan menikah ya, aku tidak di undang."Ucap Boy.

__ADS_1


"Haha, kau tidak ada disini."


"Iya, iya, aku hanya bercanda Tia, tapi selamat ya, meski agak terlambat." Ucap Boy. Tia tersenyum mengangguk.


"Dimana suami mu?".


"Itu." Tia menunjuk ke arah Arnan berada, ternyata Arnan sudah melihat mereka dari jauh.


Boy menyapa Arnan dengan mengangkat tangan, Arnan membalas dengan mengangkat gelas yang ada di tangan nya, namun wajah nya tampak tidak bersahabat, datar saja melihat Boy.


"Dia masih sama seperti dulu, tidak suka pada ku seperti nya.", ucap Boy tertawa melihat Arnan yang tampak cuek dengan nya.


"Bukan kah kalian memang sudah tidak dekat sejak dulu, bahkan sejak terakhir kita berpisah saat wisuda." Ucap Tia.


"Tapi itu kan masa lalu, apa dia tipe orang yang susah move on." Kata Boy


"Aku harap bukan karena dia masih mencintai Tiara dan mengingat masa lalu itu." Lanjut nya kembali tertawa setelah mengucapkan itu.


"Aku hanya bercanda Tia." Kata Boy tersenyum, namun ada ketidak enakkan di dalam senyuman nya.


"Iya, aku tahu kau sedang bercanda Boy, tapi Arnan bukan kau yang sudah melupakan Tiara." Ucap Tia.


Boy mendengar tentu saja mengerutkan dahi nya tak mengerti.


"Kau Serius?, dia sudah memiliki mu, tidak mungkin Arnan masih memikirkan Tiara, ini sudah berapa tahun berlalu, Aku rasa itu hanya perasaan mu saja." Ucap Boy mencoba membuat Tia menepis pikiran nya tentang Arnan.


"Aku hidup dengan nya sudah lama Boy, meski tidak sampai belasan tahun, tapi aku tahu dia. dan kau tahu kan, Aku dan dia menikah karena apa." Tutur Tia.


Boy mengangguk, ia tahu tentang kisah Tia yang hamil di luar nikah karena tidur dengan Arnan saat mabuk bersama, gosip itu sudah menyebar bagaikan di tiup angin tanpa terkendali.


Perbincangan yang tangan hangat penuh tawa dan senyuman, kini menjadi sunyi di tengah keramaian.

__ADS_1


"Maaf Tia, aku seharus nya tidak membahas ini."


"Tidak apa-apa, Maaf juga, aku jadi memberitahu mu hal yang seharusnya tak ku katakan." balas Tia.


"Tidak-tidak, aku tidak masalah Soal itu, Kau bisa menghubungi ku kalau kau butuh teman cerita." Ucap Boy.


"Thank Boy, kau memang pendengar yang baik, aku nyakin kau bisa di percaya menjaga rahasia yang selama ini ku pendam sendiri." Ucap Tia lagi.


Boy mengangguk dengan senyuman dan pandangan yang simpati pada Tia. "Kau bisa mengandalkan ku." Ucap Boy.


Tiba-tiba Arnan datang menghampiri mereka.


"Hai boy."


"Hai, kau sangat sibuk seperti nya tadi disana." ucap Boy.


"Iya, di kenalkan Arnold, katanya kau sepupu nya."Ucap Arnan.


"Iya, aku sepupu nya. senang bertemu dengan mu kembali." Balas Boy. Arnan mengangguk dengan senyuman kecil.


"Apa kau lelah?." Tanya Arnan pada Tia.


"Iya, sedikit." Balas Tia.


"Boy, kami permisi kembali pulang ke hotel dulu ya."


"Iya, iya, silakan, hati-hati dijalan." Kata Boy.


Arnan dan Tia pun berlalu pergi setelah pamit dengan boy, boy melihat kepergian mereka, merasa Iba dengan Tia saat ini.


"Semoga hanya perasaan mu saja." Gumam Boy.

__ADS_1


__ADS_2