Salahku Mencintaimu

Salahku Mencintaimu
43 - Hampir Saja


__ADS_3

Saat tengah berbelanja di Sebuah Mall, Tia melamun memikirkan Arnan yang terus meminta kesempatan pada nya, Artia berlari kesana kemari, Artia bersama Tia tengah menunggu Bu Tiwi yang membayar belanjaan, tanpa sadar hampir saja Artia akan menuruni Eskalator.


"Tia." Sebuah Suara menyadarkan nya, melihat sekitaran dengan terkejut. Itu suara ibu nya yang berteriak dari jauh.


Tia Melihat Arnold Menangkap Artia tepat waktu, hampir saja gadis kecil itu terjatuh, Ia mengendong nya lalu membawa nya pada Tia yang juga berlari menghampiri nya.


"Dia hampir terjatuh." Ucap Arnold terdengar kesal. Arnold memberikan Artia pada Tia.


"Maafkan Mama sayang." Tia Mencium Artia berkali-kali, memeluk nya dengan erat, mengkhawatirkan Putri nya, kaki nya terasa sangat lemas ketika mengingat Hampir saja Artia celaka karena nya.


Bu Tiwi yang juga melihat dari jauh pun berlari kecil menghampiri Putri nya.


"Kau sudah gila Ya, kenapa membiarkan Artia berlarian sampai Ke Eskalator." Ucap Bu Tiwi memarahi Tia.


"Maaf Ma, aku tadi..."


"Melamun?."Bu Tiwi.


Tia terdiam, ia mengakui kesalahan nya, melamun hingga hampir membuat putri kecil nya celaka.


Bu Tiwi mengelengkan kepala nya saat Tia mengakui ia melamun. Arnold hanya melihat Tia di marahi ibu nya. Itu Marah yang wajar menurut Arnold, Karena sudah sepantasnya Tia lebih menjaga ketat Putri nya saat di tempat seperti ini, bukan membiarkan nya asik sendiri.


"Terima kasih Nak." Ucap Bu Tiwi mewakili Tia yang diam.


"Sama-sama."


"Makasih Arnold." Ucap Tia lagi. Arnold menganggukan kepala nya dengan sopan.


"Kalian saling kenal?." Tanya Bu Tiwi.

__ADS_1


"Iya Tante, perkenalkan saya Arnold." Balas Arnold.


"Terima kasih sekali Lagi Arnold, Main lah ke rumah jikalau sempat, sebagai ucapan terima kasih kita makan bersama." Ajak Bu Tiwi.


"Terima kasih Tante tawaran nya." Arnold melirik Tia yang tampak diam sedih.


"Kapan-kapan saya akan main kesana, sebelum saya kembali ke Amerika." Kata Arnold.


"Baik lah, kalau begitu kami pergi dulu ya, sekali lagi terima kasih." Ucap Bu Tiwi yang merasa bersyukur tadi Arnold menyelamatkan Artia.


Tia menganggukan sekali kepala nya pada Arnold untuk pamit pergi tanpa mengatakan apa pun lagi, tadi ia sangat syok ketika memikirkan apa yang terjadi.


"Uch astaga, sempit sekali dunia ini, bertemu dengan nya lagi." Batin Arnold sembari tersenyum kecil ia berlalu dari sana.


•••


Saat Tia sampai di rumah.


"Tiara."


"Tia, kamu sudah pulang, Tiara sudah menunggu kamu lama disini." Ucap Pak Hartono. Pak Hartono mengambil Artia dari gendongan tangan Bu Tiwi.


"Hallo Tante."


"Hallo Ara, Kamu makin cantik saja sayang, mana anak mu?."


"Ada di rumah Tante, Aku ingin mengobrol sama Tia." Ucap Tiara.


"Baik lah, Tante tinggal dulu ya, Kalian mengobrol lah." Ucap Bu Tiwi. Tiara pun menganggukan kepala nya.

__ADS_1


•••


Tia dan Tiara duduk di teras rumah mengobrol berdua.


"Tia, Aku sudah tahu penyebab kau dan Arnan akan berpisah, Semua karena aku?." Tanya Tiara.


"Ra, Siapa yang memberitahu mu?." Tanya Tia.


"Tidak penting siapa, berarti benar kah karena aku?." Tanya Tiara lagi.


"Bukan, bukan seperti itu Ra."


"Maafkan Aku Tia, tapi jujur saja, aku tidak pernah menyangka kalau Arnan masih mencintai ku, padahal aku sudah berusaha menjaga jarak dengan dia, dan selalu bersikap romantis bersama mas Arya di depan nya, untuk mempertegas hubungan kami." Lanjut Ara.


"Ra, ini bukan salah mu, Tapi salah Arnan, Kita tidak bisa melarang siapa pun untuk jangan mencintai kita kan, selagi kita tidak menggubris nya, Maka itu bukan salah kita." Ujar Tia.


"Arnan memang tak bisa mencintai ku Ra, Aku sadar itu, meski hubungan kami baik, dan dia mau menyentuh ku, ku rasa hanya karena untuk kebutuhan nya saja, alasan lain nya, ia menerima ku juga karena Ada Artia di antara kami." Ucap Tia dengan suara yang terdengar bergetar menahan tangis.


"Dia selalu menyibukkan diri nya dengan pekerjaan, Karena tanggung jawab nya dan juga untuk menghindari ku seperti nya." Ucap Tia.


"Tia, kau tak bisa menilai itu dari pandangan mu saja, siapa tahu tidak seperti itu." Ucap Ara.


"Aku Tahu Ra, aku sangat tahu Arnan. untuk sekarang aku sedang tak ingin bertemu dengan nya Ra, aku ingin menenangkan hati ku."Ucap Tia.


"Aku merasa bersalah kalau kalian sampai bercerai Tia, Aku berharap kau mau memberikan kesempatan pada Arnan, Kalau kalian kembali, aku janji akan pergi lebih jauh lagi bersama Mas Arya." Ucap Tiara.


"Gak Perlu Ra, jangan lakukan itu, ini bukan salah mu, Maaf kalau kemarin Aku mencueki mu Ra, tapi aku sudah sadar kalau ini bukan salah mu, kau sama sekali tidak pernah tahu dan bahkan tak pernah meladeni nya, kau mau memaafkan ku kan?." Ucap Tia.


"Aku tak pernah marah pada mu Tia, Aku hanya ingin kamu katakan jika aku salah dan melukai hati mu, Aku akan berusaha memperbaiki nya. tapi jangan menghindari Ku lagi." Kata Tiara.

__ADS_1


Mendengar kata sahabat nya, Tia meneteskan Air mata, ia lalu memeluk Tia, kedua nya saling berpelukan dan menangis.


__ADS_2