
1 jam yang lalu. Tia datang untuk pamit pada kedua mertua nya dan membawa Artia untuk pamit pulang ke rumah orang tua nya.
Tia tak pernah mengatakan tentang pertengkaran apa yang terjadi antara dia dan Arnan.
Tia hanya mengatakan kalau Dia dan Arnan akan berpisah, Bu Sofi dan Pak Wijaya yang mendengar tentu saja heran.
"Ada masalah apa Tia?." tanya Bu Sofi cemas.
"Aku tak bisa menjawab nya ma, Tanyakan saja Pada Arnan."Kata Tia.
"Tapi kamu gak boleh pergi, jangan seperti ini " Kata Bu Sofi lagi, berharap menantu nya tidak akan pergi dan tetap disini sampai ia meminta Arnan datang.
"Maaf Ma, untuk sekarang aku sedang ingin sendiri. tolong pengertian mama." Kata Tia.
Bu Sofi melihat suami nya, suami hanya diam, namun mengangguk kecil, mengisyaratkan Istri nya untuk jangan memaksa, biarkan Tia sendiri.
"Tapi kamu harus janji sama Mama akan baik-baik saja. kalau mama menghubungi mu, kau harus mengangkat nya." Kata Bu Sofi.
Tia mengangguk, meski ia belum tahu, aku menghilang tanpa kabar lagi atau bersembunyi dari kenyataan yang harus ia hadapi untuk berpisah dengan Arnan.
__ADS_1
Berat memang bagi Tia, karena Ia sangat mencintai Arnan, mencintai keluarga nya ini.
Tiara yang berdiri di pojokan melihat dan mendengar ucapan Tia, Tia melihat Tiara pun lekas mendekati nya.
Tia memeluk Tiara dengan erat dan menangis tersendu.
"Ra, Aku pergi dulu." Ucap Tia.
"Kau tak ingin berbagi dengan ku juga?." Tanya Tiara yang cairan bening ikut mengalir membasahi pipi, meski ia tak tahu apa masalah yang di hadapi Sahabat nya, tapi ia bisa merasakan betapa terluka nya Tia saat ini.
"Aku akan menghubungi mu nanti." Kata Tia.
Tia pun pamit setelah itu dari rumah ibu mertua nya, dan pergi kembali ke rumah orang tua nya dengan Artia.
setelah Tia pergi, Bu Sofi terus mencoba menghubungi Arnan, namun ponsel Arnan tidak sedang bersama dengan dia saat ia melampiaskan kekesalan nya di ruangan kerja itu pun tidak tahu, hingga membuat Bu Sofi dan Pak Wijaya harus datang ke rumah Arnan untuk menanyakan apa yang terjadi.
Tia pulang ke rumah orang tua Nya, yang sudah mendapatkan kabar dllewat telefon dari Pak Wijaya dan Bu Sofi.
sama hal nya dengan mertua Putri nya, Pak Hartono dan Bu Tiwi juga sangat kecewa dengan keputusan yang putri mereka ambil.
__ADS_1
Saat melihat putri mereka kembali, melihat raut kesedihan di wajah putri nya, membuat mereka mengurungkan niat untuk menanyakan apa yang terjadi antara dia dan Arnan.
Bu Tiwi mengambil Artia dari tangan Tia.
"Ma, Pa." Tia memanggil dengan ragu, entah ia harus memulai dari mana menjelaskan nya.
"Papa dan Mama sudah mendengar tentang ini dari mertua mu, Kamu istirahat dulu, nanti kita akan bicara lagi." Kata Pak Hartono.
Tia pun meninggalkan Artia pada kedua orang tua nya, Ia masuk ke kamar nya semasa ia gadis, semua masih sama, masih dengan posisi yang sama. Tia duduk dan menangis memikirkan langkah nya saat ini.
Menangis di kamar melampiaskan kesedihan nya. Pak Hartono dan Bu Tiwi yang mendengar dari luar pintu kamar putri mereka menangis ikut merasa sedih.
...•••...
Kalian udah baca belum karya baru Author. jangan lupa di baca ya.
butuh asupan ini hehehe
Suami Buta Pilihan keluargaku - Shanti san
__ADS_1