
Nama ku raysa azahra, aku tinggal bersama dengan ibu ku dirumah yang sangat sederhana. aku adalah salah satu siswa di sekolah elit dimana siswanya semua berasal dari keluarga kaya raya.
kalian pasti bertanya kenapa aku bisa sekolah disana, itu karena aku mendapatkan rekomendasi dari mamanya pacarku Aditia graha. sudah tiga tahun aku menjadi pacarnya meskipun sampai sekara8ng aku tidak tahu latar belakang pacar ku namun aku tau dia orang yang sangat baik.
aku menyelamatkannya lima tahun yang lalu ketika ia dibuli preman di jalanan, sejak itulah kami berteman hingga setatusku berubah menjadi pacarnya.
######
Sayup - sayup aku mendengar suara adzan berkumandang dari masjid dekat dengan rumah ku. dengan terpaksa aku membuka mata ku untuk menunaikan sholat subuh meskipun mata ku masih sangat mengantuk karna tadi malam aku membantu ibu membuat mie untuk ibu berjualan. iya ibuku membuka warung kecil - kecilan di depan rumah meskipun hanya menjual mie ayam namun penghasilan kami cukup untuk makan sehari - hari.
__ADS_1
Setelah sholat aku membantu ibu menyiapkan peralatan ibu untuk berdagang hari ini, mengais rezeki untuk menutupi kebutuhan kami sehari -hari. sedangkan ibu ku sudah meletakan nasi goreng di meja makan sederhana yang ia buat untuk sarapan kami.
" ayo makan dulu nak " ajak ibuku.
Aku berjalan mendekati meja makan dan mengambil piring yang sudah ibu sediakan tadi, ku ambil nasi secukupnya kepiring ku tak lupa kutuang teh manis hangat kegelasku. Aku duduk di kursi dan mulai menyantap makananku, masakan ibu memang yang paling enak di lidah ku.
Setelah perutku terasa kenyang aku membawa piring kotor bekas tempat makan ku dan ibu ke dapur, kucuci piring dan peralatan2 yang kotor di kamar mandi. setelah semua selesai aku pergi ke kamarku untuk bersiap - siap ke sekolah.
" raysa cepat sedikit nak Adit udah nunggu tu di depan".
__ADS_1
Aku berjalan keluar benar saja Adit sudah menungguku dengan motor maticnya, ia memandang ku dengan senyumannya. senyuman yang sangat manis sekali di tambah lagi dengan wajahnya yang tampan di atas rata - rata hingga banyak para wanita yang mengidolakannya, aku juga bingung kenapa ia malah memilih ku menjadi pacarnya.
aku berjalan mendekati ibu ku raih tangan ibu dan menciumnya.
" ibu aku berangkat sekolah dulu"
" hati - hati kalian di jalan jangan ngebut dit" kata ibu pada Adit.
" siap tante" kata Adit.
__ADS_1
Tidak berapa lama kami sampai di sekolah, Adit menggandeng tangan ku berjalan menuju kekelas . sejujurnya aku sedikit malu tiap di sekolah Adit selalu menggandeng tanganku, entahlah sebenarnya apa yang dipikirkan Adit hingga ia terus menggandeng ku meskipun banyak orang-orang yang mengejek kami namun ia tidak peduli. ia selalu mengatakan pada ku untuk tidak mendengarkan kata -kata orang lain cukup memikirkan dirinya saja, emang sih di sekolah teman ku hanya ada satu orang yaitu pacarku Adit secara siswa -siswa disini perekonomian orang tuanya semuanya menengah ke atas sedangkan aku hanya anak penjual mie ayam.
Bagaimana dengan orang tua Adit aku juga tidak tau sekaya apakah dia, yang aku tau dia selalu mengajak ku kemanapun dengan motor maticnya, sedangkan siswa yang lain membawa mobil - mobil mewah, jikapun tidak membawa mobil sendiri pasti di antar sopir pribadi mereka tentunya dengan mobil mewah yang aku sendiri tidak tau mereknya. namun aku sedikit bingung meskipun Adit hanya membawa motor matic tapi ia memiliki tempat parkir khusus di sekolah ini, tiap aku bertanya ia tidak pernah menjawab hanya tersenyum kepada ku.