Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
39


__ADS_3

Sepuluh hari sudah aku berkeliling kota B namun belum menemukan Tiara, begitu juga dengan yang lainnya yang ikut mencari Tiara.


" Dimana sebanarnya kamu Tiara" batin ku.


trut..trut..trut


Suara getar ponsel yang ku letakan di dasbord mobil. Aku mengangkat panggilan dari Lucky siapa tau ada kabar bagus.


" hallo"


" Lo dimana? anak buah ku menemukan lokasi Tiara"


" bagus Ku gue masih di jalan xx ni, search alamatnya ya"


" oke"


Tidak berapa lama pesan dari Lucky sudah masuk di ponsel ku. Aku membuka pesan tersebut kemudian bergerak ke tempat yang di maksud. Tidak butuh waktu lama aku sudah berada di tempat yang dimaksud. Aku mengedarkan pandangan memperhatikan sekitaran tempat tersebut, kemudian disebrang jalan tepatnya di salah satu supermarket aku melihat gadis yang mirip sekali dengan perawakan Tiara. Aku menuruni mobil menyebrang jalan berharap gadis yang kulihat adalah Tiara.


Aku sudah berada di rak dekat gadis itu mengambil barang yang hendak ia beli. Benar dia adalah Tiara, gadis yang paling aku rindukan, rasanya ingin aku peluk jika tidak ingat di sini banyak orang berbelanja.


Tiara tidak menyadari kehadiran ku, ia sibuk memilih barang-barang yang hendak ia beli. Aku hanya mengikutinya diam-diam, aku tidak ingin ia pergi lagi meninggalkan aku karena mengetahui kehadiran ku.

__ADS_1


Setelah selesai mengambil barang yang Ia ingin beli, Tiara kemudian membayar semua barang tersebut di kasir, sedangkan aku menunggunya di pintu masuk supermarket tersebut. Nampaknya Tiara sudah selesai dan berjalan menuju pintu keluar. Aku menarik tangannya membawanya masuk kedalam mobilku yang terparkir di depan supermarket tersebut. Tiara nampak terkejut karena orang yang menariknya adalah orang yang paling dihindarinya.


" Raka"


" kenapa Kamu harus pergi dan bersembunyi sendirian disini?"


" Maaf" hanya kata maaf yang ia katakan dengan buliran air mata yang mulai jatuh membasahi pipinya.


" Dimana kamu tinggal?"


" Aku tidak mau pulang"


" di ujung jalan sana, Tapi.." belum sempat ia menyelesaikan ucapannya, aku sudah memotong pembicaraannya.


" ambil semua barang mu dan kita pulang"


" Tapi aku mau disini Ka. Aku tidak menginginkan pertanggung jawaban mu karena ini salah ku"


" Aku bilang pulang"


" aku ga mau"

__ADS_1


" kenapa kamu keras kepala sih Ra, kamu membuat aku kawatir"


" Aku tidak bisa melupakan mu jika aku terus bersama mu hik hik hik. Aku juga tidak sanggup melihat mu dengan wanita yang kamu cintai Ka apa kamu tidak mengerti" Tiara berbicara sesegukan.


Aku menghentikan mobil yang aku kendarai di pinggir jalan kemudian menarik tengkuk Tiara dan kemudian mengecup bibirnya cukup lama." Aku mencintai mu" kata yang lolos dari bibir ku menggambarkan perasaan ku padanya.


Tiara nampak diam, matanya membesar mendengar apa yang aku katakan dia seolah mencari pembenaran dari kata- kata ku.


" boleh kamu mengulangi apa yang kamu bilang, sepertinya aku salah dengar"


" I Love You Tiara Graha.


Aku cinta pada mu" Aku mengatakannya dengan Keras kali ini.


"hahahaha" Tiara tertawa keras namun air matanya masih mengalir membuat aku bingung dengan tingkahnya.


" Kayanya otak ku udah miring hingga aku salah dengar apa yang kamu ucapkan" Kata Tiara masih tidak percaya dengan apa yang ia dengar.


Aku kembali mengecup bibirnya sekilas kemudian memeluknya erat " Aku benar-benar mencintai mu Tiara Graha Binti David Graha jadi jangan tinggalkan aku lagi"


" Aku juga mencintaimu Raka Putra" Akhirnya Tiara menjawabnya dan membalas pelukan ku, namun ia masih menangis, namun tangisannya adalah tangisan bahagia.

__ADS_1


__ADS_2