
Aku dan Tiara dalam perjalanan kembali ke kediaman Graha. Semua keluarga telah aku kabari kepulangan kami dan mereka semua menunggu kami di sana. Sebelum pulang aku membawa Tiara ke suatu tempat yang tidak ia ketahui.
Kami berada di dalam mobil berdua. Aku dan Tiara hanya diam tidak ada yang memulai percakapan, Tiara hanya memandangku mengemudikan mobil yang bergerak tidak terlalu kencang.
" Kenapa memandangku seperti itu" perkataan ku mengagetkan Tiara membuat wajahnya menjadi merah menahan malu dan mengalihkan pandangannya.
" Tidak .. anu .. emm".. jawaban Tiara gugup.
Aku hanya tersenyum lucu melihat tingkah Tiara yang gugup namun menambah kegemasan diwajahnya." Aku mau perkenalkan kamu dengan seseorang"
__ADS_1
" siapa"
" nanti juga kamu tau" Tiara tidak menjawab lagi, ia menatap lurus ke depan memperhatikan jalan yang kami lalui namun ekspresinya menunjukan ia sedang menebak- nebak siapa yang akan aku kenalkan padanya.
Kami sudah berada di salah satu TPU tempat ibuku dimakamkan. Tiara nampak heran kenapa aku mengajaknya kemari namun ia tidak bertanya hanya mengikuti aku dari belakang.
" Maaf bunda Raka baru bisa mengunjungi bunda, Raka bersama calon Istri Raka. Kenalkan namanya Tiara". aku berbicara ke makam tersebut seolah- olah bunda yang dimakamkan disana bisa mendengar ku.
" Assalamualaikum bunda kenalkan aku Tiara" kata Tiara mengikuti ku berbicara pada sebuah makam.
__ADS_1
" Kamu tau aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari ibu, aku juga menderita penyakit kelainan jantung sejak aku lahir sehingga aku hampir saja menyerah karena terlalu lelah menjalani berbagai pengobatan. Hingga akhirnya kak Raysa datang memberikan warna dalam hidup ku. Aku mulai menyayanginya bahkan perasaan itu tumbuh menjadi cinta, namun aku tau cinta kak Raysa hanya untuk Kak Adit. " aku menjeda kalimat ku dan menghembuskan napas ku kasar.
" Aku pernah ingin menghindari mu karena tidak ingin memberikan harapan palsu padamu namun kamu terus ada di dekat ku dan aku menyukainya tapi aku tidak tau apa arti perasaan suka itu. Aku hanya takut tidak bisa mencintai mu dah hal itu membuat mu terluka. Itulah kenapa aku menolak mu tapi saat kamu tidak ada disamping ku hati ini merindukan mu, merindukan kejahilan mu, merindukan perhatian mu juga sifat kekanak- Kanakan mu. Aku sadar aku mulai mencintai mu" aku menghentikan kata- kata ku kemudian menoleh kepada Tiara. Aku menatapnya, membaca mimik wajahnya saat ini. Tiara hanya diam mendengarkan setiap penuturan ku." mulai sekarang jangan tinggalkan aku lagi, aku mohon".
Tiara menggenggam tangan ku menyandarkan kepalanya di bahu ku, menikmati aroma tubuh ku mencari ketenangannya disana. matanya menatap pusaran bunda.
" Bunda, aku berjanji akan mencintai Raka seumur hidup ku, meberikan kasih sayang yang belum pernah ia rasakan juga mengukir warna pelangi di kehidupannya selanjutnya karena dia adalah hidupku, duniaku dan tujuan ku, aku mohon restui kami bunda" aku terharu mendengar kata- kata Tiara.
Aku memeluk pinggang Tiara yang bersandar di bahuku. merasakan rasa bahagia ini bersama semoga saja setelah ini hanya ada bahagia dalam hidup kami dan mulai sekarang ujian hidup akan kami hadapi bersama. " Terima kasih Sang Pencipta, Engkau telah kirimkan dua wanita hebat di kehidupan ku Kak Raysa dan juga Tiara. Aku akan terus berusaha membahagiakan mereka" batin ku.
__ADS_1