
Pagi - pagi aku sudah siap menata semua makanan yang aku masak untuk sarapan pagi. Ayah dan Raka juga sudah duduk di tempat masing, namun belum juga kami makan Lucky , Jay dan Tiara datang bertamu kerumah kami. Papa mengajak mereka makan bersama kami semua.
" Jadi kalian saling kenal" pertanyaan ku pada mereka memulai pembicaraan kami di meja makan.
" ia Tiara teman ku honey" Jawab Jay.
" Ada acara apa, tumben kalian datang pagi - pagi, sama Tiara pula itu?".
" Kami ada sedikit urusan honey" jawab Raka.
aku hanya ber o ria. sedikit bingung dengan mereka hari ini.
Aku pergi bersama ayah kerumah sakit. sampai dirumah sakit para dokter mengadakan meeting seperti biasa untuk mendiskusikan penanganan penyakit yang agak sulit di tangani dari beberapa pasien. setelah itu setiap dokter dan rekannya melakukan visit ke ruangan pasien masing - masing, begitulah kegiatan kami setiap hari di rumah sakit kecuali hari libur.
Aku, dokter muda dan dua perawat sudah mulai melakukan visit dari ruangan satu pasien ke pasien lain, melakukan pemeriksaan dan menanyakan keluhan dari setiap pasien tersebut. setelah selesai aku menjelaskan obat apa dan cara penanganan yang cocok dari setiap pasien kepada perawat yang bertugas piket hari ini. Ruangan terakhir yang aku kunjungi adalah ruangan Om David.
Aku sudah berada di depan ruangan On David, kuraih gagang pintu kemudian membuka pintu tersebut dan menyapa mereka semua yang ada di sana.
" selamat pagi"
" selamat pagi ibu dokter" sapa Tante widia.
Aku melihat Adit duduk di salah satu sofa dengan pakaiannya yang rapi, biasanya setiap aku visit pagi keruangan om David hanya ada Tante widia. Aku sedikit canggung melihat Adit tersenyum padaku dan mendekati ku, kemudian Adit berjongkok dan membuka kotak cincin di hadapan ku.
__ADS_1
" Raysa Putri maukah kamu menikah dengan ku, menjadi pendampingku seumur hidup ku?"
Aku tidak bisa menjawabnya aku benar - benar terharu Adit melamar ku. Air mata ku jatuh sendiri mengisyaratkan betapa bahagianya hati ku saat ini. Di belakang ku rekan kerja dan Tante widia meminta ku untuk menerima lamaran Adit sambil bertepuk tangan.
" terima...terima..terima" kata mereka serentak.
Sebelum menjawab, aku melihat om David menganggukkan kepalanya tanda setuju atas hubungan kami.
" aku bersedia". jawabku dengan suara rendah ku.
Adit bangkit dan memeluk ku. Aku dan Adit merasa sangat bahagia hari ini cinta kami akhirnya dapat bersatu.
" hari ini kita akan menikah". kata Adit memberi tahu ku.
" hari ini bukannya terlalu cepat, aku belum menyipkan apapun".
"kamu tidak perlu menyiapkan apapun, aku sudah menyiapkan semuanya".
Adit membawa ku ke salah satu ruangan rumah sakit yang sudah di sulap menjadi ruangan akad. Disana sudah berada Raka, lucky, Jay juga Tiara dan beberapa tamu karyawan rumah sakit. Ayah, Tante Widia dan om David juga menyusul kami ke ruangan ini. Di meja yang akan dipakai untuk akad juga sudah duduk seorang penghulu membawa surat - surat yang harus kami tanda tangani.
" maaf kita akad dulu hari ini, pestanya nyusul ya sayang" kata Adit pada ku.
" ini aja udah cukup buat aku bahagia" jawab ku terharu dengan apa yang disiapkan Adit.
__ADS_1
Tiara membawa ku kesalah satu ruangan, disana sudah ada seorang wanita yang bertugas merias ku, menyulapku menjadi seorang putri hari ini.
Dari ruangan tersebut aku mendengar Adit mengikrarkan janji sucinya menjadikan aku miliknya pada sang maha cinta. janji suci yang mengikat ku menjadi istrinya, dan menjadikan kebahagiaanya menjadi prioritas utama ku mulai saat ini.
Setelah akad nikah yang di ucapkan Adit, Tiara membawaku duduk di samping Adit. Aku mencium tangan Adit kemudian Adit mencium keningku menunjukan pada semua orang bahwa kami adalah pasangan suami istri sekarang.
Semua tamu yang menjadi saksi bersatunya cinta kami dipersilahkan menikmati hidangan yang sudah disiapkan, sedangkan Aku dan keluarga ku duduk bersama saling bertukar cerita bersama, mereka juga memberikan kami kado.
" jadi saya tidak boleh mencium kening honey lagi dong pak Adit?" goda Lucky karena ketiga adik ku sukamencium pipiku entah apa alasan mereka.
" kalo kamu berani, saya akan paksa nyawa mu keluar dari tubuh mu" jawab Adit membuat semua tertawa mencairkan suasana hari ini.
" ohya kalau pak Adit sudah bosan pada honey pak Adit boleh datang ke club ku, di clubku banyak cewe cantik yang datang, akan ku kenalkan mereka pada anda pak Adit" tambah Jay
" kalau dia berani, aku patahkan kakinya saat dia pulang kerumah" jawabku.
" ternyata honey galak juga ya setelah bertemu kembali dengan pak Adit. " tambah Jay lagi menggoda ku.
" aku titip kakak ku pada mu Pak Adit" kata Raka dengan perasaan beratnya melepaskan ku.
" terima kasih ya Ka, sudah menjaga Raysa selama ini". ucapan tulus Adit pada Raka.
" Mama dan Papa berharap keluarga kalian bahagia itu saja do'a kami"kata mama Widia.
__ADS_1
" Ayah ingin cucu yang banyak biar ramai yang menemani ayah selain ketiga pembuat onar itu" kata ayah sambil memandang ketiga adik ku. Hanya Tiara yang diam sibuk mencuri pandang pada Raka, sepertinya Tiara memiliki perasaan pada Raka. Setelah semua acara selesai kami kembali ke rumah masing - masing. Aku kembali kerumah Adit meninggalkan Ayah dan Adik ku Raka.