Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
41


__ADS_3

Setelah beberapa menit perjalanan dari TPU tempat pemakaman Bunda, Aku dan Tiara sudah sampai dikediaman Graha, disana semua keluarga sudah menunggu termasuk Jay dan Lucky, Mereka terlihat bahgia melihat kepulangan Tiara. Aku dan Tiara mendekati mereka kemudian Tante Widia langsung memeluk Tiara, mencurahkan semua rasa khawatirnya selama Tiara pergi tanpa kabar.


" Kamu kemana aja nak, Mama kawatir kamu kenapa- napa" Kata Tante Widia pada Tiara.


" Maafkan Tiara Ma hik.. hik..hik.." jawab Tiara sesegukan. Suasana menjadi hening hanya terdengar suara tangisan Tante Widia dan Tiara, sedangkan Kak Raysa dan Kak Adit mengelus- elus pundak Tante Widia dan Tiara memberikan kekuatan pada mereka, yang lain yang ada disana hanya memperhatikan saja tangisan haru seorang ibu dan anak yang saling merindukan satu sama lain.


" Udah-udah ayo masuk semua, disini dingin hari sudah gelap" kata om David memecah kesunyian kami.


" Maaf..maaf Tante jadi lupa, ayo masuk Tante udah masak banyak untuk menyambut kepulangan Tiara".


" Asik makan besar" jawab Lucky dan Jay berbarengan.

__ADS_1


Kami semua masuk kedalam rumah dan menyantap semua makanan yang disiapkan Tante Widia di meja makan. Kami makan dengan saling melempar candaan menambah nikmat rasa makanan ini, namun aku menjadi korban candaan mereka.


" Ka jangan banyak makan nanti Tante Widia ga jadi angkat Lo jadi menantu" kata Jay disela- sela ritual makan malam kami, sedangkan yang lain malah tertawa mendengar candaan Jay yang tertuju untuk ku.


" Iya boy, kalo kamu gendut dunia entertainment juga ga bakalan pake dirimu lagi" tambah Kak Raysa.


" kalo ga dipakai lagi jadi artis, Raka bisa aku pekerjakan sebagai penguji rasa di perusahaan aku, ya kan Ka." saran konyol dari Kak Adit.


" sudah-sudah jangan godain calon mantu Tante lagi, Tante senang Raka menyukai masakan tante kok"


" Terima kasih Tante udah belai Raka" kata ku senang sambil menjulurkan lidah ku kepada mereka yang menggoda ku.

__ADS_1


" Alah sok manja lu" kata Jay lagi.


" biarin yang penting aku disayang mertua, lah elo ga punya pacar sampai sekarang"


" gue bukan ga punya pacar tapi mencari yang lebih baik dan bentar lagi juga Tiara ninggalin Lo kemudian beralih sama gue kalau tau sifat asli Lo yang manja itu"


" jangan macam- macam Lo ya gue jadiin makanan harimau dikebun binatang kalau Lo berani rebut Tiara" ancaman ku pada Jay, yang lain hanya tertawa dengan perdebatan antara aku dan Jay yang ga penting.


" udah- udah habiskan makanannya" kata Tante Widia menghentikan perdebatan kami.


Perkataan Tante Widia sukses membuat kami menikmati makanan yang ada tanpa suara-suara ga da manfaat yang hanya membuat sakit kuping pendengarnya. Tiara kadang-kadang mencuri pandang pada ku, entah apa yang ia pikirkan namun aku yakin ia bahagia dengan keadaan sekarang.

__ADS_1


Setelah selesai makan, kami menghabiskan waktu bersama di belakang kediaman Graha. Kami duduk di gajebo di tengah taman cantik milik Tante Widia, saling bercerita kadang- kadang tertawa bersama ditemani cemilan enak dan jus jeruk buatan Tante Widia . Aku baru merasakan kebahagian memiliki keluarga besar seperti ini, aku berharap semoga keluarga kami nantinya terus seperti ini.


__ADS_2