
Adit POV.
Setelah dari toilet aku ingin segera bergabung dengan istriku yang berada di ruangan ku. aku terkejut saat melihat istriku tertidur dilantai begitu juga dengan ponselnya namun dari ponselnya sepertinya masih ada orang yang berbicara.
" hallo....hallo Tante...Tante masih mendengarku... hallo" suara gadis kecil, " apa aku salah dengar" pikirku sehingga aku memastikan siapa yang menelpon dan nama orang yang membuat panggilan adalah Tiara.
segera ku letakan ponsel Raysa di telingaku karena aku yakin ada yang tidak beres.
" hallo"
" hallo om ini Melati, mbak Tiaranya kelelahan karena mengejar mobil penculik putranya dan ia meminta ku menghubungi Tante Raysa"
DUAR..."kata-kata anak itu seperti petir yang menyambar pantas saja Raysa pingsan" batin ku.
" iya dik...ini Kakaknya Tiara
Oya om minta tolong jaga mbak Tiaranya sampai ada yang jemput, boleh? dan satu lagi pegang ponsel itu jika ada yang menelpon kamu tolong di angkat"
" tentu saja om" jawab gadis kecil itu.
aku mengakhiri panggilan tersebut kemudian mengangkat tubuh Raysa ala bride style menuju parkiran kantor, semua karyawan yang melihat kami merasa bingung namun tidak ada yang bertanya, aku juga tidak memiliki kesempatan menjelaskan kepada mereka.
Aku dan Raysa sudah sampai di dalam mobil. Tubuh Raysa kurebahkan di bangku penumpang sedangkan aku duduk di kursi kemudi, selanjutnya aku mengambil ponsel ku dan menghubungi Raka untuk menjemput Tiara dan membantu ku mencari cara menemukan Zian.
__ADS_1
Tut...Tut...Tut..Tut..
" hallo Kak"
" Ka tolong jemput Tiara di jalan xx setelah sampai disana telpon ke nomornya, ada gadis kecil yang menjaganya disana dan setelah kamu membawa Tiara kerumah sakit tolong datang kerumah dengan Jay dan Lucky untuk membantu Kakak mencari Zian"
" Maksudnya Kak" tanya Raka meyakinkan apa yang ia dengar.
" Zian di culik"
" Apa..... iya Kak tunggu kami disana"
" ia"
Tidak butuh waktu lama mobil ku melaju di jalanan, kami sudah sampai di Rumah kediaman Adit. Aku membawa Raysa kekamar dan menidurkannya, ia masih saja tidak sadar membuat aku kawatir. Satu sisi anak ku entah bagaimana nasibnya dan disisi lain istriku nampak lemah tak berdaya mendengar berita penculikan putra kesayangannya.
" Dit...Adit kamu dimana" suara Mama memanggil ku. Ia tergesa-gesa menuju kamar yang aku dan Raysa tempati.
" iya Ma"
" Mana Raysa nak?" tanyak Mama berusaha tegar padahal aku tau dia juga takut terjadi apa-apa pada cucu kesayangannya. Nampak Papa berjalan tergesa-gesa mengikuti Mama dari belakang dan tidak terlalu lama Ayah Bram juga sampai di kamar Ku dan Raysa.
Ayah Bram mengambil peralatannya kemudian memeriksa keadaan Raysa.
__ADS_1
" Raysa tidak apa-apa cuma syok aja" Kata Ayah Bram meyakinkan kami semua. "bagaimana dengan Tiara?" Kata ayah Bram Lagi bertanyak karena ia tidak melihat Tiara dan Raka di sini.
" Adit sudah meminta Raka membawa Tiara kerumah sakit"
" apa Tiara baik-baik saja Dit, terus bagaimana dengan kandungannya?" Tanyak Mama yang memang sangat kawatir.
" Adit juga gak tau Ma, kita tunggu Raka dulu baru kita tanyak keadaan Tiara"
" ya Allah Gusti lindungi Tiara dan calon cucu ku juga jaga Zian dia terlalu kecil, dia ga tau apa-apa" hik...hik..hik..( suara tangisan Mama)
" yang sabar Ma" kata papa mengelus-elus pundak Mama, memberikan ketenangan untum Mama.
"Zian...Zian..Zian..." Rancau Raysa sadar dari pingsannya.
" Iya sayang" aku mendekap tubuhnya dari samping karena aku tau ia benar-benar lemah saat ini.
" Mas Zian Mas".
" iya kita akan menemukan putra kita, kamu yang kuat ya sayang do'akan anak kita baik-baik saja". berusaha menguatkan Raysa padahal aku sendiri takut putra ku kenapa-napa.
" Ya Allah lindungi putra hamba ,jika boleh biarkan hamba saja yang merasakan derita anak hamba".
hik...hik..hik..hik.. ( suara tangisan Raysa dan Mama beradu dalam kekawatiran mereka, menambah kecemasan kami dengan keadaan Zian. Papa dan Ayah Bram juga nampak prustasi dengan kejadian ini namun mereka memilih diam memikirkan cara untuk menemukan Zian. Sedangkan aku sendiri tidak tau harus bagaiman rasanya aku menjadi bodoh untuk memikirkan cara menemukan putraku.
__ADS_1