
Semua keluarga sudah berada di luar rungan Papa David. Papa David belum sadarkan diri dari efek obat bius pasca oprasi tadi. Aku duduk di samping mas Adit disana juga duduk Tiara dan disebelahnya duduk Raka, sedangkan Mama sudah diantar pulang oleh supir keluarga karena mama sudah terlalu capek menjaga Papa akhir - akhir ini. Kami diam tanpa suara menunggu Papa sadarkan diri, aku juga sesekali memeriksa memastikan keadaan Papa.
Sudah cukup lama kami berada disana namun Papa belum juga sadar.
" Tiara kamu pulang saja duluan sama Raka, keadaan mu pasti kurang sehat setelah kamu mendonorkan banyak darah mu untuk Papa". kata Adit memecah kesunyian.
" Ga papa kak, aku baik- baik saja. Aku ingin melihat papa sadar". jawab Tiara
" kalo gitu aku beli makanan dulu untuk kalian" kata Raka kemudian ia meninggalkan kami disana.
__ADS_1
Tiara menunggu Papa di ruangan papa sedangkan aku dan Adit menunggu di luar. tiba - tiba Tiara berteriak memanggil kami dari dalam ruangan tersebut, ia mengatakan kalau Papa sudah siuman.
Aku dan Mas Adit masuk kedalam ruangan tersebut kemudian aku memeriksa Papa memastikan keadaannya sudah baik - baik saja.
Papa meminta minum katanya haus. kemudian Mas Aditia memberikan Papa minum.
" Alhamdulillah Papa sudah sadar, Papa tau kami sangat kawatir tadi saat oprasi terjadi pendarahan untungnya golongan darah Tiara cocok dengan Papa. Aku juga sudah menelpon mama mengabarkan Papa sudah sadar, mama sudah berangkat datang kemari. Mama sangat senang mendengarnya pa". kata Adit menceritakan semua pada Papa David.
" terima kasih nak, maafkan papa yang selama ini bersikap tidak baik pada mu dan sekarang kamulah yang telah menyelamatkan papa. Papa hanya memikirkan kehormatan Papa tidak memikirkan perasaan kalian. Papa sering menyakiti hati mu, kakak mu bahkan Mamamu. Papa tidak pantas mendapatkan keluarga seperti kalian, mulai hari ini papa tidak akan menyia - nyiakan kalian. Papa lebih baik kehilangan semua harta Papa dari pada kehingan kalian". kata papa David meminta maaf pada Tiara.
__ADS_1
" Papa jangan ngomong begitu ini adalah kewajiban ku sebagai seorang anak,aku sangat menyayangi Papa"
Aku melihat mata mas Adit juga berkaca - kaca menyaksikan adegan menyedihkan ini. Aku sungguh bahagia melihat Papa yang sudah bisa menerima Tiara. Aku bisa merasakan betapa sedihnya Tiara menjalani hidupnya ketika seorang Ayah tidak menganggapnya ada.
Mama juga sudah sampai di ruangan Papa, mama menemani Papa,Sedangkan kami harus mengisi perut kami yang sudah keroncongan. Aku mengajak Mas Adit, Raka juga Tiara ke ruangan ku untuk menyantap habis makanan yang di bawa Raka untuk kami semua.
Kami makan makanan tersebut dengan hikmat, makanan ini terasa nikmat karena hati kami juga bahagia hari ini. Setelah selesai makan kami minta izin pulang kerumah pada Mama, begitu juga dengan Raka dan Tiara yang memih ikut pulang bersama kami.
#####
__ADS_1
Kami sudah sampai di rumah ku dan Adit. Aku bergegas ke kamar untuk membersihkan diri begitu juga dengan Tiara sudah pergi ke arah kamar tamu yang aku tunjukan tadi, sedangkan mas Adit, Tuduk di taman belakang rumah kami mengistirahatkan pikiran mereka masing - masing di temani bunga - bunga warna warni dan juga pilihan ikan koi cantik yang berenang kesana - kemari di dalam kolamnya membuat siapapun yang berada di taman ini merasa segar.
Aku tertidur sebentar rasanya tubuh ku sangat lelah setelah tadi malam harus menemani mas Adit bergadang melakukan aktivitas intim suami istri namun aku bahagia bisa menjadi tempat bagi suamiku melepaskan hasrat nafsunya sebagai lelaki normal, kemudian dilanjutkan dengan oprasi papa yang menguras seluruh tenagaku. begitu juga dengan Tiara yang beristirahat karena tubuhnya sedikit lemas setelah darahnya diambil untuk didonorkan pada Papa, hanya Adit dan Raka saling bercerita satu sama lain di taman belakang rumah ku.