Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
27


__ADS_3

Didalam kamar aku duduk di tepi tempat tidur berukuran king size milik Adit setelah mebersihkan diri, tempat tidur tersebut sudah dihiasi kelopak bunga mawar merah berbentuk hati dan didinding kamar ini juga banyak digantung foto - foto kami bersama dulu, sedangkan Adit masih membersihkan dirinya di kamar mandi. Jantungku berdebar tidak karuan mengingat ini adalah malam pertama ku dengan Adit.


Adit sudah keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya sedangkan badan atletisnya tidak memakai apapun. Dia mendekat kepada ku, kuserahkan pakaian yang sudah kusiapkan tadi untuk ia pakai. Adit mengeringkan rambutnya dengan handuk kemudian duduk di sampingku. Aku hanya menundukkan kepalaku tidak berani melihatnya karena malu.


Aku teringat hadiah yang diberikan Raka, tiara, Jay dan juga Lucky yang belum aku buka. aku mengambilnya dari lemari karena barang ku sudah aku susun semuanya di lemari besar milik Adit.


Aku membawa kotak tersebut ke tempat Adit. Adit sudah bersandar dan meluruskan kakinya ditempat tidur. Aku membuka kotak tersebut dan isinya adalah lingerie seksi berwarna merah lengkap dengan dalaman rendanya.


" Raka, Jay, Lucky, Tiara...... Awas kalian kalau jumpa....." teriakku kesal pada adik - adik ku, mereka mengerjai ku. sedangkan Adit hanya tertawa melihat aku kesal pada mereka. wajahku sudah merah bak kepiting rebus malu pada Adit karena ulah adik - adik ku.


" jangan marah, itu artinya adik mu mendukung kita melakukan ritual malam pengantin malam ini" bisik Adit di telingaku membuat bulu kuduk ku merinding merasakan sensasi napasnya menyapu telingaku.


aku hanya menundukkan kepala ku rasanya sangat canggung sekali berada dengan Adit di dalam kamar berdua.

__ADS_1


Adit menyentuk dagu ku kemudian mengangkat wajah ku, aku bisa melihat ia memandang dalam ke mata ku, kemudian Adit meminta haknya sebagai suami.


" bolehkah aku meminta hak ku sebagai suami?" bertanya pada ku


Aku hanya mengangguk ikhlas melepaskan kehormatan ku untuk suamiku malam ini. Adit mencium keningku, kemudian turun kebibirku dan malam ini kami melakukan hubungan suami istri menikmati sentuhan - sentuhan cinta didalam gairah nikmat dunia yang dihalalkan oleh sang pencipta menjadi bukti bersatunya jiwa dan raga kami di dunia dan akhiratnya. semoga pernikahan ini menjadi penyempurna agama kami.


#####


Aku membuka mata ku mendengarkan suara adzan subuh, Ku lihat Adit masih tertidur memeluk tubuh polos ku. Aku bangkit pelan - pelan meskipun bagian bawah ku masih nyeri efek dari apa yang kami lakukan semalam.


Di kamar mandi ku pandangi tubuh polosku di depan cermin, banyak sekali kissmark tanda kepemilikan Adit di beberapa bagian tubuh ku. Aku tersenyum bahagia bisa melakukan kewajiban seorang istri pada suaminya. Aku membersihkan diriku agar bisa melakukan sholat subuh.


Setelah selesai mandi aku keluar kamar mandi, Adit juga sudah duduk di tempat tidur mungkin ia bangun mendengar suara air dari kamar mandi. Adit memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

__ADS_1


Aku sudah menyiapkan baju Koko juga sajadah untuk kami pakai sholat berjamaah, tidak berapa lama Adit sudah keluar dari kamar mandi kemudian mengenakan baju Koko yang aku siapkan. Aku dan Adit melaksanakan shalat subuh di imami suami ku, betapa bahagianya hati seorang istri sholatnya di imami oleh suaminya sendiri. setelah sholat aku mencium punggung tangan Adit dan Adit mencium kening ku.


Aku berada di dapur menyiapkan sarapan pagi untuk ku dan suami ku. Adit ikut bersamaku dan memeluk ku dari belakang sehingga menyulitkan aku dengan aktivitas memasak ku.


" mas duduk disana dulu, aku mau masak sarapan ni" meminta mas Adit duduk di kursi meja makan.


" mas?" kata Adit heran dengan panggilan ku.


" iya kamu kan suamiku jadi boleh dong aku panggil mas"


" panggil aku dengan panggilan itu setiap hari, aku masih betah peluk kamu, aku masih rindu sama kamu sayang".


" tapi mas"

__ADS_1


" aku mau duduk tapi ada saratnya, cium dulu baru aku nurut" perintahnya sambil menunjuk bibirnya.


" aku mencium bibirnyasingkat" lebih baik menurutinya dari pada mengganggu kegiatan memaksaku batin ku benar saja mas Adit menuruti permintaan ku duduk di kursi makan menunggu masakan ku. Setelah semua selesai aku hidangkan masakan ku dan kami mulai sarapan kami berdua, Aku dan suami tercintaku.


__ADS_2