Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
44


__ADS_3

Tiga tahun sudah berlalu sejak pernikahan Raka dan Tiara di langsungkan. keadaan keluarga kami semakin baik, tidak ada masalah yang tidak bisa kami selesaikan dan Papa dan Mama hubungannya juga semakin harmonis menambah kebahagiaan bagi Aditia . Begitu juga dengan perlakuan Papa kepada Tiara, Papa sudah menerima dan menyayangi Tiara sebagai putrinya bahkan Papa dan Mama lebih sering menginap dan memberi hadiah kepada Tiara dibandingkan dengan ku, tapi hal itu tidak membuat aku dan Mas Adit menjadi cemburu bahkan hal tersebut menambah kebahagian kami.


Ziandra Putra Graha putra dari Aditia Graha juga semakin tumbuh besar dan semakin tampan seperti ayahnya. Usianya juga sudah menginjak delapan tahun, ia semakin cerewet dan semakin ingin tahu dengan semua hal. Ziandra juga merupakan anak yang pintar seperti ayahnya sehingga ia sudah banyak mendapatkan bermacam penghargaan di usianya yang masih belia.


Mas Adit juga sering membawa Ziandra kekantornya, ia dijuluki bos kecil oleh semua karyawan mas Adit, meskipun ia sering merepotkan mereka namun mereka semua sangat menyayangi ziandra. Karyawan Mas Adit sangat menyukai Ziandra karena sifat ramah dan juga sifat cerewet Ziandra.


Hari ini adalah hari libur. Aku menghabiskan hari libur ku menemani Ziandra dirumah, memasak makanan kesukaannya.


" zi mau Mama masakin apa hari ini?"


" masak sosis, nuget, ayam goreng, burger sama..."


Sebelum ia mengabsen semua makanan yang ia inginkan, aku memotong pembicaraannya" jangan banyak-banyak sayang, emang zi bisa habiskan semua. Mama masakin sosis,nuget sama burger aja ya untuk hari ini" zi hanya mengangguk menyetujuinya. Aku hendak kedapur meninggalkan Ziandra yang sedang bermain di ruang keluarga namun tiba-tiba ponselku berbunyi.


haiya...haiya...haiya...haiya... suara dering ponsel ku. Aku melihat ada panggilan dari Tiara di ponsel ku " kenapa Tiara menelpon ku pagi-pagi begini, apa ada masalah dengan kehamilannya?" pikir ku. Aku mengangkat telponnya " hallo"

__ADS_1


" hallo Kak, Ziannya ada?" tanya Tiara di sebrang sana.


" ada, emang ada apa Ra?"


" gini Kak, kayanya aku ngidam pingin nyuapin Berger untuk Zian di MC jadi boleh ga aku ajak Zian jalan-jalan hari ini?"


" boleh tapi sama siapa perginya?"


" cuma kami berdua aja"


" emang ga apa-apa? kamukan lagi hamil"


" ya sudah Kaka izinin"


" asik, terima kasih ya Kak ni aku gerak kesana"

__ADS_1


" iya, Kaka tunggu" Tiara mematikan panggilannya, Aku membatalkan niat ku memasak makanan untuk Ziandra, aku kembali ke tempat Zian berada untuk mengganti pakaiannya karena Tiara sebentar lagi menjemputnya.


Tidak berapa lama menunggu suara kelakson terdengar dari luar. Sepertinya Tiara sudah sampai, aku mengantar Zian ke depan. Tiara membuka pintu mobil setelah ia melihat aku dan Zian keluar dari rumah. Tiara menghampiri kami.


" Udah siap Zi?" tanyak Tiara pada Zian.


" udah Tante, emangnya kita mau kemana?"


" Tante mau ajak Zian jalan-jalan"


" asik jalan-jalan" Zian melompat-lompat kegirangan karena senang di ajak Tiara jalan-jalan.


" kalau Zian senang ayo cepat naik kemobil biar kita berangkat" kata Tiara sambil membuka pintu penumpang dan kemudian Zian naik kedalam mobil.


" kami pergi dulu ya Kak" Tiara berpamitan.

__ADS_1


" hati-hati di jalan"Tiara kemudian memutari mobilnya dan naik kemobil kemudian mobilpun bergerak meninggalkan halaman rumah ku. Aku melambaikan tangan ku pada Zian dan Zian pun balas melambaikan tangannya.


Setelah kepergian mereka, aku berpikir untuk memasak makanan untuk Mas Adit dan mengantarkannya kekantor. Sudah lama sekali aku tidak pernah makan siang bersama Mas Adit di kantor setelah sibuk dengan urusan rumah sakit karena Ayah sudah menyerahkan semua urusan rumah sakit kepada ku. Ayah sudah mulai sakit-sakitan sehingga ia memilih untuk lebih banyak beristirahat dirumah, ia hanya akan membantuku jika ada masalah yang tidak bisa aku selesaikan.


__ADS_2