Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
23


__ADS_3

Tiara duduk sendiri di teras rumah menungguku mengantarkannya pulang karena mobilnya kami tinggalkan di Club milik Jay kemarin. Aku sudah siap dengan pakaian rapi ingin ke tempat Kak Roy meminta nomor Pak Adit tetapi sebelum itu aku harus mengantar Tiara pulang duluan.


Aku duduk di salah satu kursi teras dekat dengan Tiara untuk memakai sepatu ku.


" ohya ada yang mau aku tanyak sama kamu. kamu ada hubungan gak sama Pak Adit soalnya nama belakang kamu sama?". pertanyaan ku pada Tiara karena aku sedikit penasaran.


" dia kakak ku"


" Bagus dong, Aku butuh bantuan mu. Bisa gak antarin aku kerumah Pak Adit, aku mau memastikan sesuatu."


" gimana kalau kamu antar aku ke apartemen, kemudian aku minta kak Adit ke sana. Kita jumpa disana aja".


" boleh juga".


#####


Aku duduk di salah satu sofa ruang tamu apartemen milik Tiara sedangjan Tiara pergi meninggalkan aku ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dan juga mengambil minum untuk ku. Desain dan purniturenya sangat menarik namun rumah ini nampak sangat suram, cocok untuk rumah orang yang suka menyendiri.


Tiara datang menghampiriku membawa minuman berwarna merah juga makanan ringan.

__ADS_1


" silahkan diminum Ka, bentar lagi kak Adit nyampe."


" terima kasih banyak".


Aku mengambil gelas dan meminumnya kemudian ku letakan kembali gelas tersebut ke atas meja.


Terdengar seseorang menekan password dan membuka pintu apartemen ini, Orang tersebut adalah pak Adit. Pak Adit duduk dihadapan kami.


" Raka?" tanyanya sambil mengulurkan tangannya.


" iya " jawabku sambil menjabat tangannya.


" sebenarnya saya mau tau cerita di novel projek kita benar - benar real atau hanya fiktif belaka?"


" sorry...


belum sempat ia melanjutkan kata - katanya aku sedah memotong pembicaraannya.


" ceritanya mirip dengan kisah hidup seseorang. Nama tokoh tersebut juga sama Raysa".

__ADS_1


" Oh saya mengeri. karena ini kisah istri kamu, tapi percayalah saya tidak bermaksud mengganggu hubungan kalian. Saya benar - benar membuat cerita ini karena ingin menghadiahkannya pada orang yang kucintai yang sebelumnya aku pikir sudah meninggal".


" istri maksud Pak Adit?" aku bingung dengan perkataan Pak Adit begitu juga Tiara.


" ya Raysa istri kamu. Saya melihat kamu, Raysa dan putri kalian di rumah sakit".


" Pak Adit salah sangka, dia kakak ku bukan istriku"


" bukannya Raysa ga punya adik".


" ayah mengangkatnya menjadi anaknya setelah Kak Raysa kehilangan Ibunya dan kak Raysa belum menikah karena dihatinya ia masih mencintai seorang laki - laki bernama Aditia Graha, karena itulah ia ga pernah dekat dengan laki - laki manapun kecuali dengan saya dan kedua sahabat saya".


Pak Adit benar - benar terkejut dengan penjelasan saya. butiran bening menetes di pipinya.


" Rumah sakit Sehati jalan xxxx" kata ku padanya karena aku yakin dia ingin menemui belahan jiwanya.


Pak Adit mengambil kunci mobilnya dan bergegas meninggalkan apartemen milik Tiara. Aku bersyukur kesalah pahaman mereka berakhir sebentar lagi, juga orang yang saling mencintai akan bersatu meskipun hatiku sedikit sakit karena perasaan sayang dihatiku untuk kak Raysa. Perasaan seorang lelaki pada seoeang wanita tetapi aku tau aku tidak bisa mengisi hati kak Raysa dengan cinta ku, ia hanya menganggap ku adiknya. Aku bahagia bisa melihat orang yang ku cintai bahagia.


Tiara nampak bingung dengan pembicaraan kami. Tiara bertanya padaku apa sebenarnya yang terkadi. Aku menjelaskan orang yang dicintai pak Adit adalah kakak ku Kak Raysa.

__ADS_1


__ADS_2