
Aditia membawa ku kekontrakan yang dulu aku dan ibu tempati. kontrakan kecil tersebut sekarang berubah menjadi rumah yang sangat bagus dengan desain minimalis. Rumah itu juga di cat dengan warna - warna terang sehingga siapapun yang tinggal di rumah tersebut pasti akan merasa nyaman. Aku sendiri benar - benar kagum namun siapa pemilik rumah ini sekarang dan kenapa Adit mbawaku kemari pikir ku.
" Ini rumah ku sekarang, bukan - bukan rumah kita dan anak - anak kita" goda Aditia dengan senyuman jailnya.
.
"apakah kamu tinggal disini selama ini" aku bertanya kepada Adit.
" iya untuk mengenang mu"
" maafkan aku, aku tidak berpikir kamu sangat menderita kehilangan aku"
" sudahlah yang penting aku menemukan mu kembali" katanya dengan senyumannya dan juga tangannya yang mengacak - acak rambutku.
Aku membalas dengan tersenyum kemudian mendekatkan mulutku ke dekat telinganya kemudian membisikan sesuatu
" I LOVE YOU".
" apa yang kamu bilang coba katakan lagi?"
" ga mau" jawab ku sambil berlari keluar menjauhinya. Adit mengejar ku dan memeluk ku dari belakang setelah aku tertangkap.
" jangan tinggalkan aku lagi.
ohya ada sesuatu lagi yang mau ku tunjukan pada mu, kamu tunggu disini"
Aku hanya mengangguk menuruti perintah Adit menunggu di teras depan rumah. Adit datang mengendarai motor matic yang diambil dari garasi kemudian berhenti di depan ku. Aku menutup mulutku dengan sebelah tangan, terkejut juga bahagia melihat motor matic yang selalu kami kendarai dulu. sungguh beruntung menjadi wanita yang di cintai Adit, semua kenangan kami disimpan dan dijaga olehnya.
__ADS_1
" Aku mencintaimu Adit, kamu adalah pelangi yang datang setelah hujan ku".
" aku juga mencintai mu.aku mohon jangan tinggalalkan aku lagi, aku bisa gila tanpa kamu Raysa".
" Aku berjanji akan menjadi milik mu seumur hidup ku".
Adit mendekati ku kemudian mencium keningku dan turun ke bibirku, tidak ada ******* disana hanya ciuman biasa mencurahkan semua cinta dan rindunya pada ku.
" mau jalan - jalan?"
Aku hanya mengangguk dan langsung menaiki motor matic miliknya. Kami mengendarai motor matik berkeliling tempat - tempat yang pernah kami kunjungi dulu merangkai semua kenagan - kenagan kami sepuluh tahun yang lalu, bukan waktu yang singkat bukan.
" selama sepuluh tahun berpisah ga da laki - laki yang mendekati kamu sa?" tanyak Adit.
" Enggak"
" yang benar?"
" iya ga ada"
"kamu selalu bilang aku jelek. kamu sendiri selama ini ada yang deketi gak"
" siapa yang mau Deket sama orang yang punya penyakit jiwa seperti aku"
" aku lupa kamu punya penyakit jiwa, aku jadi takut di cekik sama kamu"
"tapi kamu suka kan di cekik sama aku"
" ga suka lah nanti aku cepet keok, padahal belum nikah"
" kalo gitu KUA yuk"
__ADS_1
" Ayuk"
" aku mencintaimu Raysa Putri"
" Aku juga mencintai mu Aditia Graha".
" terima kasih Raysa ku"
Aku mengeratkan pelukanku di pinggang Adit. menghirup aroma wangi maskulin dari tubuh Aditia, Menyandarkan kepalaku di pundaknya melepaskan semua kerinduanku. Mulai saat ini dia adalah milik ku, tidak akan ku biarkan wanita manapun mencuri perhatiannya. aku tidak peduli meskipun aku menjadi wanita posesif karena cintaku pada Adit naik ke level seribu.
" Sa mau makan ayam bakar" tanyak Adit membuyarkan lamunan ku.
" emang warungnya masih ada"
"masih"
" pasti warungnya sudah berubah"
" warungnya berubah jadi kafe dan menunya bertambah mie ayam itu saja rasa ayam bakarnya masih seperti dulu kok"
" kenapa ada mie ayamnya?"
"karena aku yang minta"
" maksud kamu?"
" kafe itu berkerja sama perusahaan ku"
" jadi perusahaan mu udah turun levelnya makanya dengan warung kecilpun menjalin kerja sama?" ejekan ku pada adit.
Hahahaha Adit tertewa mendengar ejekan ku.
__ADS_1
" aku hanya ingin menyimpan kenangan kita". jawab Adit.
" terima kasih" ucapan tulus ku karena aku benar - benar terharu, Adit benar - benar menjaga kenangan kami.