Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
17


__ADS_3

Anak kecil bernama asyla, anak sahabat dari Raka menjadi pasien terakhir ku yang sedang aku periksa. Asyla pasien rawat jalan menjadi pasien tetap yang aku tangani. Asyla dan aku sudah begitu akrab karena seringnya ia berjumpa denganku saat ia menjalankan pengobatan karena penyakit paru - paru yang ia derita.


Asyla ditinggalkan ibunya di ruangan ku karena adiknya merengek minta dibelikan makanan. Aku juga baru saja di telpon oleh Raka, kata Raka ia sudah berada di depan menjemputku untuk merayakan hari ulang tahun Jay.


Aku dan asyla berjalan ketempat Raka berada, disana juga sudah ada Mama Asyla yang menunggu kami. Mama asyla dan Raka sedang berbicara berdua entah apa yang mereka bahas karena dasarnya mereka sudah lama kenal. Raka melihatku menghampirinya dan langsung mencium pipi ku, itu adalah kebiasaanya. Bagi orang - orang yang tidak mengenal kami, sering menganggap kami pasangan kekasih.


" udah lama nunggunya Ka?" tanyak ku basa basi pada Raka.


" engga kok, baru juga nyampek" jawab Raka.


" Oya mbak Ratna, Asyla jangan di kasih ice dulu ya, Asyla sedikit pilek itu yang membuat dia susah bernapas. selebihnya semua normal". saran yang ku katakan pada mama Asyla.

__ADS_1


"ia Sa, makasih ya".


" is oke, inikan emang tugasku bak. Oya mbak mau pulang sekalian aja sama kami, ga usah nunggu jemputan". tawarku pada mbak Ratna.


" gak repotin ni?"


" enggaklah mbak. kami juga mau ketempat yang searah rumah embak, yakan Ka.?"


" ya udah deh aku ikut kalian aja".


Kami berjalan bersama menuju parkiran menaiki mobil ku. Mobil Raka dibawa anggela setelah ia mengantar Raka ke Rumah sakit tempatku bekerja. Raka dan aku duduk di depan sedangkan mbak Ratna dan anak - anaknya duduk dibelakang. Aku menjelaskan hal - hal yang harus dihindari Asyla selama pengobatan dan hal - hal yang harus dilakukan Asyla yang bisa menunjang kesembuhan Asyla. Karena asik bercakap -cakap tidak terasa ternyata kami sudah sampai di rumah mbak Ratna. Mbak Ratna membawa anak - anaknya turun dari mobil. Setelah itu aku dan Raka melanjutkan perjalanan kami.

__ADS_1


Kami sudah sampai di restauran yang kami tuju. di private room Jay dan Lacky sudah menunngu kedatangan kami. Aku sudah membawa kueh ulang tahun dengan lilin yang menyala di atasnya berjalan menghampiri mereka dan menyanyikan lagu happy birthday bersama Raka.


" Happy birthday to Jay...


" happy birthday to Jay


" Happy brithday... happy brithday.. happy brithday to Jay".


Jay nampak tersenyum senang kemudian ia meniup lilinya dan memotong kueh yang aku bawa kemudian menyuapkan kuehnya ke mulut kami bertiga. Bahagia sekali rasanya bisa berkumpul dan tertawa bersama adik - adik ku tercinta.


Ini adalah acara private bagi kami berempat. Jay sudah menyiapkan pesta di salah satu club besar miliknya, namun aku tidak bisa datang. Aku tidak suka dengan tempat - tempat ramai seperti club, namun aku juga tidak pernah menganggap tempat itu buruk.

__ADS_1


Kami merayakan ulang tahun Jay dengan makan - makanan enak, karoke bersama juga memainkan permainan yang asik. Saling bercerita mengingat kenangan kami bersama tertawa riang melupakan semua lelah kami berkerja. Hingga hari sudah sore aku bergegas pulang kerumah, sedangkan ketiga pembuat onar ini melanjutkan acaranya di pesta yang Jay buat.


__ADS_2