
Pagi ini aku hanya sibuk mengurus tanaman yang aku rawat dulu karena aku masih memiliki cuti satu hari lagi. Tanaman ini masih sama dengan tanaman - tanaman yang aku tanam dan aku rawat dulu bedanya pokok - pokoknya sudah tumbuh lebih besar dan cantik terawat. Pot - pot tanamannya juga sudah tersusun rapi di rak - rak bunga yang cantik di taman belakang rumah. Melihat rumah ini juga tanamanan ini, aku benar - benar seperti berada di masa lalu bedanya dulu aku menghabiskan kenaganku berasama ibu, sekarang aku menghabiskan hari - hari ku bersama mas Adit suami tercinta ku.
Mas Adit datang menghampiriku membawa makanan ringan dan dua gelas jus yang ia letakan di meja yang ada di taman tersebut.
" Sini minum jus dulu sayang" ajak mas Adit
" Bentar mas tanggung sedikit lagi"
" nanti juga ada yang urus taman kamu"
" no..no.. no mulai saat ini ga ada yang boleh sentuh taman aku".
"posesif banget sih, kalo ada yang sentuh aku gimana?"
" Aku Jambak rambutnya kalau bisa aku tenggelamin dia di sungai Ciliwung" jawab ku.
" Hahahaha kamu lucu sayang"
" biarin.lama loh aku baru bisa miliki kamu"
" Iya..iya ya udah sini duduk disamping ku" ajak mas Adit lagi.
Aku duduk disamping mas adit. Mas Adit memeluk tubuh ku dan menyandarkan kepalanya di bahu ku mencari kenyamanannya sendiri. Aku meminum jus yang mas Adit bawa karena aku sedikit haus efek membersihkan taman ku.
" Mas kita pergi ke suatu tempat yuk, bosan tau dirumah aja"
" gimana ya, aku masih betah sama kamu"
__ADS_1
"Setiap hari juga mas bisa sama Raysa"
" Berarti setiap hari juga mas bisa dapat hak suami dari istrinya"
"dasar mesum kamu mas" sambil mencubit perutnya.
" biarin yang penting mesum sama istri sendiri.
emm, sebenarnya Roy nelpon aku katanya ada yang mau dibahas"
" ya udah kita kelokasi Suting aja sekalian jumpa sama Tiara dan Raka"
" boleh juga"
" ya udah tunggu bentar aku mau masak makan siang, kita makan bareng Tiara dan Raka di lokasi syuting"
Aku pergi meninggalkan mas Adit kedapur untuk membuat makan siang kesukaan Raka dan Adit. Baru sehari gak sarapan bareng Ayah dan Raka aku sudah sangat merindukan mereka. Setelah siap aku masuk kekamar membantu mas Adit berganti pakaian dan mengganti pakaian ku sendiri dengan pakaian yang lebih rapi, kemudian sedikit memoles wajah ku dengan make up.
" ternyata ini bintang aslinya, cantik ya Dit" goda mas Roy pada Adit sambil menyodorkan tangannya pada ku.
Aku menjabat tangan mas Roy.
" Apa kabar mas. Aku pikir mas Roy udah bosan main kerumah sakit ngantar Asyla makanya mbak Ratna akhir - akhir ini yang mengantar Asyla.".
" enggak dong siapa yang bisa bosan jumpa wanita cantik seperti Raysa. Aku cuma lagi sibuk menyelesaikan projek suami mu aja".
" udah ngobrolnya?
__ADS_1
kalo udah ayok cepat kita bahas apa yang kamu katakan di telpon tadi" kata mas Adit pada mas Roy memotong pembicaraan kami
" ada aroma - aroma cemburu ni" jawab mas Roy dengan sedikit tersenyum jahil pada mas Adit.
" cepet gak kalo gak biar kami pulang ni"
" iya .iya..bawel". jawab mas Roy dengan sedikit terkekeh dengan tingkah mas Adit.
Kami memasuki ruang rapat membicarakan penambahan part dalam Film yang di garap mas Roy. part pertemuan kami sehingga klimaks dari Film ini adalah happy ending, berbeda dengan klimaks sebelumnya. aku dan mas Adit menyetujuinya kemudian kami melihat pembuatan Film tersebut .
Aku duduk bersama mas Adit juga mas Roy menyaksikan adegan mereka dilayar sesuai arahan mas Roy, sedangkan Kru yang lain sibuk dengan pekerjaan mereka masing - masing. Raka dan Tiara berakting sesuai part yang diminta mencari hasil terbaik dari akting mereka. Raka dan Tiara benar - benar artis propesional, mereka bisa masuk ke peran yang di inginkan dalam novel tersebut sehingga mereka terlihat seperti photo copy Aku dan mas Adit.
Setelah selesai Aku, mas Adit , Tiara juga Raka berkumpul di salah satu ruangan istirahat untuk para artis. kami sama - sama menyantap makanan yang ku masak tadi untuk makan siang, mereka benar - benar menyukai masakan ku.
" honey kapan oprasi om David kata ayah besok ya?" tanyak Raka pada ku.
" iya ayah yang lasung melakukannya, aku juga ikut membantu ayah" jawab ku
" semoga operasinya berhasil" kata Raka lagi
" Amin" jawab kami semua.
" kami percaya kak Raysa dan Om Bram bisa melakukan yang terbaik untuk ayah" kata Tiara meyakinkan aku, sedangkan Adit hanya diam saja memakan makanannya. Aku tau dia juga takut oprasi ini tidak berhasil sehingga merenggut nyawa Papa David.
"Aku juga sebenarnya nerfous melakukan oprasi pada Ayah mertuaku meskipun aku hanya membantu takut melakukan kesalahan, rasanya tanggung jawabnya lebih besar dari pasien - pasien lain". kata ku pada mereka sebenarnya aku juga kurang yakin membantu ayah setelah tau Om David adalah Papa mas Adit yang sekarang menjadi Papa mertua ku.
" aku percaya sama kamu sayang, hasilnya serahkan pada Allah". jawab mas Adit menggenggam tangan ku, memberi keyakinan di hati ku.
__ADS_1
" kita sama - sama berdo'a ya semoga semua berjalan seperti yang kita harapkan"
" amin" kata mereka serentak.