
" Raka" sapa ku pada laki - laki yang menabrak ku. Aku lihat ia sedikit berpikir mengingat - ingat siapa wanita yang ia tabrak.
" Ti..a..ra, Kamu Tiara" kata Adit sedikit bingung.
" iya aku tiara, Apa kabar kamu?".
" Alhamdulillah baik, kamu sendiri?".
" Aku juga baik, kapan kamu pulang kesini?"
" Udah 4 tahun yang lalu"
__ADS_1
" Oya aku duluan ya Ka, aku ada sedikit kerjaan"
" oke"
" boleh pinjam handphone kamu?"
Raka menyerahkan Handphonenya dengan sedikit bingung. Aku mengambil dan mencatat nomor ku di handphone nya kemudian dari handphonenya aku membuat panggilan ke nomor ku.
" itu nomor ku, terima kasih"
Aku bergegas meninggalkanya dengan hati yang berbunga - bunga. Akhirnya aku bisa bertemu kembali dengan orang yang kucintai diam - diam selama lima tahun ini. Aku memilih profesi sebagai artis, itu semua karena Raka adalah seorang aktor. Aku berharap suatu hari nanti bisa bertemu kembali dengannya dan berkerja sama dalam satu projek.
__ADS_1
Aku sudah sampai diruangan yang digunakan untuk meeting, acaranya ternyata belum di mulai namun sudah banyak orang yang berada disana. Aku juga melihat disana sudah ada Kak Adit dan Mas Roy selaku sutradara yang bertanggung jawab pada projek Film layar lebar tersebut. Aku duduk disalah satu kursi dekat kak Adit.
Kak Adit memulai meetingnya. Di pertemuan ini banyak sekali usulan dan ide yang di pikirkan semua kru, kadang - kadang ada yang tidak sependapat sehingga terjadi perdebatan kecil namun akhirnya dapat ditarik kesimpulan.
######
Aku dan beberapa Kru yang bertugas untuk menjadi juri pada casting hari ini sudah duduk di kursi kami masing - masing. Casting untuk memilih pemeran utama pria dan pemeran pendukung Film yang berjudul " Sang Pemilik Hatiku" segera di mulai. Para peserta menunjukan kebolehannya, hingga giliran peserta terakhir yang di panggil MC. Aku terkejut peserta terakhir tersebut adalah Raka. Aku berharap Rakalah yang terpilih menjadi pemeran utamanya, Karena hal itu sudah lama aku impikan.
Raka sudah memulai aktingnya, memainkan salah satu part dalam sekenario. Akting Raka memang bagus, ia bisa masuk dalam karakter Adit dalam Novel tersebut. Benar - benar aktor yang berbakat dan benar saja semua Kru yang bertugas setuju Aditlah yang terpilih. Aku benar - benar bahagia, salah satu do'a ku dikabulkan sang maha kuasa.
Setelah semua selesai diputuskan, semua orang bergegas meninggalkan Gedung tersebut, begitu juga dengan Raka. Aku benar - benar penasaran dengan Raka hingga aku memutuskan untuk mengikutinya hari ini.
__ADS_1
Aku mengikuti mobil Raka diam - diam. Mobil Raka berhenti di salah satu rumah sakit, sepertinya rumah sakit yang aku kunjungi menjenguk Papa tadi pagi. Aku penasaran apa yang Raka lakukan dirumah sakit ini. Aku terus memperhatikan gerak gerik Raka, kemudian aku melihat Raka berbicara dengan istri Mas Roy, namun tiba - tiba ada seorang wanita cantik menghampiri mereka menggandeng Asyla putri Mas Roy mendekati Raka. Raka tersenyum padanya dan mencium pipi wanita tersebut.
Kebahagian yang baru saja kurasakan berganti dengan rasa sakit melihat orang yang diam - diam aku cintai ternyata sudah memiliki kekasih yang sangat cantik. harapanku hancur seiring air mata yang mengalir sendiri di pipiku Tampa aku pinta. Aku memutar arah mobil ku menjauhi tempat Raka berada. Saat hati ku sedih aku benar - benar membutuhkan teman, sehingga aku putuskan menghadiri undangan salah satu teman ku yang berulang tahun bernama Jackop. Mungkin saja ikut berpesta bisa mengurangi sedikit pikiranku pada Raka.