Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
50


__ADS_3

 


Kami sudah sampai di tempat yang dimaksud Jay begitu juga dengan Lucky dan anak buahnya. Kami bergegas masuk ke gedung tua tempat yang diyakini Jay sebagai tempat penyekapan Zian. Gedung tua itu nampak sepi dan bangunanya juga nampak sudah usang tinggal menunggu runtuh saja.


Setiap orang berpencar mencari keberadaan Zian. Aku, Mas Adit juga Lucky di kelompok yang sama mencari Zian di lantai bawah gedung ini sedangkan Raka dan Jay mencari di lantai lain begitu juga dengan anak buah Lucky yang berpencar mencari Zian di lantai\-lantai lain bangunan ini.



Tidak berapa lama kami mencari Mas Adit menemukan tempat dimana penculik tersebut menyembunyikan Zian. Mas Adit dan Lucky bergegas mendobrak pintu ruangan tersebut sedangkan aku berdiri sedikit jauh dari mereka menyaksikan apa yang mereka lakukan. Setelah pintu itu terbuka nampak penculik tersebut duduk di salah satu sofa tua yang sudah usang di makan usia dan Zian yang terbaring di lantai berlapiskan kardus dengan keadaan yang mengenaskan. Tubuhnya penuh dengan luka dan parahnya lagi ia tidak mengenakan satu helai pakaianpun.


__ADS_1


Melihat keadaan putranya membuat darah Mas Adit mendidih, ia menangkap penculik tersebut kemudian menghujaninya dengan pukulan dan tendangan sehingga penculik tersebut tersungkur dilantai dengan beberapa luka sobek di dahi dan ujung bibirnya yang mengeluarkan darah segar, namun hal tersebut tidak membuatnya takud ia malah tertawa se keras\-kerasnya sehingga menarik perhatian yang lain dan suara tawa tersebut membuat semua yang ikut mencari Zian berkumpul di ruangan itu.


" bang*t masih berani kamu tertawa hah..akan kub*n*h kamu lihat saja" teriak Mas Adit marah dengan tingkah peculik tersebut.


" hahahaha" suara tawa penculik tersebut " bunuh saja, kamu pikir aku takut. Kamu tau aku senang sekali saat anak mu berteriak ketika aku menikmati tubuhnya" kata penculik tersebut semakin menambah emosi siapapun yang ada disana. Aku hanya memilih memeluk tubuh Zian bersama tangisan ku melihat keadaannya yang mengenaskan, juga menyaksikan Mas Adit yang dikuasai emosi sehingga nampak dari matanya ingin melenyapkan orang yang menyiksa putranya. Mas Adit mengambil sebuah balok kayu dan menyerang penculik gila tersebut dengan benda tersebut namun berhasil dihentikan Lucky jika tidak mungkin isi kepala penculik tersebut sudah berserakan di lantai.


" siapa suruh kamu mencampakan aku, kamu lebih memilih wanita busuk itu dan bahkan kalian memiliki putra, sekarang lihat putramu ia menjadi pengganti mu" katanya lagi diiringi dengan tawa nyaringnya.


Mas Adit berusah melepaskan dirinya dari Lucky dan ingin bisa melenyapkan penculik itu karena emosinya yang sudah tidak bisa dikontrol lagi.


(cuih) penculik itu membuang ludahnya " dasar pengecut" katanya lagi terus membuat Mas Adit emosi.

__ADS_1


"Jay, Ka tolong pegang Adit" Kata Lucky yang juga sudah mulai emosi, ia menyerahkan Mas Adit pada Jay dan Raka kemudian ia mendekati penculik itu kemudian menjambak rambutnya dan menariknya keatas sehingga kepalanya mendongak keatas. Lucky mendekatkan wajahnya ke wajah penculik tersebut.


" kamu tau siapa aku?


aku adalah Raymon Andreas putra Robet Andreas mafia terhebat diseluruh dunia dan kamu tau aku dikenal sebagai penyiksa berdarah dingin. Apa kamu ingin mencobanya?".


penculik itu nampak ketakutan mendengar penuturan Lucky, mungkin ia pernah mendengar kekejaman gang Andreas.


" Jo ambil balok yang bisa di masukan ke lubang b*r*tnya agar ia bisa merasakan apa yang sudah ia lakukan dan setelah itu masukan semut kedalam *****nya setelah diolesi madu agar senjata tumpulnya tidak bisa di pakai lagi setelah itu serahkan ia pada polisi, kamu mengerti" perintah Lucky kepada salah satu pemimpin dari anak buahnya yang lain.


" siap tuan" kata orang yang diperintahkan Lucky. Begitulah laki saat marah, ia berubah menjadi orang tak bernurani namun jika ia dalam mood yang baik lucky adalah laki-laki pendiam yang tampan namun setelah kekasihnya meninggal ia tidak pernah dekat dengan wanita manapun.

__ADS_1


Anak buah Lucky menjalankan perintahnya sedangkan kami semua memilih meninggalkan gedung tersebut dan membawa Zian ke rumah sakit. Zian tertidur di pangkuan Mas Adit dan dari Mata mas Adit nampak air mata mengalir ke pipinya mengisyaratkan isi hatinya melihat keadaan putranya. Tidak ada suara di dalam mobil tersebut semua sibuk dengan pikiran masing-masing. Aku sibuk menangis sesenggukan sedangkan Raka fokus dengan kemudinya begitu juga dengan Mas Adit yang berusaha tegar dengan musibah yang menimpa Zian.


 


__ADS_2