
Hari ini aku memasak makanan untuk Raka. aku memutuskan untuk mendekati Raka agar aku bisa mendapatkan hatinya, bukankah cinta butuh perjuangan.
Dengan semangat 45 aku masuk ke lokasi syuting tempat kerjaku. Aku mencari sosok Raka disana, aku melihat Raka duduk bersama artis lain mempelajari teks naskah .
Dengan senyum termanis yang lebih manis dari gula, aku mendekati Raka menyodorkan capuccino kesukaannya yang aku beli di cofee shop tadi saat perjalanan ke lokasi.
" untuk mu " kata ku sukses menghentikan aktivitas Raka, begitu juga dengan yang lainnya. mereka memandangku heran karena selama kami bekerja bersama aku tidak pernah memberi perhatian lebih pada sipapun.
" terima kasih" kata Raka mengambil capuccino nya dari tangan ku.
" hari ini kita makan sama ya"
" sebelumnya maaf, tapi aku udah janji sama ka Raysa mau makan siang di rumah sakit bersama Ayah juga". jawab Raka.
" Aku udah minta izin waktu mu sama om Bram dan Kak Raysa toh bekal untuk mu udah dititipkan Kak Raysa noh di mobil". jariku menunjuk kearah mobil.
" ok"jawab Raka singkat.
Kami sudah mulai mengambil gambar, berakting sesuai peran kami dari setiap teks. Semua orang bekerja sungguh- sungguh sesuai bagian mereka, berharap apa yang dimaksud dalam cerita ini dapat sampai di hati setiap penggemar kami.
__ADS_1
Begitu juga dengan Mas Roy sutradara kami sibuk mengatur semua kru.
" lighting stand bye,
make up tolong artisnya di tuch up
itu baju yang sana kusut....
kamera udah di cek belom?..
bla...bla...bla...
Akhirnya break juga, aku mencari keberadaan Raka. Raka duduk di mobilnya bersama asisten pribadinya. aku dan asisten ku berjalan kearah mereka membawa semua makanan yang aku masak bersama kak Raysa tadi pagi.
" Hai Tiara" sapa Anggel ketika aku sampai di hadapan mereka sedangkan Raka hanya diam memejamkan matanya di kursi penumpang mobil alfard miliknya dengan pintunya yang dibuka agar angin bisa masuk.
" Hai.. kalian sudah makan, ni aku bawain makan siang"
" belum sih .. ni mu gofood" jawab Anggel sambil mengotak Atik smartphonenya.
__ADS_1
" makanan ini banyak kok cukup buat kita berempat" kata ku sukses menghentikan aktivitas Anggel dengan smartphone miliknya.
" tunggu apa lagi cau kita cari tempat.
ayo Ka" ajak Anggel pada Raka sambil menyeret Raka mencari tempat untuk kami bersantap ria. Raka hanya pasrah mengikuti kami tanpa berkata apa- apa. Aku mencuri- curi pandang padanya sedangkan dia hanya mengikuti Anggel tidak sadar dengan kelakuan ku.
Setelah kami menemukan tempat cocok kami membuka semua tempat bekal makanan yang aku bawa. Anggel dan Yuni sibuk memasukan makanan ke mulutnya dan kadang-kadang mengoceh memuji makanan yang aku bawa. Sedangkan Raka hanya menikmati makanannya tanpa berkata apapun wajahnya hanya nampak datar sehingga aku tidak tau ia menyukai makanan ku atau tidak.
" Ini siapa yang masak enak banget" kata anggel memuji masakan yang ia makan berhasil mengalihkan perhatian ku dari aktivitas memandangi Raka diam-diam.
"gua dong Lo pikir gua gak bisa masak" jawab ku sedikit ber narsis ria.
" wah keren gua pikir Lo tu anak manja yang cuma tau menjaga penampilan sendiri"
" makanya jangan lihat orang dari tampilan luarnya aja, aku aja jadi gemuk gara- gara sering di masakin mbak Tiara" jawab Yuni asisten pribadi ku yang memiliki badan bongsor namun ia yang mengerti keadaan ku juga setia menemaniku.
"dasarnya aja Lo emang gemuk jangan nyalahin masakan gua" jawab ku membuat Yuni mengerucutkan bibirnya kesal mendengar perkataan ku, sedangkan aku dan Anggel hanya tertawa melihat tingkah Yuni. Raka hanya diam tidak tertarik dengan pembahasan kami yang gak penting.
Hatiku sedikit kecewa karena Raka tidak memuji makanan yang aku masak berbeda dengan hayalan ku berharap ia memuji masakan ku. namun aku sedikit bersyukur ia mau memakan masakan ku. kayanya dalil cinta datang dari perut naik ke hati tidak berlaku bagi Raka untuk ku, namun ini pilihan ku berjuang demi cinta ku.
__ADS_1