
Hari ini hari Minggu hari yang ditunggu-tunggu anak sekolah dan pekerja kantoran karena hari ini mereka bisa menghabiskan hari libur mereka dengan berbagai kegiatan.
begitu juga dengan aku hari ini aku berencana kepasar menemani ibu berbelanja membeli keperluan berjualan ibu besok.
Aku sudah siap mununggu ibu di depan rumah, nampaknya ibu juga sudah siap namun tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti di hadapan kami. aku dan ibu hanya memandanginya tidak bisa menebak siapa pemilik mobil tersebut .
dari dalam mobil tersebut keluar sosok laki-laki yang ku kenal bahkan sangat kurindukan.
"ternyata kamu dit, ibu pikir siapa!
soalnya ga pernah ada yang datang naik mobil kemari" kata ibu pada Adit
" iya buk. Adit mau minta izin ajak raysa jalan-nalan, boleh tidak buk?" izin Adit pada ibu
" ya boleh lah. titip raysa ya dit jangan kemalaman pulangnya"
" iya buk, ya sudah kami berangkat ya buk!."
Adit tidak seperti biasanya , ia lebih memilih diam entah apa yang membuat Adit seperti itu namun aku yakin Adit pasti punya masalah . tangan Adit sebelah menggenggam tangan ku sedangkan tangan yang lain sibuk menyetir mobil yang kami kendarai.
__ADS_1
" Oya dit ini mobil siapa?" tanya ku memulai pembicaraan memecah hening sejak dari tadi.
" ini mobil papa, aku pinjam bentar buat ajak pacar ku jalan-jalan, kamu suka gak sa?" jawab Adit sambil tersenyum, senyum yang kunantikan dari tadi.
" aku suka semua tentang kamu Adit, semua terasa indah kalau ada senyum di bibir kamu" gombal ku pada Adit, senyum Adit emang nyata sangat nyata bisa membuat kaum hawa lemes.
Adit tertawa" sehari ga jumpa ternyata pacar jelek ku sudah bisa sedikit menggombal ya" kata Adit sambil mencolek pipiku.
" emang kenapa? ga da larangan gombalin pacar sendiri.
Oya dit kita mau kemana?" tanya ku pada Adit.
Kami menghabiskan tiap menit waktu kami dengan bercerita ditemani alunan musik yang Adit putar dalam mobilnya.
kadang kami tertawa kadang kami ikut bernyanyi mengikuti alunan lagu.
Sampai akhirnya kami sampai di sebuah restauran di bawah akuarium besar, aku begitu kagum dengan tempat ini begitu indah tempat yang tak mungkin dapat aku kunjungi mengandalkan uang ku.
satu yang ku yakini Adit pasti berasal dari keluarga yang beruang secara mobil yang dia bawa juga mobil yang dimiliki pengusaha-pengusaha yang kulihat di tv. aku memang tidak pernah tau latar belakang Adit api aku juga tidak ingin menanyakan ya pada adit, aku siap menunggu Adit menceritakan semua tentang dia karena aku mencintai Adit menggunakan hatiku bukan logika ku.
__ADS_1
Adit menggandeng tangan ku dan membawaku masuk ke restauran mewah tersebut.
setelah kami duduk Adit memesan makanan jujur saja aku tidak tau makanan apa yang Adit pesan, karena aku hanya anak tukang mie ayam mana mungkin tau makanan kalangan atas.
"kamu mau ice crem sa?" tanya Adit pada ku.
aku hanya menjawab dengan anggukan.
"tambahkan ice crem coklat spesial satu ya mbak" kata Adit pada seorang wanita yang kuyakini seorang pramusaji di sini
" iya mas" jawab wanita tersebut.
Kami menunggu makanan yang dipesan Adit. aku melihat sekeliling kami semua orang nampak memakai pakaian bagus termasuk adit, hanya aku sendiri memakai pakaian yang jelek tiba-tiba aku merasa malu.
" Adit aku malu, disini semua memakai pakaian bagus cuma aku yang memakai pakaian jelek" kata ku pada Adit
" ga usah dipikirin.
kita datang kesini bukan fashion show tapi mau makan" kata Adit, begitulah Adit cuek dengan semua keadaan.
__ADS_1