
Kami sudah berada di salah satu restauran mewah di kota j. restauran ini menyediakan makanan untuk kaum elit dengan harga selangit meskipun bagi raysa makanan ini tidak mengenyangkan perutnya. Ah kenapa aku teringat pada raysa , apa kabarnya pacar manis ku yang cerewetnya melebihi emak - emak yang kekurangan uang belanja dari suaminya. Gadis manis yang selalu kukatakan jelek namun selalu menghangatkan hati ku saat hati ku sakit melihat mama bersedih.
" hai Adit nama ku angnes" sapa seorang berhasil membuyarkan hayalan ku. ku lihat seorang gadis cantik berpakaian modis mengulurkan tangannya pada ku entah kapan tamu yang kami tunggu sudah berada di hadapan kami. ku jabat tangannya sambil membalas sapaannya " hai juga". Gadis itu tersenyum pada ku tebakan ku ia tertari pada ku.
Aku hanya diam memperhatikan papa dan om darsa membicarakan bisnis mereka sedangkan mama dan Tante ketie sesekali menimpali perkataan suami- suaminya benar - benar membosankan pikir ku.
Agnes terus memperhatikan ku kadang - kadang ia tersenyum sangat manis untuk membuatku tertarik aku sedikit risih dengan keadaan seperti ini.
Aku lebih memilih fokus dengan makanan yang sudah kami pesan sampai akhirnya aku dikejutkan dengan pertanyaan papa.
" Adit kamu setuju pertunangan mu dilakukan dua Minggu lagi"
Mendengar pertanyaan papa rasanya leherku tercekik, ku ambil air putih dan meminumnya untuk membantu ku mempermudah menelan makanan yang ku makan tadi. oh tuhan apa yang harus ku jawab, bagaiman dengan raysa pikir ku namun aku tau keputusan papa tidak bisa di ganggu gugat.
__ADS_1
" terserah papa aja" jawabku dengan suara terendah ku. entah kenapa hati ini benar- benar sakit.
"berarti udah diputuskan pertunanganya dua Minggu lagi" kata papa sambil memeluk ayah agnes. mereka semua kelihatan bahagia hanya aku yang merasa sedih.
#######
Aku berada di sudut kamar ku duduk di atas lantai, air mata ku tidak dapat ku bendung menggambarkan betapa sakitnya hati ini. aku tidak bisa melepaskan raysa , ia hidup ku, bahagia ku, wanita ke dua yang kucintai setelah mama.
apa yang harus kulakukan bagaimana caranya aku memberitahu raysa pertunagan ku, aku tidak ingin raysa terluka.
oh tuhan tidak adakah sedikit kebahagiaan untuk ku, aku benar - benar putus asa dengan semua ini. aku bukan laki - laki lemah, aku bahkan tidak pernah menangis sesakit apapun kenyataan hidup ku namun kali ini aku benar - benar tidak sanggup menahan air mataku.
Ku dengar seseorang membuka pintu kamar ku, kulihat mama mematung melihat putranya menangis di sudut kamar.
__ADS_1
mama terkejut dengan keadaan ku, ia mendekatiku dan memeluk ku
aku semakin menangis menumpahkan semua rasa sakit ku dipelukan mama.
"ada apa sayang, ceritakan pada mama apa kamu gak bahagia bertungan dengan agnes, mama lihat tadi kamu benar - benar tidak senang" pertanyaan mama pada ku.
" Ma Adit mencintai raysa ma, Adit ga bisa jauh dari raysa dia hidup Adit ma" jawabku dengan suara yang bergetar menahan sesak di dada ku.
mama terkejut dengan pernyataan ku mama memang tidak tahu hubungan ku dengan raysa.
" ya Allah bagaimana ini mama engga tahu nak, maafkan mama nak mama ga bisa perjuangkan kebahagian kalian anak - anak mama" mama ikut menangis ikut merasakan sakit ketika anaknya dalam keadan seperti ini.
aku hanya bisa memeluk mama membagi kesedihan ku pada mama, entah sudah berapa jam kami saling berpelukan dan sama - sama mengangis, aku menangis karena cinta ku harus kandas sedangkan mama menangis melihat anaknya benar - benar terpuruk.
__ADS_1
" jangan menyerah nak kita bisa sama - sama berjuang untuk kebahagian mu dan teruslah berdo'a semoga Allah memberikan jalan untuk kisah cintamu nak" kata mama menguatkan ku.