
Kenapa hidupku tidak berhak dengan cinta, Papa yang tidak pernah memberikan cintanya sejak aku lahir, Ibu kandungku yang sanggup meggunakan diriku untuk mengancam Papa dan menukarku dengan uang dan sekarang Raka juga tidak bisa mencintai ku. Apakah ini adalah takdir bagi seorang anak yang dilahirkan tanpa di inginkan oleh orang tuanya.
Kamar ini menjadi saksi bagaimana aku melewati hari- hari ku yang menyedihkan. Namun sebelumnya ketika aku bersedih aku membagi kesedihan ku dengan berbicara pada poto- Poto Raka yang aku pajang di dinding kamar meskipun potonya tidak bicara namun bisa sedikit mengurangi kesedihan ku.
Tapi sekarang berbeda, Raka sendirilah yang menjadi sumber kesedihan itu.
__ADS_1
"Aku gaboleh seperti ini terus, apapun caranya aku harus memiliki Raka. Aku gak sanggup jika Raka harus bersanding dengan wanita lain" batin ku, memang sangat egois namun inilah cara ku.
Aku mengambil smartphone kemudian mengirim pesan pada Raka. Setelah itu aku membersihkan diriku berdandan secantik mungkin dan hanya memakai kemeja putih yang hanya menutupi setengah pahaku sehingga kulit putih kaki jenjang ku bisa di ekspos. Tidak sampai disitu saja tempat tidur king size ku taburi kelopak bunga mawar dan kusemprot parfum membuat siapapun pasti tergoda.
Aku menunggu Raka datang kemudian menjalankan rencana licik ku, meskipun sebenarnya aku kawatir ia akan membenciku dan menganggapku wanita murahan tapi inilah cara untuk memilikinya.
__ADS_1
Raka juga sepertinya tidak menolak ia ikut terpancing dengan R*ns*Ng*n yang ku berikan hingga entah kapan tangannya sudah membuka kancing kemeja ku, tangannya mencari benda paling indah yang diciptakan Tuhan pada seorang wanita. Aku menghentikan apa yang dilakukan tangan Raka kemudian melepas tautan b*b*r kami.
" Maafkan aku Tiara, aku kelewatan tapi kamu membuat aku gila" kata Adit menyesali perbuatannya.
Aku hanya tersenyum mendengar penuturan Raka karena sebenarnya akulah yang menggodanya. Aku menariknya ke kamar yang sudah aku hias menampilkan kesan romantis. Sesampainya di kamar aku melingkarkan kembali tangan ku di lehernya kemudian kembali mengecup B*b*rnya. Raka tidak melepaskan aku kali ini, ia mendorong ku pelan ke tempat tidur kemudian ia menindih ku, membuka dalaman yang tersisa ditubuh ku. menikmati setiap jengkal tubuh ku mulai dari leher turun ke gunung kembar, ia bermain- main disana menikmatinya. Aku juga ikut menikmati permainan Raka yang memberikan sensasi luar biasa yang baru pertama kali aku rasakan dan permainan kami berlanjut hingga akhirnya malam ini kehormatan ku hilang bersama Raka. Setelah ******* pertama Raka, aku tidak membiarkan ia melepaskan ku. Aku terus menggodanya, hingga kami melakukannya entah berapa kali.
__ADS_1
Akhirnya kami kelelahan juga Raka sudah tertidur pulas di samping ku setelah ia mengucapkan kata maaf pada ku karena telah merenggut kehormatan ku. Air mata ku mengalir begitu saja bukan karena aku sedih telah kehilangan keperawanan ku tapi aku menyesal telah menarik Raka ke hal yang seharusnya tidak kami lakukan.
Aku terlalu larut dalam perasaan cinta ini sehingga aku egois ingin menyakiti hati lebih dari satu orang. Aku memutuskan untuk melepaskan Raka membiarkan ia bahagia dengan orang yang dicintainyaj "maafkan aku Raka, aku akan pergi dari hidup mu dan aku harap semoga engkau bahagia" batin ku.