
Aditi POV
Aku, Lucky dan Jay sudah berada di Club milik Jay, menikmati pesta perayaan ulang tahun Jay. Bukan kami saja banyak teman - teman Jay ikut merayakan pesta tersebut, ada yang berjoged - joged, ada yang makan - makan dan ada juga yang saling bercerita melepaskan rindu mereka sudah lama tidak berjumpa karena kesibukan masing - masing.
" Aku ke toilet sebentar" berbisik di kuping Lucky karena suara musiknya terlalu kencang. Lucky hanya menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
Setelah selesai menyelesaikan panggilan alam, aku kembali ke tempat dirayakan pesta Jay. Aku terkejut melihat gadis yang sudah sangat mabuk rebahan di atas sofa. Aku mendekatinya dan memapahnya, mengantarkannya pulang. Jay dan Lucky juga mendekati kami, membantu ku membawa barang milik gadis ini.
" gue pulang duluan ya sekalian mau ngantar cewek ini" kata ku pada Jay dan Lucky setelah aku dan Tiara berada di dalam mobil.
" jadi Lo ga kemari lagi ceritanya. wah parah Lo kawan."
" sorry gue mau jumpa penulis novel projek gue besok pagi"
" ya udah deh, hati - hati Lo di jalan so jaga baik - baik anak gadis orang"
" sipp... gue ga sama kaya Lo tukang embat anak gadis orang".
Aku melihat Tiara sudah tertidur, namun tiba - tiba dia mencium bibir ku dan mulai mengoceh mengatakan menyukai ku. Aku benar - benar tidak percaya bagaimana bisa mencintai seseorang hanya karna sekali bertemu mungkin saja Tiara baru putus dengan kekasihnya sehingga ia pikir aku kekasihnya.
__ADS_1
Aku tidak tahu mau membawanya pulang kemana, kalau Tiara kubawa kerumah dalam keadaan seperti ini aku bisa diceramahi mati - Matian sama Kak Raysa. Akhirnya aku putuskan menelpon Kak Raysa menjelaskan dulu semua yang terjadi.
Tut...Tut...Tut..
" hallo ka, ada apa nelpon kakak" kata kak Raysa di seberang sana.
"kakak di rumah?"
" iya, ada apa?"
" emmm... gini Kak. Aku mau membawa pulang seorang gadis kerumah, dia dalam keadaan mabuk"
" Cewe ini tamu Jay, kebetulan aku kenal jadi aku menolongnya. Kaka jangan mikir macem - macem deh. Raka anak Soleh kak , menantu idaman setiap orang tua".
" lebay... ya sudah bawa saja kerumah"
" siapp... kakak ku tersayang".
#####
__ADS_1
Setelah bangun tidur dan memastikan keadaan Tiara. Aku sudah duduk di meja makan bersama ayah dan kak Raysa menunggu Tiara bergabung dengan kami. tidak lama menunggu Tiara juga sudah bergabung dengan kami. Ayah dan kakak menggoda Tiara seperti yang mereka lakukan setiap kali bertemu teman wanita ku. Wajah Tiara nampak memerah menahan godaan mereka. Aku memilih diam menikmati sarapan ku.
"Ayah sama kak Raysa kerumah sakit gak di hari libur kaya gini?" tanyak ku memotong pembicaraan mereka dengan Tiara.
" Iya, hari ini kami mau memastikan waktu oprasi buat om David soalnya om David udah sadar". jawab ayah.
" Raka juga mau bertemu dengan penulis sekenario projek yang Raka ceritakan kemarin".
" emang kamu yang terpilih?"
" iya yah, Raka mau memastikan satu hal."
" memastikan apa?"
" belum jelas, nanti kalo udah jelas Raka cerita".
" ya sudah".
Kemudian suasana menjadi hening. Semua menikmati sarapan mereka masing - masing. setelah selesai ayah dan kakak pergi ke rumah sakit, sedangkan aku pergi mengganti bajuku karena aku berencana menemui Pak Adit.
__ADS_1