Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
14


__ADS_3

Aditia POV


Aku, Mama dan Papa sudah sampai di rumah. Tiara dan para pekerja di rumah kami menyambut kepulangan ku dengan bahagia. Sudah tiga bulan aku dirawat dirumah sakit jiwa. Rumah ini masih sama seperti dulu tidak ada yang berubah sedikitpun hanya saja Papa sudah mau meluangkan waktunya berkumpul bersama kami meninggalkan pekerjaannya. Berbeda dengan dulu Papa lebih mementingkan pekerjaannya dari pada keluarganya, Meskipun Papa belum bisa menerima Tiara sebagai putrinya.


Aku senang Mama sudah mendapatkan perhatian suaminya, setelah sekian lama Mama bersabar menunggu kasih sayang Papa meskipun sudah banyak air mata mama mengalir untuk keluarga ini namun Mama tetap kokoh berdiri mengurus kami semua. Aku bersyukur akhirnya kesabaran Mama berbuah manis juga.


Setelah semua yang terjadi Aku harus bangkit dari keadaan ku. Jika ditanyakan apakah aku sudah bisa melupakan cinta ku pada Raysa maka jawabannya tidak. Perasaan untuk Raysa masih subur di hati ku, namun aku tidak boleh egois. Aku harus bangkit demi Mama. Aku tau mama sangat sedih melihat keadaanku selama ini. Juga demi adik ku Tiara, aku ingin melihat ia bahagia. hatinya hancur karena Papa tidak pernah memperlakukannya seperti seorang anak. Papa selalu menganggapnya orang asing di keluarga kami.


Hari ini keluarga ku menghabiskan waktu dengan bahagia. Makan bersama kemudian berkumpul diruang keluarga saling bercerita kadang tertawa bersama. Hal yang tidak pernah kami lakukan sebelum ini.


"Raysa maafkan aku. aku tidak bisa menempati janji ku membahagiakan kamu, tapi aku akan menjalani hidup ini sebaik - baiknya seperti harapan mu" batin ku.

__ADS_1


#####


Bertahun - tahun aku menjalani hidup ku tanpa Raysa. Melanjutkan pendidikan ku hingga aku menjadi seorang direktur di perusahaan Papa. Aku berhasil membuat perusahaan papa menjadi perusahaan raksasa yang mampu bersaing di kalangan dunia.


Aku juga berusaha menjadi anak yang bisa dibanggakan oleh Mama dan Kakak yang bisa mengayomi adik ku, menggantikan sosok ayah untuknya. Perusahaan dan keluarga ku berjalan semestinya, tidak ada hal yang tidak bisa kuselesaikan.


Untuk Raysa aku menerbitkan sebuah Novel berjudul "Sang Pemilik Hatiku", menceritakan keseluruh dunia tentang kisah cintaku dengan Raysa, tentang bagaimana aku bangkit dari keterpurukan dan bagaimana aku menjalani hidup hingga akhirnya aku sukses menjadi seorang pengusaha muda yang namanya dikenal di dunia. Hasil dari penjualan novel tersebut kuserahkan pada orang - orang yang membutuhkan atas nama Raysa.


Hari ini aku mengadakan pertemuan dengan sutradara yang akan menggarap novel ku di salah satu restauran tempat ku terakhir makan bersama Raysa.


" gue yang akan ngurus semuanya. Lo cukup mendanai aja proyek ini Dit." kata Roy memulai percakapan dengan ku, sahabat sekaligus sutradara yang akan menggarap cerita novelku.

__ADS_1


" atur aja yang penting biarkan Tiara yang memerankan Raysa. Tiara yang lebih tau bagaimana tokoh Raysa."


" sip...


tapi untuk peran utama pria sama yang lainnya gue yang atur. Gue ga mau ada campur tangan siapapun dalam pembuatan Film ini. Gua mau buat Film ini fantastis biar retingnya bisa number one. you oke?."


" suka ati Lo lah. Oya kapan Lo mulai proyek Lo ini?".


" segera dong. secepatnya gue ngadain casting buat nyari aktor yang cocok, secara meranin sifat lo kan susah tapi pengumumannya udah gue sebar kok tinggal tunggu harinya aja buat gue beraksi".


" ya udah, gimana bagusnya aja gue ngikut" kata Adit mengakhiri pertemuan Roy dan dirinya membahas proyek mereka.

__ADS_1


__ADS_2