Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
12


__ADS_3

Aditia Pov


Aditia sudah sampai dirumah. Ia berjalan ke kamarnya ingin segera membersihkan diri dari keringat yang terasa lengket ditubuhku dengan berendam di bathub.


Air hangat di bathub membuat ku sedikit rilek dari pikiran - pikiran tentang hubungan ku dengan Raysa yang melelahkan tubuh dan pikiran ku.


Setelah mandi aku turun ke ruang keluarga rumah mewah ini untuk menemui papa. Tadi saat aku mandi mama meminta ku untuk menemui papa setelah selesai mandi karena ada hal yang ingin disampaikan Papa kepada ku. Sesampainya diruang tamu Aku duduk di salah satu sofa lembut berwarna cream dekat dengan papa. Disana sudah ada papa, mama dan Tiara.


" Ada apa pa?


kata Mama Papa memanggilku" tanya ku dengan wajah yang terlihat datar.


" hentikan hubungan mu dengan gadis rendahan itu, dia tidak cocok dengan mu.


bukankah kamu dan Agnes beberapa hari lagi akan bertunangan." jawab Papa dengan suara rendahnya namun menyakitkan bagi ku.

__ADS_1


" tapi Pa aku tidak mencintai Agnes Aku mencintai Raysa. Sudah tiga tahun kami menjalin hubungan."


" kalian masih SMA mana tau cinta - cintaan, toh dia tidak sekelas dengan kita mau ditaruh dimana muka Papa kalau sampai orang tau calon menantu papa dari orang rendahan"


" tapi Pa...


" tidak ada tapi - tapi. toh gadis itu sudah Papa usir dari rumahnya."


Mendengar perkataan papa, aku benar - benar terkejut.


Aku berlari kekamar ku mengambil kunci mobil bergegas menyusul Raysa. kemudian berlari cepat keluar rumah berharap masih sempat menemui Raysa di rumahnaya. sedangkan Papa terus berteriak pada ku untuk menghentikan langkah ku namun aku tidak peduli.


######


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi membelah jalanan hitam membawa perasaan ku perasaan kawatir pada Raysa. Aku sampai di kontrakan Raysa, Kontrakan itu terlihat kosong nampaknya Raysa sudah pergi meninggalkan kenangan kami di rumah ini. Aku bergegas mencari Raysa di setiap sudut jalan berharap menemukan sosok Raysa dan buk Fatimah. sudah cukup lama aku mencari namun belum juga menemukan Raysa.

__ADS_1


Di ujung sana aku melihat beberapa orang juga beberapa polisi seperti sedang melakukan olah TKP. Sepertinya baru saja terjadi kecelakaan disana. Aku menghentikan mobil ku dan menghampiri salah satu dari mereka menanyakan apa yang terjadi.


" apa baru saja terjadi kecelakaan disini pak?" tanyak ku pada seorang warga sepertinya saksi dari kejadian tersebut.


" iya pak.


Korbannya seorang wanita paruh baya dan seorang anak gadis, korbannya tidak bisa di selamatkan pak, mereka meninggal di tempat.


kalau saya tidak salah dengar kata polisi nama salah satu korbannya Fatimah."


Mendengar penuturan salah satu warga tersebut hatiku benar - benar sesak. buk Fatimah dan Raysa benar - benar meninggalkan ku untuk selamanya. aku benar - benar marah pada Papa karena sifat egois Papa aku kehilangan orang yang kucintai namun meskipun aku marah Raysaku tidak akan kembali.


Bayangan - bayangan indah bersama Raysa berputar di kepala ku. Kadang aku tertawa sendiri mengingat lucunya tingkah Raysa, namun kemudian aku menangis mengingat Raysa yang telah meninggalkan aku.


Aku sudah jauh berjalan menyelusuri jalan lupa tujuanku pergi kemana bahkan aku lupa membawa mobil ku.

__ADS_1


Dua orang berbadan besar menahan langkah ku membawaku masuk kedalam mobil. Orang tersebut adalah orang suruhan Papa yang ditugaskan Papa mengikuti ku ketika aku pergi meninggalkan rumah untuk mencari Raysa. Mereka sibuk berbicara pada ku mencoba menyadarkanku dari tingkah aneh ku menangis dan tertawa di waktu bersamaan mengingat kenangan bersama Raysa namun aku tidak peduli.


Aku lupa menjadi laki - laki tangguh. saat ini hidupku benar - benar hancur kehilangan Raysa membuat hati ini Rapuh. Hatiku berada dititik paling hancur. Aku mampu bertahan dari kisah sedih hidupku selama ini namun tidak mampu jika harus kehilangan Raysa, dialah semangat hidup ku, orang yang mampu membuat hati ini bahagia.


__ADS_2