
Aku diperjalanan mengendarai mobil ku sendiri. Tujuan pertama ku ke salah satu pusat perbelanjaan membeli kadodan kueh ulang tahun untuk Jay. Siang nanti aku, Raka, Lucky dan Jay membuat janji makan bersama di restauran yang sering kami kunjungi.
Setelah sampai, aku mulai berkeliling mencari kado yang cocok untuk Jay. Jay sangat suka mengkoleksi barang - barang unik, karena itulah aku berencana membelikannya jam unik.
Sudah cukup lama aku berkeliling. Benda yang aku cari juga sudah aku dapatkan dan sudah di bungkus rapi, begitu juga dengan kueh cantik untuk Jay. Aku bergegas keluar dari pusat perbelanjaan ini karena hari ini aku diminta ayah untuk ikut bersama ayah memeriksa teman ayah bernama pak David. Kata ayah pak David terkena serangan jantung tiba - tiba, saat dibawa kerumah sakit ia dalam keadaan pingsan.
Aku sudah berada di parkiran. Semua barang yang ku beli kumasukkan kedalam mobil. Setelah selesai aku masuk kedalam mobil dan mulai mengendarai mobil ku dengan kecepatan sedang manuju rumah sakit.
Jarak dari Rumah sakit dan pusat perbelanjaan yang aku kunjungi tadi tidak terlalu jauh sehingga tidak memerlukan waktu yang lama, aku sudah sampai di parkiran Rumah sakit. Aku memarkirkan mobil ku dan bergegas turun. Saat aku turun aku melihat seseorang yang aku kenal bahkan aku rindukan berjalan dengan seorang wanita keluar dari rumah sakit. orang tersebut adalah Aditia. Orang yang selama sepeluh tahun tidak pernah ku temui.
Luka yang hampir saja sembuh kini kembali terbuka lagi. Aku memang sudah mengikhlaskan hubungan Aditia dan Tunangannya atau mungkin saja sekarang istrinya, namun aku juga tidak bisa membohongi diriku bahwa aku masih sangat - sangat mencintai Aditia. Karena perasaan cinta ini, aku tidak pernah mau dekat dengan laki - laki lain.
__ADS_1
" Sudahlah sa, mereka sudah bahagia kamu harus bisa menerimanya" batin ku.
Aku berjalan menjauhi mereka agar Aditia tidak melihat ku, mencari jalan pintas untuk cepat masuk kedalam rumah sakit. Aku berjalan ke ruangan ku mengambil peralatan perang dan juga baju kebangsaan ku saat aku menangani pasien - pasien ku.
Aku dan beberapa dokter juga beberapa perawat sedang mengadakan meeting, membahas tentang penanganan penyakit pak David. Penyakit pak David sudah agak parah segingga harus diakukan penanganan yang tepat. Ayah mendiskusikan penanganan apa yang cocok dengan penyakit pak David bersama dokter - dokter ahli yang pengalamannya tidak diragukan lagi di Rumah sakit kami.
Aku hanya fokus mendengarkan toh hal ini bisa menambah pengalaman ku di dunia kedokteran. Dokter - dokter tersebut saling memberi usulan kemudian usulan - usulan tersebut di bahas agar kesimpulan yang di ambil bisa menjadi cara yang tepat menangani penyakit pak David, secara pak David merupakan salah satu pengusaha yang menjalin kerja sama dengan perusahaan Papa.
Pak David masih tidak sadarkan diri. di tubuhnya banyak terpasang alat - alat untuk menunjang kehidupannya karena pak David
dalam keadaan koma. Disini pak David ditemani oleh wanita paruh baya yang masih terlihat cantik, sepertinya istri pak David.
__ADS_1
Setelah selesai melakukan pemeriksaan Papa mengenalkan aku pada Buk Widia. Papa mengatakan akulah dokter yang bertanggung jawab memantau perkembangan kesehatan pak David. Buk Widia menjabat tangan ku dan meminta tolong pada ku agar melakukan yang terbaik untuk suaminya.
" Buk Widia teruslah mengajak pak David untuk berbicara, kasih dia support. Pak David mendengar semua yang kita lakukan namun ia gak bisa jawab kita" kata ku dengan ramah memberitahu apa yang harus keluarga lakukan saat pasien sedang koma.
" baik dok, itu saja?"
" ia buk hanya itu saja yang bisa ibu lakukan sekarang, kami pihak rumah sakit pasti mengusahakan yang terbaik. Yang penting keluarga banyak - banyak berdo'a , tidak ada yang tidak mungkin bagi sang maha kuasa".
"terima kasih dok".
" sama - sama buk. kalo gitu saya permisi dulu." bergegas meninggalkan ruangan tersebut bersama yang lainnya, sedangkan ayah sudah pergi duluan setelah memeriksa pak David.
__ADS_1