Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
33


__ADS_3

Beberapa hari di lokasi syuting aku habiskan untuk terus mencari perhatian Raka. Aku melakukan apapun sesuai dengan apa yang dia suka berbekal informasi dari kak Raysa. Aku juga memberi perhatian lebih bahkan mengubah gaya berpakaian ku yang awalnya selalu tampil seksi sekarang lebih tertutup.


Aku terus mengganggunya menempel di dekatnya.


"Raka kalian cinlok ya?" pertanyaan mas Roy membuat muka ku merah seperti kepiting rebus.


" jangan buat gosip dong mas" jawab Raka.


Jawaban yang mengubah senyum malu ku menjadi sedikit murung.


" Ya kalian terus berduaan aja seperti dunia ini milik berdua, bahkan kemarin aku liat kalian pulang bersama".


" itu bukan seperti yang mas Roy pikir. Ban mobil ku tiba- tiba kempes kemarin jadi aku terpaksa nebeng mobil Tiara karena tujuan kami sama" penjelasan Raka meluruskan pikiran- pikiran liar kru lain. Ban kempes itu adalah ulah ku agar bisa pulang bareng Raka. Aku membayar orang untuk mengempeskan ban mobilnya, licik bukan tapi cara licik adil dalam mperjuangkan cinta.


" o gitu. Ada hubungan juga ga pa-pa, kalian cocok kok yang satu cantik yang satu ganteng".

__ADS_1


" mas Roy ini ada - ada aja" jawab Raka dengan senyum simpulnya.


Apakah Raka tidak memiliki ketertarikan kepada ku sedikitpun, padahal diluar sana banyak sekali laki- laki yang ingin memiliki aku namun aku tolak. Selain itu semua yang aku lakukan apa tidak memberikan kesan untuknya sedikitpun atau dia hanya tidak ingin para wartawan mengetahui kehidupan pribadinya karena Raka memang artis low profil. Aku akan memastikannya hari ini menyatakan perasaan ku setelah selesai syuting. Hari ini adalah hari terakhir kami menyelesaikan projek " Sang Pemilik Hati Ku".


Semua Akhirnya sudah selesai Mas Roy meminta kami semua untuk merayakan pesta kecil- kecilan karena pekerjaan kami telah selesai tinggal menunggu film kami tayang di bioskop. Di sebuah ruangan telah disediakan makanan dan minuman juga panggung kecil untuk mempertunjukan bakat - bakat tersembunyi kru memeriahkan pesta kecil- kecilan kami malam ini.


Mas Roy memberikan sedikit kata sambutan kemudian acara dilanjutkan sesukanya bernyanyi bersama, makan- makanan yang tersedia melepas suka cita bersama karena semua kru sudah seperti keluarga saat mulai bekerja sampai saat ini. Sedangkan aku mengajak Raka ke suatu tempat hanya kami berdua untuk mengutarakan perasaan ku.


" Apa yang ingin kamu omongin Ra, tadi kamu bilang mau ngomong sesuatu?"


" ngomong aja ga papa,ni aku dengerin"


" sebenarnya... aku....emm..sebenarnya"


"hahahaha kamu ko jadi gagu gitu, ngomong aja" Raka masih menunggu aku berbicara namun rasanya suaraku sulit untuk keluar.

__ADS_1


"sebenarnya aku mau bilang aku suka sama kamu ka, aku suka sejak kamu menolong aku di Club xx dulu. Aku terus berusaha menemukan mu, mencari tau semua tentang kamu" lega akhirnya aku bisa menyelesaikan kata- kata ku. Raka hanya nampak diam entah apa yang ada dipikirannya


" Benarkah gadis itu adalah kamu, kenapa aku tidak menyadarinya" kata Raka sambil terus memperhatikan ku. aku hanya menganggukan kepala ku.


" Sebenarnya aku tidak ingin menyakiti siapapun, aku minta maaf aku tidak bisa menerima perasaan mu karena dihati ku sudah ada seseorang. Aku tidak ingin menyakiti kamu jadi mohon maafin aku harus mengatakan ini semua".


Aku hanya berusaha tersenyum namun hati ini sakit mendengar penolakan Raka namun aku berusaha tergar tidak ku izin kan air mata ini menunjukan rasa hati ku saat ini. hati ini memilih mencintai Raka namun aku tidak menuntut orang yang kucintai untuk mencintai aku juga. aku bahagia melihat dia bahagia meskipun hati ini juga sakit.


" tidak apa- apa, aku mencintai mu tapi aku tidak menuntut mu mencintai aku ini adalah pilihan ku".


" maafkan aku Ra. setidaknya kita masih bisa jadi teman dekat"


" iya benar kita bisa jadi teman" kata ku dengan senyum terpaksa menyembunyikan luka dihati ku. Raka memeluk ku memberikan ketenangan di hati ku.


Cinta ku kandas rasa bahagia berubah menjadi luka yang teramat dalam di hati ku, ingin rasanya aku cepat pergi dari hadapan Raka, menangis sekuat - kuatnya mencurahkan setiap luka dihati ku pada sang malam, namun Raka masih memeluk ku berusaha menghibur ku. Aku juga tidak mau Raka merasa tidak enak jika tau aku sedih dengan penolakannya karena itu aku pura- pura tersenyum seolah- olah semua baik- baik saja.

__ADS_1


__ADS_2