Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
45


__ADS_3

Zian merengek meminta ku untuk menemaninya full time hari ini, ia juga tidak mau berangkat sekolah meskipun aku dan Mas Adit sudah berusaha merayunya tadi pagi sehingga aku juga harus meminta cuti hari ini untuk menuruti permintaannya.


Aku menemani Zian bermain di kamarnya sedangkan Mas Adit sudah berangkat ke kantor setelah sarapan pagi bersama aku dan Zian. Zian nampak senang hari ini namun entah kenapa perasaan ku tidak enak pada Zian. Ku tatap wajah embul yang menenangkan jiwa itu, ia benar-benar gembira hari ini " jangan berpikiran yang aneh-aneh raysa, liat anak mu sangat bahagia " aku berkata di dalam hati.


untuk mengurangi perasaan aneh ini, aku memilih untuk menyibukan pikiran ku dengan memasak makanan kesukaan Zian.


" mau Mama masakin apa sayang?" tanyak ku pada Zian


" ehmmm" nampak Zian berpikir dengan wajahnya menghadap ke atas dan jarinya mengetuk-ngetuk bibirnya sendiri, tingkahnya tersebut membuat gemes saja. Aku sabar menunggu jawabannya namun nampaknya ia masih berpikir." Mama masakin burger aja gimana?" tawar ku.


" boleh Ma dengan ayam goreng, dengan sosis dengan spaghetti bolognese dan ..." sebelum ia mengabsen semua makanan yang ia mau aku menghentikannya


" sayang Mama masakin burger sama sosis aja ya untuk hari ini?" tawar ku Zian hanya mengangguk setuju namun bibirnya ia manyunkan tanda sedikit kecewa karena tidak bisa mendapatkan semua yang ia inginkan.


Aku meninggalkan Zian pergi kedapur untuk memulai ritual masak memasak. Aku berpikiran untuk memasak makan siang untuk Mas Adit juga, Sudah lama sekali kami tidak pernah makan siang bersama. Aku mengambil semua bahan dari kulkas dan mengolahnya menjadi berbagai makanan. Zian nampak turun dari kamarnya dan menghampiriku, mungkin saja ia bosan di kamar sendirian.


" Ma Zizi minta susu boleh?"


" boleh sayang, tunggu sebentar ya biar Mama buatin" Zian hanya mengangguk.

__ADS_1


Trut...trut...trut...( suara getar ponsel ku)


Aku mengambil ponsel yang tadi kuletakan di meja makan sebelum aku memulai ritual memasak ku. Aku melihat nama dari orang yang membuat panggilan dan nama yang tertera diponsel ku adalah Tiara. aku mengangkat panggilan tersebut.


"hallo Ra"


" hallo kak" jawaban dari sebrang sana


" gini kak boleh ga aku bawa Zian jalan-jalan, entah kenapa aku kepingin dekat-dekat Ama Zian"


" Oya mungkin bawaan bayinya Ra, ya udah bentar ya Kaka tanya Zian dulu" Aku mengalihkan pandangan ku pada Zian yang duduk di meja pantri didepan tempat masak ku.


" asik Zizi mau Ma" kata Zian sambil melompat-lompat kegirangan.


aku senang melihat Zian senang dan kemudian aku kembali meletakan ponsel ku di telinga dan memberi tahu Tiara kalau Zian mau ikut dengannya.


" Ra kapan perginya"


" sekarang Kak, ini aku udah di jalan"

__ADS_1


" ya sudah , kakak siapkan Zian dulu ya, panggilannya kakak akhiri" panggilan pun kami akhiri kemudian Aku membawa Zian kekamarnya dan menyuruhnya untuk mandi sedangkan aku mengambil baju kaos dilengkapi dengan jeket army nya juga celana berbahan jin yang panjangnya hanya selutut cocok menjadi pakayan untuk Zian saat berjalan-jalan dengan Tantenya.


Tidak berapa lama menunggu Zian sudah siap dengan semua pakaian yang aku siapkan kemudian di luar terdengar suara kelakson mobil Tiara. Tin...tin..tin..


" Ma Tante Tiara udah datang" kata Zian bersemangat.


" Ya sudah ayo kita turun" ajak ku pada Zian. Zian nampak begitu riang sehingga aku yang melihatnya jadi senyum sendiri. Kami berdua berjalan melewati setiap ruangan hingga sampai di pintu utama rumah minimalis yang di rancang suami ku khusus untuk ku. tidak butuh waktu yang lama kami sudah sampai di depan pintu, disana Tiara sudah menunggu kami.


" Apa kabar Ra" sapa ku pada Tiara


" baik Kak" jawabnya kemudian ia beralih menatap Zian yang sudah nampak rapi.


" Wah jagoan Tante tampan sekali" kata Tiara pada Zian sambil mencubit pelan pipi gembulnya. Zian senyum lima jari menambah ketampanan wajahnya karena bangga di puji tantenya.


" Ya sudah kak, kami jalan dulu ya" kata Tiara berpamitan.


" ya hati-hati di jalan ya Ra, Kaka titip Zian.


Zi jangan nakal ya sayang sama tente"

__ADS_1


" Iya Ma" jawab Zian sambil membawa tangan ku kekeningnya begitu juga dengan Tiara dan kemudian mereka pun masuk kemobil, mobilpun bergerak meninggalkan rumah.


__ADS_2