Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
19


__ADS_3

Tiara POV


Aku dan asistenku sedikit terlambat menghadiri meeting proyek Film layar lebar yang digarap dari novel karya Kak Adit. Aku memerankan tokoh Raysa, wanita yang dicintai Kak Adit dalam novel tersebut.


Aku dan asisten ku Yeyen berjalan tergesa - gesa keruangan tempat diadakan pertemuan.


Aku fokus dengan langkah ku hingga tidak sengaja menabrak seseorang. Aku benar - benar kesal kopi yang kubawa tumpah mengotori pakaian ku.


" kalau jalan pakai mata, Lihat ni bajuku kenak tumpahan kopi" menghardik orang yang ku tabrak tanpa melihat siapa orang tersebut.


" Aduh saya minta maaf mbak.


Gimana kalo bajunya saya bersihkan, di mobil ada switer yang bisa mbak pakai sementara"


Aku melihat orang yang aku tabrak. Aku benar - benar terkejut karena orang yang ku tabrak adalah laki - laki yang aku sukai secara diam - diam setelah ia pernah menyelamatkan aku dulu. Setelah kejadian itu aku sering mencari informasi tentangnya dari internet. Dia bernama Raka putra, pria yang bisa membuat hati ku berbunga - bunga.

__ADS_1


flash back.


Di sebuah club di negara A, aku minum - minuman beralkohol untuk menghilangkan rasa sedih ku. Aku kecewa dengan perlakuan Papa yang tidak pernah menganggap ku ada, ditambah lagi pacarku yang kupergoki sedang melakukan hubungan intim dengan wanita lain di apartemennya.


Aku benar - benar stres dengan semua itu, karena itu aku memilih menghabiskan waktu ku berjoget dan minum - minuman beralkohol di salah satu club. Entah berapa banyak minuman itu sudah aku teguk, sehingga aku kehilangan sedikit kesadaran ku meskipun aku masih mendengar suara apa saja.


Saat aku mabuk, seseorang mengambil kesempatan dengan memeluk dan meraba - raba tubuh ku. Aku menolak apa yang orang tersebut lakukan, namun orang tersebut tetap memaksa ingin membawa ku ke suatu tempat. Aku terus memberontak meminta tolong, tapi karena suara musik yang kencang siapapun tidak mendengarku. Aku benar - benar takut dilecehkan oleh orang ini.


Aku tidak tau apa yang terjadi namun orang yang membawaku tiba - tiba sudah jatuh di samping ku, bibirnya nampak mengeluarkan darah segar. Pria yang menolongku terus menghujaninya dengan pukulan hingga ia tak berdaya.


" Apa kamu baik - baik saja?" pertanyaannya pada ku. suara sensasionalnya membuat jantung ku berdebar.


" aku baik - baik saja, Terima kasih".


" is oke.. panggil saja aku Raka" katanya sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


" aku Tiara" jawabku sambil menjabat tangannya.


" boleh aku memberikan nasihat padamu?"


" tentu saja"


" sebagai seorang wanita jangan pergi ketempat seperti itu, itu tempat berbahaya bagi wanita. Laki - laki menganggap mu rendah jika kamu tidak menjaga dirimu dan harga dirimu sendiri. kamu diberi tanggung jawab oleh sang pencipta untuk menjaga tubuh yang sudah diberikan padamu. jadilah wanita yang mulia sehingga pasangan mu juga memuliakan mu.


jika saja tadi tidak ada yang mendengar kamu minta tolong mungkin kamu sudah kehilangan hal berharga dari diri mu sebagai wanita." nasihatnya untuk ku diakhiri senyuman manisnya.


Melihat senyuman itu jantungku terus berdebar, ada perasaan aneh dalam hati ku. Semoga saja dia tidak mendengar detak jantung ku.


" sekali lagi terima kasih" ucapan tulus ku padanya dengan kepala tertunduk. Apa yang ia katakan memang benar, tidak seharusnya aku datang ke tempat seperti ini hanya untuk menghilangkan kesedihan ku.


flash back off.

__ADS_1


__ADS_2