
Bel berbunyi menandakan bahwa aktivitas melelahkan di sekolah telah selesai. aku memasukan semua alat belajarku ke dalam tas begitu juga dengan siswa - siswi yang lainnya. Setelah selesai ku letakan tas tersebut di punggung ku, kurasakan tangan seseorang menggandeng tangan ku dan menarik ku keluar kelas, aku menurut mengikuti langkahnya benar tangan itu adalah tangan Adit tangan yang selalu menggandeng ku, melindungi ku dan menghantarkan kehangatan pada jiwa ku.
tidak butuh waktu lama kami sudah berada di parkiran sekolah , kulihat Adit sudah menaiki motornya aku ikut naik berharap cepat sampai kerumah agar aku bisa membantu ibu berjualan.
setiap pulang sekolah Adit selalu ikut bersama ku pulang ke rumah kecil ku ia juga membantu kami berjualan namun Adit tidak pernah meminta upah dari pekerjaannya, ia hanya meminta makan siang masakan ibu bersama kami , entah apa alasannya aku juga tidak tau karna Adit tidak pernah menceritakan tentang dirinya pada ku dan ibu namun aku tau sorot mata Adit menyimpan luka yang cukup dalam.
kendaraan kami sudah melesat dijalan dengan kecepatan sedang
" sa hari ini aku pulang cepet ya soalnya aku ada sedikit urusan " kata Adit memulai percakapan kami. Adit tipe orang yang tidak banyak bicara sikap nya sanagat dingin bahkan terkesan cuek, ia juga jarang tersenyum hanya aku dan ibu yang pernah melihat senyumannya dan mungkin keluarganya.
" ya elah dit dit.. terserah kamu lah kan kamu bukan karyawan ibu masak harus minta izin sama aku, ada-ada aja kamu dit " jawab ku.
__ADS_1
" aku cuma ga mau pacar jelek ku ini marah, soalnya malas banget lihat wajah cemberutnya tambah jelek " ejek Adit padaku.
Aku memukul pelan bahunya karna ia selalu mengejek ku
" iya kamu ganteng,
aku jelek lagian udah tau jelek ngapain dipacarin padahal banyak tu cewe - cewe super cantik yang ngantri buat pacar kamu kamunya aja selalu cuek sama mereka" jawab ku pada Adit.
Tidak terasa kami sudah sampai dirumah, aku dan Adit melangkah masuk ke dalam rumah.
" assalamualaikum buk" salam kami serempak ketika melihat ibu membuatkan mie ayam untuk pelanggan.
__ADS_1
"waalaikumsalam
Oya ibu lagi sibuk ni, ga usah Salim langsung makan ya" kata ibu pada kami.
Aku masuk ke kamar ku untuk ganti baju begitupun Adit yang langsung masuk ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya juga, Adit selalu membawa pakaian ganti di tasnya. setelah selesai kami langsung makan siang dan lanjut membantu ibu berjualan begitulah aktivitas kami setiap harinya.
Pelanggan ibu sangat senang jika Adit datang baik ibu - ibu ataupun remaja suka memandangi Adit diam - diam ketika mereka makan mie ayam di warung ibu , mereka bilang mie ayam ibu tambah enak kalo makannya sambil lihat wajah adit. berbeda dengan Adit yang nampak cuek dengan suamua tingkah pelanggan ibu.
Jam sudah menunjukan pukul 16.00 Wib. Adit pamit pulang pada kami biasanya Adit pulang jam 18.00 namun hari ini ia pulang cepat.
" buk Adit pulang dulu ya! Oya sa besok aku ga jemput kamu ya pergi sekolah aku dah izin besok ga masuk. hati- hati kamu naik angkotnya" kata Adit pada ku dan ibu sedang kan ibu hanya membalas dengan anggukan.
__ADS_1
" siap bos" jawabku dengan tangan kuletakan di dekat keningku seperti gerakan hormat bendera. Adit tersenyum kemudian ia meninggalkan kami pulang kerumahnya.