
Raka POV
Di tempat tidur rumah sakit aku duduk mengingat teman baru ku. aku sangat suka dengan kakak yang berbicara dengan ku tadi. entahlah kakak itu begitu baik meskipun dia baru kenal dengan ku.
Aku menceritakan keluh kesah ku padanya, sejak aku mengidap penyakit jantung sebenarnya aku ingin menyusul bunda kembali kepada sang pencipta, aku bosan dengan pengobatan- pengobatan yang ayah usahakan padaku. tidak ada yang menarik dalam hidupku semua dihabiskan dirumah sakit hanya 1/4 saja kuhabiskan untuk kegiatan yang lain.
Ayah ku bernama bram, Ayah adalah pemilik rumah sakit tempat ku dirawat dia juga seorang dokter spesialis bagian dalam, kasian ayah ku ia harus mengelola beberapa rumah sakit di berbagai daerah di tambah ia harus memikirkan pengobatan ku, namun ia tidak pernah mengeluh.
aku tersadar dari lamunanku ketika ayah sudah duduk didekat tempat tidur ku.Ayah mencium kening ku.
" ayah lihat kayanya hari ini kamu senang banget, ada apa nak?" tanya ayah pada ku.
iya aku sangat senang, senang bisa memiliki teman seperti kak raysa dia juga berjanji akan sering mengunjungiku dirumah sakit.
__ADS_1
" aku senang hari ini ayah, aku dapat teman baru namanya kak raysa" kuceritakan semua tentang kak raysa pada ayah.
" aku melihat senyuman ayah, nampak dari wajah ayah, ia begitu senang melihatku banyak bercerita padanya padahal biasanya aku anak yang irit bicara"
" Ayah pingin tau siapa orangnya nanti kenalkan ayah ya sayang" kata ayah
" iya ayah, kak raysa janji besok datang lagi menjengu ku. Oya ayah dia anak om Joko security rumah sakit ini" jawab ku
####
setelah pertemuan ku dengan ka raysa. kak raysa menempati janjinya, dia sering menemaniku dirumah sakit bahkan jika aku drob dia sering menemaniku menjalankan pengobatan. kak raysa menjadi tujuan hidupku untuk bisa sembuh, aku ingin melindunginya ketika aku sudah besar bagiku ka raysa adalah kakak ku sendiri.
Ayah juga sangat senang mengenal kak raysa bukan karna kak raysa yang mau menjadi teman ku, keperibadian kak raysa yang pantang menyerah memperjuangkan segala sesuatu yang ia impikan membuat ayah tertarik pada kak raysa. kak raysa emang gadis yang unik kata ayah.
__ADS_1
hari ini ayah mengajak kami makan Jung food makanan yang menjadi pantangan dalam hidup ku namun kali ini ayah mengijinkan aku memakannya karna keadaan ku akhir-akhir ini terus membaik.
Aku sedih saat kak raysa bilang kalau dia jarang makan makanan seperti ini, kak raysa harus berjuang untuk kehidupannya bersama ibu dan ayahnya. mereka harus benar- benar hemat agar bisa bertahan hidup.
Tiba-tiba ayah mendapat telpon dari rumah sakitnya, ayah mendapat informasi kalau ayah kak raysa kecelakaan dan dibawa kerumah sakit ayah namun naasnya nyawa pak Joko tak bisa diselamatkan.
Kami bergegas kerumah sakit ku lihat tubuh kak raysa gemetar, air matanya mengalir. aku menggenggam tangan kak raysa mengatakan padanya Allah akan memberikan kekuatan megicnya untuk menghidupkan kembali ayah kak raysa.
Beberapa saat kemudian kami sampai di rumah sakit aku hanya melihat kak raysa menangis memeluk ayahnya yang sudah terbaring dan ditutup kain putih di kamar jenazah rumah sakit ayah. disana juga ada ibuk kak raysa yang ikut menagis bersama kak raysa.
Ayah menepuk- nepuk pundak kak raysa merayu kak raysa agar berhenti menangis aku sendiri tidak mengerti harus bagaimana menghibur kak raysa. ku bawa coklat ku serahkan pada kak raysa.
" kakak jangan menangis kakak boleh menghabiskan choklat ku tapi jangan menangis" hanya itu yang bisa ku lakukan benar saja kak raysa berhenti menangis dan memeluk ku. aku berjanji akan membuat mu bahagia kakak ku tersayang, itulah tekat dalam hati ku. Aku sedih melihat kak raysa mengis
__ADS_1