
Hari ini aku menghabiskan waktu kami dengan bersenang - senang. Berbelanja di mall meskipun awalnya aku menolak namun Adit memaksa ku untuk menerima semua pemberiannya. Mencoba berbagai macam wahana di taman bermain, berburu makanan - makanan enak dan hal - hal lainnya yang menyenagkan namun ternyata ada sepasang mata yang mengawasi kami dari tadi.
orang itu adalah orang suruhan papanya Adit
Hari ini aku benar - benar merasakan kebahagiaan seharian bersama Adit.
hingga hari sudah gelap kami memutuskan makan malam di salah satu tempat makan yang menjual ayam bakar kesukaanku. ayam bakar yang sering kunikmati bersama ayah. kami duduk dilesehan menikmati ayam bakar yang kupesan meskipun keringat bercucuran di dahinya Adit karena sambal disini emang cukup pedas namun rasanya sangat nikmat.
" Jujur aku ga pernah merasakan makan dipinggir jalan kaya gini Sa tapi makananya enak banget" kata Adit sambil terus mengunyah ayam bakarnya.
" kamu suka?" tanyak ku pada Adit
" suka banget Sa, kapan - kapan kita kemari lagi ya."
__ADS_1
"iya mau tambah lagi" tawar ku karena Adit udah dua kali memesan ayam bakarnya.
" udah cukup, perutku bisa meledak kalo tambah lagi, ya udah habiskan makanan mu ini sudah malam setelah ini kita pulang, ada yang mau kubicarakan sama kamu".
" udah kok, aku udah kenyang" kata ku.
Kami bergegas pulang karena waktu memang sudah cukup gelap, aku takut ibu kawatir pada kami karna pulang terlalu malam.
Di perjalanan Adit tetap saja menggenggam tangan ku rasanya seperti ia takut kehilangan ku. Aku juga melihat wajahnya seperti wajah orang kawatir.
" Sa sebenarnya Ayah sudah menjodohkan aku dengan anak dari temannya. semua ini demi kerja sama perusahan papa Sa. papa memutuskan pertunagan kami dua Minggu lagi" kata Adit pada ku
Hatiku benar - benar sesak mendengar penuturan Adit. bagai mana tidak orang yang kucintai dijodohkan dengan orang lain.
__ADS_1
" Apa gadis itu menyukai mu" pertanyaan yang keluar dari mulut mu.
" Sepertinya ia menyukai aku tapi aku tidak mau suatu hari nanti menyakitinya karena menikah tanpa cinta.
Aku akan berusaha meyakinkan ayah untuk merestui hubungan kita jadi aku mohon bersabarlah Sa, tunggu aku datang menjemput mu. Besok aku berangkat ke negara x untuk melanjutkan pendidikan ku."
Ga terasa air mataku menetes meskipun aku sudah berusaha untuk menahannya. Aku tau Adit lebih terluka dari ku berada di antara cintanya untuk ku dan orang tuanya. Aku juga tidak mau menjadi penyebab yang membuat Adit menyakiti orang tuanya. Ya Allah berilah kami jalan yang terbaik do'a ku pada sang penentu takdir.
" Aku akan menunggu mu, kita sama - sama berusaha jika kita jodoh Allah akan menyatukan kita" harapan ku.
Kulihat air mata Adit juga jatuh dari pipinya meskipun ia berusaha untuk tersenyum. jika aku bisa memilih aku ingin Adit terlahir dari keluarga biasa hingga tidak ada aturan yang menghalangi hubungan kami. Namun aku tau takdir kami sudah di tentukan.
" Sa bolehkah aku memeluk mu"
__ADS_1
Aku hanya mengangguk, mulutku seperti terkunci tak bisa mengatakan apapun lagi. Rasanya sulit sekali hanya untuk bernapas
Adit memelukku dalam Isak tangisnya beradu dengan tangisan ku. Setelah cukup lama kami berpelukan Adit mencium keningku, ciuman menyedihkan tanda perpisahan kami entah kapan baru bisa bertemu.