Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
21


__ADS_3

Hati ku benar - benar hancur, pria yang kucintai ternyata sudah memiliki cintanya sendiri. Raka adalah sosok yang membuatku merubah gaya hidup ku dari gadis yang suka dunia malam menjadi gadis yang lebih baik, gadis yang menjaga kehormatannya.


Oh tuhan mengapa hidupku sangat menyedihkan, rasanya begitu sakit ketika patah hati. Cintaku bahkan belum di mulai namun harus kandas. Kebahagiaan ku bisa bertemu kembali dengan Raka malah berbalik menambah lubang di hati ini.


Di iringi musik disco, aku terus meneguk minuman beralkohol ditemani para undangan di pesta Jackop. Kepalaku terasa berat, aku merebahkan kepala ku di sandaran sofa.


Kurasakan seseorang memapah ku keluar dari club milik jackop. di belakang kami, dua pria lain mengikuti kami membawakan tas milik ku. Aku mulai berhalusinasi melihat pria yang memapah ku adalah Raka. Aku menangkup pipinya dan mendaratkan ciuman agak lama di bibirnya.


" Itu hukuman untuk mu wahai bayangan Raka. Kamu tau aku sudah lama menyukai kamu. aku selalu mencari informasi tentang kamu dan kamu tau aku senang disana tertulis kamu masih singgel tapi mereka bohong, aku melihat kamu dengan kekasih mu....." ocehan ku mengeluarkan unek- unek di hati ku. setelah itu aku tertidur tidak ingat lagi apa yang terjadi.


######


Aku membuka mata ku. aku merasakan tubuh ku berada di atas tempat tidur yang empuk. di sampingku duduk seorang wanita cantik. Aku ingat wanita cantik ini adalah kekasih Raka.


Aku mengumpulkan semua ingatan ku. Aku ingat aku mencium Raka saat ia memapah ku tadi malam. apa yang aku lakukan? aku pikir Raka hanya halusinasiku.

__ADS_1


" Kamu sudah sadar?" tanyak wanita itu pada ku.


" aku baik- baik saja Terima kasih. aku ada dimana?" pertanyaan ku pada wanita tersebut.


" kamu ada dirumah kami, tadi malam Raka membawa kamu pulang kesini karena Raka tidak tau kamu tinggal dimana?".


" maaf sudah merepotkan"


" tidak masalah"


"Lo mabuk tadi malam jadi gue bawa kemari soalnya gue ga tau Lo tinggal dimana?" kata Raka pada ku.


"terima kasih kamu sudah menolong ku dua kali"


" ga usah dipikirkan. ohya kenalkan ini kakak ku. kak Raysa."

__ADS_1


wanita itu mengulurkan tangannya. aku ga salah dengarkan, wanita cantik ini kakaknya Raka. Aku merasa bodoh banget tanpa mencari tau langsung mengambil kesimpulan kalau cewek cantik ini adalah kekasihnya. Kujabat tangan kak Raysa.


" aku Tiara kak, sekali lagi terima kasih banyak"


" ya sudah kamu mandi dulu, ini pakai saja dulu baju ganti milik kakak Setelah itu kamu turun kita makan bersama".


" iya kak".


Kak Raysa dan Raka meninggalkan aku di kamar. aku menunaikan ritual mandi kilat ku kemudian turun ke ruang makan rumah Raka. Disana sudah ada Raka, kak Raysa dan laki - laki paruh baya ayah Raka.


" ayo duduk nak, kita sarapan bersama". ajak ayah Raka kepada ku.


" gimana ayah, cantikan calon mantu ayah?" goda kak Raysa.


wajah ku menjadi merah seperti kepiting rebus, malu di goda kak Raysa sedangkan Raka hanya tersenyum, senyuman yang ku suka. Keluarga ini terasa hangat berbeda dengan keluarga ku, sulit sekali hanya untuk kumpul bersama saling berbagi suka dan duka.

__ADS_1


Kami makan bersama diselingi percakapan - percakapan ringan menambah kehangatan keluarga. Aku juga bahagia bisa berada disini menikmati makanan rumahan dan merasakan kebahagiaan yang tidak pernah aku rasakan.


__ADS_2