Sang Pemilik Hati Ku

Sang Pemilik Hati Ku
24


__ADS_3

Aditia POV


Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan tinggi berharap cepat bertemu Raysa ku.


sesampainya dirumah sakit aku berlari masuk menuju meja informasi menanyakan keberadaan Raysa. Rumah sakit terlihat sepi karena hari ini hari libur, hanya ada beberapa pegawai dan perawat saja.


"Apakah dirumah sakit ini ada yang bernama Raysa Putri?" aku bertanya kepada salah satu pegawai yang menjaga meja informasi.


" pasien atau pegawai pak?"


aku tidak tahu Raysa pasien atau pegawai rumah sakit karena terburu - buru aku lupa bertanyak pada Raka.


" Raysa Putri anak dari pemilik rumah sakit ini om Bram".


" oo dokter Raysa, dia sedang visit keruangan xx... dengan nama pasien pak David".


Tanpa mengucapkan terima kasih aku berlari menuju ruangan Papa. Aku membuka pintu ruangan papa, semua yang ada diruangan tersebut terkejut dan memandang ku. Aku melihat wanita yang ku cintai terkejut dengan kehadiran ku, wanita itu semakin anggun dengan jas putih kebanggaannya. Aku mendekatinya dan memeluknya erat melepaskan semua kerinduan dihatiku sedangkan wanita yang kupeluk hanya diam terpaku terkejut dengan apa yang aku lakukan begitu juga dengan Papa dan mama tidak mengerti dengan apa yang aku lakukan.


" Kenapa kamu meninggalkan aku, Aku mencari mu setelah kamu pergi dari rumah itu tapi aku tidak menemukan mu kata orang disana kamu kecelakaan dan meninggal" melepaskan semua kesedihan yang ku pendam selama ini".


Kamu tau setelah kehilangan kamu, aku sering berhalusinasi hingga aku dirawat dirumah sakit jiwa".


" maafkan aku dit, aku cuma ga mau diriku menjadi penyebab jarak antara hubungan mu dengan papamu". suara Raysa bersama tangisannya.

__ADS_1


" kamu ga mikirin perasaan ku sa, kamu tau aku merindukan mu"


" aku juga merindukan mu"


Raysa membalas pelukan ku menangis beradu dengan tangisan ku melepaskan semua kerinduan kami hingga kami lelah menangis dan melepas pelukan ku dari tubuh Raysa.


" kenalkan ini mama dan papa ku" memperkenalkan mama dan papa pada Raysa.


" Halo Tante, om saya Raysa"


Mama ga menjawab tetapi malah menghampiri Raysa memeluknya dengan erat.


"maafkan kami nak, karena kami ibumu kehilangan nyawabya". permohonan tulus mama pada Raysa.


" Aku sudah memafkanya, mungkin inilah takdir ku pak" jawab Raysa pada Mama dan Papa.


" Adit sangat mencintai mu, ia melewati banyak hal sampai bisa setegar sekarang. Kamu sangat baik nak pantas saja orang sedingin Adit bisa mencintaimu sepenuh hatinya" kata mama pada Raysa.


" Tante bisa aja"


" kalau saja Raka ga memberi tahu aku semua tentang kamu mungkin aku terus berpikir kamu sudah menikah" perkataan ku pada Raysa.


" Raka?"

__ADS_1


" dia memintaku bertemu dengannya di apartemen Tiara, aku pikir dia suamimu"


" suami, maksudnya aku ga ngerti".


" aku pikir kamu sudah meninggal tapi beberapa hari kebelakangan ini aku melihat kamu dengan anak kecil dan juga Raka di rumah sakit ini jadi aku pikir kamu sudah menikah.


hahahaha Raysa tertawa, tawa yang sering aku dengar dulu, tawanya tidak pernah berubah.


"Aku juga melihat kamu beberapa hari kebelakangan ini dengan seorang wanita cantik di parkiran rumah sakit, aku pikir dia istrimu".


hahahaha aku tertawa mendengar cerita Raysa, ternyata kami sama - sama salah paham.


"Dia menjenguk papa, dia anak teman papa dia bukan istriku tapi hampir menjadi istri"


" iya saat aku kecelakaan , aku melihat di TV kamu bertunangan dengannya".


" itu karena aku pikir kamu sudah meninggalkan aku untuk selamanya itulah yang membuat ku menerimanya, sekarang dia udah memiliki suami dan hidupnya bahagia".


" syukurlah. Kalau aku tau kamu mencari ku seharusnya aku tidak meninggalkan mu sehingga aku tidak tersiksa dengan perasaan ku".


" sekarang kamu jangan meninggalkan aku lagi" berharap padanya sambil mengelus kepalanya mencurahkan seluruh cintaku.


Kami menfhabiskan waktu kami dengan bercerita satu sama lain. Menceritakan semua hal yang kami lewati hingga menjadi seperti saat ini.

__ADS_1


__ADS_2