
Pagi - pagi sekali aku sudah berdiri dipinggir jalan menunggu angkot lewat, seperti yang dikatakan Adit kemarin ia benar - benar tidak menjemput aku. tidak berapa lama aku melihat angkot bergerak ke arahku, ku lambaikan tanganku berharap angkot berhenti. benar saja supir angkot itu menghentikan angkotnya di depan ku kemudian aku menaiki angkot tersebut.
Tidak butuh waktu lama aku sudah sampai disekola , aku berjalan menuju kelas begitu juga dengan siswa - siswi yang lainnya.
banyak dari siswa tersebut yang menegur ku lebih tepatnya mengejek ku bagi mereka ini kesempatan langka, aku sendirian ga ada Adit sehingga mereka bisa menghina ku, kerena kalau ada Adit mereka tidak akan berani mengejek ku. aku memih cuek dengan perkataan mereka meskipun kuping ku sakit mendengarnya.
"ehh Cinderella dimana pangeran Lo udah males dia bergaul Ama orang kaya Lo." kata salah satu siswa
" pake pelet apa sih Lo penampilan kaya pembantu gue di rumah bisa naklukin Adit" kata siswa yang lainnya
" eh gadis tengik jangan mimpi Lo jadi Cinderella beneran, paling Adit cuma mau mainin Lo" tambah siswa lain.
Dan masih banyak hinaan- hinaan lainnya.
Aku berusaha untuk tidak peduli dengan omongan mereka hal seperti ini udah sering ku dengarkan, bagiku nilaiku yang lebih penting agar aku bisa mendapatkan beasiswa kedokteran bukankah ayah ingin aku menjadi dokter agar bisa menolong orang lain dan menaikan derajat ibuku.
Bel berbunyi menandakan pelajaran akan dimulai, seorang guru berpenampilan menawan memasuki kelas kami namanya buk Susi guru mate- matika.
" anak- anak sebelum pembelajaran di mulai ibu ada sedikit informasi, Aditia sudah keluar dari sekolah kita, ia akan melanjutkan sekolahnya di negara x".
Aku terkejut dengan informasi yang diberikan buk Susi, bukankah aku pacarnya kenapa dia tidak memberitahuku. dadaku juga merasa sesak ada perasaan sedih tapi aku tidak mau berpikiran buruk mungkin saja Adit belum sempat memberi tahu ku toh meskipun pacaran jarak jauh itu tidak masalah bagiku karena aku percaya pada Adit kalau Adit juga mencintai aku.
waktu istirahat ku habiskan membaca buku di perpustakaan biasanya ada Adit yang menemaniku kami belajar bersama, meskipun dimasa sekarang banyak remaja gaya pacaranya bebas ala gaya- gaya orang barat berbeda dengan kami yang masih memegang teguh norma susila kami hanya menghabiskan waktu pacaran dengan hal- hal yang bermanfaat.
Ku buka lembar demi lembar buku bacaan yang berjudul " sang pengejar mimpi " buku yang paling ku gemari pemberian Adit namun kali ini aku benar- benar tidak fokus pada buku tersebut pikiranku melayang memikirkan Adit.
__ADS_1
"ya Allah kenapa perasaan ku tidak enak sama seperti waktu aku kehilangan ayah, ya Allah lindungi Adit" batin ku.
entahlah hari ini aku benar- benar kacau kuputuskan setelah pulang sekolah pergi ke rumah sakit mengunjungi sahabat kecilku namanya Raka, Raka anak kecil berusia 10 tahun ia pengidap penyakit jantung bawaan.
aku bertemu dengannya di taman dibelakang rumah sakit 3 tahun lalu.
" flash back"
hari ini aku di minta oleh ibu untuk mengantarkan bekal ayah yang lupa ayah bawa. ayah menjadi security di salah satu rumash sakit besar di kota kami.
kudatangi ayah yang duduk di pos jaganya sambil menyerahkan box makan yang dititipkan ibu pada ku.
" yah ini bekal ayah ketinggalan"
" terima kasih sayang, Oya kita pulang sama- sama tunggu ayah di taman itu" kata ayah sambil menunjuk sebuah taman asri di belakang rumah sakit.
ku arahkan pandangan ku ke setiap tempat di taman tetsebut. udaranya yang sejuk membuat siapa saja betah duduk disini oleh sebab itu banyak pasien diruh sakit ini melepas lelah ditaman ini.
aku melihat seorang anak kecil duduk tidak jauh dari tempatku berada, matanya benar-benar sedih. dia menundukkan kepalanya melihat rumput di bawah kakinya. entah kenapa aku tertarik mendatanginya dan duduk disebelahnya.
" hai boy kamu ganteng sekali, namamu siapa?
aku raysa " basa basiku sambil mengulurkan tangan
ia menoleh kepadaku setelah mendengar suaraku. dia benar-benar tampan meskipun usianya masih 7tahun tapi wajahnya terlihat pucat.
__ADS_1
" namaku Raka,
boleh tau Kaka siapa?" jawabnya
" oh aku cuma mau numpang istirahat disini aku lihat kamu sendirian jadi aku kesini,
Oya kamu pasien disini?" tanyak ku karna ia memang memakai pakaian rumah sakit.
" iya kak , rumah sakit ini punya ayah ku" jawabnya
" kamu sakit apa?" tanyak ku lagi, aku penasaran karna wajahnya begitu pucat.
" aku sakit jantung bawaan kak" jawabnya.
kasian sekali anak seusia dia harus merasakan sakit dimana anak- anak yang lain bermain dengan riang ia malah harus Merakan sakitnya jarum suntik dan alat-alat rumah sakit belum lagi obat yang entah berapa banyaknya harus ia telan.
satu hal yang membuat dia mirip dengan Adit teman baikku ia juga memiliki wajah datar.
" emmm kamu percaya di dunia ini ada megic!! magic yang Allah berikan bagi orang sabar.
usaha dan sabar itu akan berbuah manis suatu hari nanti karna megic akan bekerja merubahnya jadi indah.
Allah tidak mungkin memberikan ujian jika kita tidak mampu menghadapinya." setidaknya itulah yang kuyakini.
"terima kasih kak, apa Kaka mau menjadi teman ku" pintanya pada ku.
__ADS_1
" tentu saja boy" jawab ku sambil memeluknya.