
Rio bersembunyi dibalik atap sebuah café yogurt sembrang studio foto, dia sudah dalam posisi siap menembak, tinggal menunggu aba-aba Gin dan informasi dari operator mengenai kondisi para tuyul.
Gin beserta Senny, Yuda dan Andy bersembunyi didalam warung-warung kecil sebrang studio. Butuh waktu 15 menit lebih untuk bisa masuk kedalam warung, karena para tuyul tak henti-hentinya bermain dengan flash kamera sehingga cukup sulit untuk bisa bergerak masuk selagi menghindar dari sinar flash.
Meski ini adalah misi tingkat C. awal saja sudah mendapat kesulitan tersendiri. Seakan-akan sepertu bug dalam game yang pada mulainya Easy naik tingkat menjadi Medium. Karena Yuda menyingung tingkatan kepada Gin pada akhirnya Gin angkat bicara dan bilang “mending ini atau babi ngepet hobi seruduk?”. Membayangkan kembali apa yang sudah dia alami sebelum datang ke markas, membuat Yuda tak ingin memilih keduanya.
“dari dekat saja jumlahnya sudah kelihatan” ucap Andy.
Para tuyul tersebut, botak-botak, tak memakai baju dan alas apa-apa kecuali ****** *****, ukuran badan mereka beraneka raga. Seperti bocah berubur 5 tahun sampai 8 tahun.
“aku harap enggak ada tuyul bongsor” Kata Andy meski cuman gurawan, lumayan untuk mencairan suasana.
Headset Yuda menangkap suara seorang operator, laki-laki, terdengar seperti masih muda.
Hai..hai, tes-tes 1,2,3. Haloooo semuanya jelas
Mendadak wajah Gin berubah menjadi jengkel “Hoi! kenapa lu yang jadi operator kita”
Jangan protes dong bang, Teh Lia yang minta aku Jadi operatormu.
“haaaaaaa!” Gin terdengar penuh rasa protes “aku enggak dapat informasi itu sama sekali”
Sorry perubahan mendadak
Senny memberitau Yuda dan Andy, operator mereka bernama Rizky. Dia adiknya Gin beda 2 tahun. Mereka terpilih di waktu yang bersamaan. Tetapi kata dia, terkadang mereka emang seperti ini.
“yasudahlah” Gin mengalah “gimana situasi disana?”
Aku sudah memantau seluruh lokasi studio. Para tuyul fokus ke studio utama, bukan yang satu lagi yang disebrang ya.
Yuda baru ingat kalau studio ini memiliki satu lagi disebrang yang letaknya tak jauh dari studio utama, biasanya studio yang satu lagi selalu digunakan untuk foto grub seperti untuk foto grub siswa SMA atau mahasiswa.
“mereka pasti fokus untuk menjaga permata kosong, mereka tak bisa menghancurkan yang masih kosong, tetapi kalau sudah menjadi sapphire jadi mudah”
Sebelumnya, pernah dijelaskan mengenai permata sapphire dapat mentransfer cahayanya ke permata kosong, tetapi ketika itu terjadi permata mudah untuk dihancurkan, sehingga jika sudah ditransfers harus dijaga.
Ngomong-ngomong, dilantai dua studio, ukuran tuyulnya berbeda loh. Senny dan Andy harus hati-hati ya.
Baru saja dikasih tau. Sosok tuyul yang ukurannya berbeda keluar dari pintu lantai dua dan berjalan dibalkon, mereka memang tidak seperti bocil-bocil, tetapi terkesan aga tinggi dan kurus.
“mereka tidak akan turun dari lantai dua, ini penyegapan” kata Gin, tetapi dia tidak bisa mengubah rencana “kita tidak punya pilihan Rio sudah….” Tiba-tiba saja Senny memotong ucapan Gin
“tunggu Gin sebelum itu”
“apa sih Sen?”
“setelah misi selesai, ganti duit 50 ribuku!”
Ucapan Senny yang tiba-tiba tersebut memang mengagetkan, tapi perlu diakui, dia ada benarnya juga.
__ADS_1
50 ribu??, hei bang lu minjem duit ke Senny?, Rizky terdengar terkejut dari handset.
“intinya nanti aku ingin duitku balik” balas Senny
“haaaaa, ikhlasin ajalah” protes balik Gin.
“enak ajak aku ikhlasin”
“lu kan masih punya banyak di rekening”
“yaa tuh 50 ribu masih termasuk duit dalam rekening gua!”
“dasar pelit”
“biarin pelit, yang penting duit gua balik!” Senny mulai naik pital
Pada akhirnya Gin nyerah “ok-ok tar aku balikin”
Rio dari lokasinya hanya bisa menghelas napas, menunggu dengan sabar pertengkara mereka selesai.
Ok-ok, balik lagi kerencana. Rizky mengambil alih kembali seluruh situasi sudah ready, rencana bisa dimulai kapan saja.
“Rio ready?” Tanya Gin.
Aku ready jawab Rio.
DUARRR!!!
Launcher Rio mengenai sasaran yang sudah direncanakan, dinding sebelah masuk, para tuyul mendadak panik, tetapi seketik mereka langsung berjalan mengerumini asal ledakan. Rizky langsung meminta Rio untuk pindah lokasi. Tetapi sesuai peringatan Rizky tuyul dari lantai dua tak ada satu pun yang turun ke lantai satu. Beberapa dari mereka hanya melihat dari Balkon atau dari jendela atas.
Setelah dirasa biasa masuk, mereka berempat masuk kedalam studio lewat pintu samping, sebelum berpencar. Gin menyerahkan 2 bom asap dan 2 masker kepada Andy dan Senny. Yuda dan Gin berjalan mendekati meja kasir ditengah-tengah lantai satu. Sedangkan Andy dan Senny menuju lantai dua, meski harus buru-buru ke lokasi, Yuda masih bisa memperhatikan suasa disekitar lobby studio foto. Berbagai orang-orang berbuah menjadi batu tanpa perkecuali, diantara mereka ada yan sedang duduk bersama anaknya, mengantri dikasih, memilih bilang, bahkan sedang melakukan reservasi. Dirasa semua sudah diposisi. Gin memerintah Rio untuk menembak untuk kedua kalinya. Ledakan berikutnya terasa diparkiran motor depan studio dekat pintu samping.
“hati-hati bung, kalau nembak disana, ada tuyul dilantai dua bisa melihatmu” Gin memperingatkan Rio.
Jangan cemas bang, mereka belum menyadari posisi Rio kok. Kata Rizky.
“Senny, Andy gunakan bom asapnya, jangan lupa masker kalian”
Bom asap dilempar bersamaan pada kedua sisi, kearah dalam dekat studio foto dan kearah ruang tunggu lantai dua. asap memenuhi lantai dua. membuat sebagian tuyul dilantai dua kesulitan melihat apa yang tengah terjadi.
Ada sekitar 7 tuyul di dalam, 3 diluar. Rizky memberitau Senny dan Andy posisi para tuyul.
__ADS_1
Andy yang masih tegang merasa tangannya gemtar saat memegang Handgun. Tetapi Senny dia langsung berlari secepat kilat menuju lokasi yang diberitau Rizky. Dia tak menggunakan handgun sama sekali. Tetapi menggunakan sebilah pisau. Lalu menyergap para tuyul dari belakang seperti seorang assassin. Dua tuyul dekat ruang ganti sudah tumbang ditangan senny. Berikutnya dia menyerang yang dekat tempat rias. Senny mencekek tuyul dari belakang lalu mengiris leher mereka, tak ada rasa takut sama sekali dimatanya, seakan dia sudah biasa.
Senny adalah assassin berbakat di antara Front line, jika dia mengeluarkan atau seseorang memberikannya bom asap itu kode kalau dia harus menjadi assassin Rizky memberitau informasi tersebut kepada Andy. Andy aku bisa tau kamu sedang gemetar disana, karena kamu tak bergerak dari posisi. Tetapi, kamu harus kuatkan keberanianmu, kau sudah belatih keras selama 2 minggu ingatlah, selain itu jika kamu tak bergerak. Maka semua rencana ini akan sia-sia dan kita semua dalam bahaya ingatlah.
Ucapan Rizky mungkin tak cukup untuk membangkitkan semangat Andy, tetapi itu sudah lebih dari cukup untuk menghilangkan rasa gemetar dia dan bangkit dari rasa takut. Dengan cepat dia langsung menembak langsung kearah tuyul yang hedak masuk kedalam dari balkon. Tembakannya pas mengenai jantungnya.
Keren! Puji Rizky pantas saja, Teh Lia bilang kalau latihan tembakmu selalu mengenai sasaran tengah.
Andy menghiraukan pujian Rizky dan tetap fokus ke misi.
Senny telah membunuh setidaknya 5 tuyul tinggal tersisa 2 yang didalam, dan 2 lagi diluar. Rizky memperingatkan mereka kalau efek bom asap akan habis sebentar lagi. Itu berarti. Akan ada bahaya besar.
Ini gawat, efek bom asap sebentar lagi habis.
Andy baru saja membunuh satu tuyul dari luar. Disaat yang bersamaan, efek bom asap perlahan-lahan menghilang.
Yuda dan Gin perlahn-lahan mengendap-endap menuju ruangan percetakan foto, letaknya aga kebelakang tetapi dekat dengan meja kasir. Didepan ruang percetakan ada kursi-kursi, disebelah kanan kursi terdapat meja depan pintu masuk ruang percetakan, karena dindingnya hanya berlapis keraken zig zat sehingga apa yang dibalik sana dapat terlihat dengan jelas. Orang-orang yang tengah mencetak dan mengedefit foto berubah menjadi batu. Tetapi Bukan itu yang menjadi perhatian Yuda dan Gin. Tuyul gembrot didalam sana. Berjaga disudut selagi dia duduk menyender tepat disamping permata kosong menempel dalam dinding.
Ginlah yang perlahan berjalan mengendap-endap, selagi Yuda mengikuti dari belakang. Gin perlahan membuka pintu tanpa suara, selagi Yuda memperhatikan si gembrot, dia masih dalam posisi cuman, raut wajahnya menunjukan kesan serius. Pasti dia sedang berkomunikasi dengan anak buahnya untuk mencari lokasi Rio.
Gin pertama masuk terlebih dahulu. Lalu diikuti Yuda masuk kedalam selanjutnya dia kunci pintu supaya si gembrot tidak mencoba kabur. Selagi Yuda merangkat kesisi lain yang berlawanan dengan Gin. Saat itulah Gin melempar uang yang telah dipersiapkan tepat kedepan di gembrot.
Aroma uang ternyata cukup menyengat dalam hidung mereka. Sehingga tanpa ragu pemimpin tuyul berdiri dari posisinya dan berjalan untuk memumut duit-duit yang berserakan. Masing-masing dari mereka berdua siap menembak tepat kearah pemimpin Tuyul.
AAARRRRHHHHHHHHHH!!!
Suara teriakan begitu nyaring terdengar berasal dari lantai dua.
Gawat, salah satu tuyul dilantai dua, berteriak!, Rizky memperingatkan
“ternyata waktunya tidak pas” Gin memberi isyarat kepada Yuda untuk bersiap “Rio ledakan balkon dan dinding atas pintu masuk. Jangan sampai para kerdil-kerdil itu masuk”
Tanpa komentar apapun. Rio langsung tembakan Launchernya ke arah yang Gin perintah. Dalam waktu singkat kedua pintu masuk telah tertutup rapat oleh reruntuhan bangunan studio
AAAAAARRRRHHHH!
Kali ini sang pemimpin yang teriak nyaring.
“tidak ada pilihan lain, Yuda SERANG!”
Yuda dan Gin langsung menembak si pemimpin tanpa ampun sampai peluru dalam senapan habis. Ketika mereka selesai menembak dan hendak mengganti peluru…..dari balik kepulan asap, si tuyul rupanya menggunakan meja sebagai prisai
Meja itu langsung dia lempar kearah lokasi Yuda, secepat mungkin Yuda melompat kesamping, meja itu hampir mengenai dirinya.
“jangan lengah, dia masih menyerang!” Gin berteriak.
Peringatan dari Gin membuat Yuda sadar kalau si tuyul tiba-tiba saja melompat kearahnya dengan membawa pisau entah dari mana. Yuda melompat kebelakang diikuti tembakan dari Gin. Si tuyul masih menggunakan benda-benda sekitar sebagai prisai.
__ADS_1
“ini cukup makan waktu rupanya” guman Gin.[]